Pada masa pandemi, banyak teman-teman Hani yang memiliki kegemaran baru. Antara lain bermain layangan, memelihara ikan, dan memelihara tanaman. Baru-baru ini, Lina sahabat Hani memiliki kegemaran yang lain yaitu melukis, dan Hani juga ikut menyukai kegiatan ini. Ternyata, ada juga anak-anak yang selama pandemi jadi suka melukis, dan mereka memiliki akun media sosial tempat bertukar pikiran dan memajang hasil karya mereka. Selain itu, anak-anak ini juga memberitahu tempat atau objek melukis yang menarik.

Suatu hari, seorang anak di akun melukis memberitahu objek lukis yang menarik. “Lihat Lina, rumah di lukisan ini bagus sekali!” kata Hani antusias. Rumah itu unik karena terbuat dari kayu. “Iya, tapi… coba kamu baca cerita anak ini dulu,” kata Lina. Ternyata, setelah si anak melukis rumah itu, dia mulai mengalami hal-hal aneh di rumahnya. “Seram banget, deh!” kata Lina. “Ah, siapa tahu anak ini bohong,” ujar Hani tidak percaya.

Hani  mencoba mencari tahu tentang rumah itu di internet. Ternyata, rumah kayu itu ada di kompleks tempat tinggalnya! “Lina, ayo kita lukis rumah itu!” ajak Hani. “Tidak mau, aku takut!” kata Lina. Hani tidak bisa memaksa Lina, jadi dia pergi sendiri untuk melukis rumah itu. Akhirnya, Hani melihat rumah kayu itu untuk pertama kalinya. Rumah kayu itu kosong dan kaca-kaca jendelanya sudah buram. Tumbuhan di sekitar rumah itu tidak pernah dipotong. “Yah, memang agak seram, tapi aku penasaran!” kata Hani.

Hani membuat sketsa rumah itu lalu mewarnainya di rumah. “Selesai!” kata Hani puas sambil melihat lukisan rumah kayu miliknya. “Tidak terjadi apa-apa, kok!” kata Hani. PRANG! Tiba-tiba terdengar suara dari lantai satu rumah Hani. Hani segera turun dan terkejut melihat gelas air yang tadi ditaruhnya di meja makan, pecah. “Padahal aku menaruh gelas itu di tengah meja!” kata Hani bingung.

Hani segera kembali ke kamarnya. Tapi dia tidak bisa membuka pintu kamarnya! “Aku kan tidak mengunci kamarku! Jangan-jangan pintunya rusak?” gumam Hani mulai khawatir. Lalu terjadi sesuatu yang membuat Hani benar-benar ketakutan. Satu demi satu lampu di rumah Hani mati. Dan yang paling membuat Hani takut, tiba-tiba terdengar suara tawa dari kamarnya. Hani segera berlari menuruni tangga dan keluar dari rumahnya. Bi Inah yang habis berbelanja, bingung menemukan Hani di luar rumah. Hani beralasan ingin mencari udara segar karena mati lampu di dalam.

Bersama Bi Inah, Hani masuk ke dalam rumah. Ternyata lampu-lampu sudah menyala. Dan rupanya pintu kamar Hani sudah bisa dibuka. “Hei, jendela kamarku rupanya terbuka!” kata Hani. Hani melihat ke meja tulisnya dan ternyata lukisan rumah kayunya tidak ada!

Hani menceritakan kejadian yang dialaminya pada Lina. Lina mendengarkan dengan wajah ketakutan. “Semua yang kau alami, persis sama dengan anak di akun melukis itu,” kata Lina. “Lalu, apa yang terjadi dengan lukisan rumah kayu itu?” tanya Hani. “Anak itu bilang, dia tak pernah menemukannya lagi,” jawab Lina. Dan Hani berharap tak ada kejadian aneh lagi yang menimpanya atau anak itu.

 

 

 

Cerita: Seruni       Ilustrasi: Novi Chrisna

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *