Luk adalah seorang peri yang hanya bisa dilihat bangsanya sendiri dan hewan-hewan. Ini karena kemampuan para peri untuk menyembunyikan diri mereka. Luk tinggal di tanah bersama dengan Popo tikus tanah. Suatu hari, keluarga manusia membangun rumah di tanah mereka. “Aku mau pergi dari sini. Nenekku di desa tikus, sakit dan memintaku pulang,” kata Popo. “Kalau begitu, aku sendirian,” keluh Luk. “Jangan khawatir, karena sudah dewasa, kau pasti bisa mengatasinya,” ujar Popo.

Akhirnya, Luk tinggal bersama keluarga manusia yang  terdiri dari Ayah, Ibu, dan anak perempuan mereka bernama Donna. Keluarga Donna sangat menyukai binatang dan tumbuhan. Mereka punya kebun sederhana di rumah, dan di sanalah Luk tinggal. Setelah lama tinggal dengan keluarga Donna, Luk tahu kalau mereka adalah orang-orang baik. Terkadang, Luk ingin sekali menampakkan dirinya pada keluarga Donna, tapi ia takut keluarga itu akan ketakutan dan membencinya. Jadi, ia selalu saja mengurungkan niatnya. “Tapi, aku kesepian,” ucap Luk sedih.

Suatu hari, Donna menyelamatkan seekor gagak yang terluka dan merawatnya sampai sembuh. Gagak itu tinggal bersama keluarga Donna. Luk gembira karena ia mendapat teman baru. “Si gagak bisa melihatku,” gumamnya. Ternyata, si gagak jahat dan tak tahu terima kasih. Ia juga suka mencuri. Si gagak mulai mengganggu Luk, dan mengatakan niat kejamnya. “Aku ingin memiliki rumah ini. Dan aku akan menghancurkanmu serta keluarga Donna,” kata si Gagak bengis. Luk sangat ketakutan.

Suatu pagi yang cerah, seekor merpati pos mengunjungi Luk dan mengantarkan sebuah surat. Rupanya, itu dari Popo! Dalam suratnya, ia berpesan pada Luk agar terus berjuang.  Surat dari Popo membuat Luk bersemangat. “Selama ini, aku tinggal di kebun keluarga Donna. Berarti, aku yang sebatang kara ini berhutang budi pada mereka. Aku akan melindungi keluarga Donna,” tekad Luk bulat.

Seminggu kemudian, Luk melihat si Gagak membuka lemari penyimpanan barang berharga keluarga Donna dan berusaha mencuri  kalung emas. “Tak akan kubiarkan kau berbuat jahat lagi!” seru Luk. Ia menyihir si burung gagak menjadi batu. Luk terkejut melihat Donna, Ayah, dan Ibunya, berdiri mematung dengan wajah ketakutan. Jika ia menggunakan kekuatan sihirnya, wujud Luk bisa terlihat oleh siapa saja. Rupanya, mereka melihat semua kejadian itu. Luk terbang keluar jendela sambil menangis sedih. “Tunggu peri, jangan pergi!” seru Donna, Ayah, dan Ibunya. Luk berhenti dan berbalik, dilihatnya keluarga itu tersenyum hangat. “Kami tahu kau menolong kami, tinggallah di sini,” pinta mereka.  Luk sangat bahagia. Kini ia menjadi peri rumah dan selalu menjaga keluarga Donna. (Teks: Seruni/ Ilustrasi: Fika)

You may also like
Latest Posts from

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *