‘Auuu…Auuuu….Guk!Guk!…Auuuuu’
Dina mengerjap-ngerjapkan matanya. Dia mencoba menutup kedua telinganya. Tapi sia-sia saja karena suara lolongan dan gonggongan anjing di sebelah rumahnya masih terdengar…

Keesokan harinya, Dina bercerita tentang lolongan anjing itu pada kedua temannya, Jovi dan Linda. “Anjing aku, si Bleki, juga pernah kayak gitu. Waktu itu kami sekeluarga sedang liburan, dan dia kami tinggal. Tetangga bilang si Bleki melolong terus. Dia kesepian!” kata Jovi. “Kata orang, kalau anjing melolong ada ..hantu! Serem!” ucap Dina merinding.

“Kita harus menolong si anjing yang Dina ceritakan. Paling tidak, kita bisa menemani dia supaya nggak kesepian,” kata Jovi.
“Dan kita buktikan, apa yang benar, anjing kesepian atau memang ada hantu!” kata Linda si pemberani.

Pada sore hari, Dina, Linda, dan Jovi memutuskan untuk mendatangi rumah kosong di sebelah rumah Dina. “Eh, kita harus lapor sama pak hansip dulu!” kata Dina. Tetapi ketika sampai di pos hansip, pak hansip tidak ada di tempat. Mereka menunggu cukup lama, tetapi pak hansip tidak datang juga. Akhirnya hari mulai malam, dan ketiga sahabat itu memutuskan untuk langsung saja ke rumah kosong.

Dengan cekatan, mereka memanjat pagar rumah kosong yang tidak terlalu tinggi. “Si anjing ada di halaman belakang,” kata Dina.

Tiba-tiba Dina menjerit sambil menunjuk ke arah kaca jendela rumah kosong yang gelap. “Hantuuuuu!” teriaknya.

Jovi dan Linda yang hampir sampai di halaman belakang, berlari menghampiri Dina.

“A..ada putih-putih di jendelaa….,” kata Dina ketakutan.

Ketiga sahabat itu lalu mendengar suara langkah kaki dari dalam rumah kosong dan Byar! Lampu menyala, memperlihatkan wanita berwajah ramah dan berbaju putih. Seorang dokter! Bu dokter membuka pintu dan berkata pada mereka, “Maaf mengagetkan kalian ya…saya adalah dokter hewan. Saya ke sini untuk mengambil anjing yang ada di rumah kosong ini, namanya Wigi. Pemiliknya meminta saya untuk mengambil Wigi di sini.”

“Mengapa Wigi ditinggalkan di rumah kosong ini sendiri?” tanya Dina.

“Itu karena pemilik Wigi harus pergi ke luar negeri. Pemiliknya seumuran kalian juga lho. Tapi sayang, oleh keluarganya, Wigi malah ditaruh di sini untuk menjaga rumah kosong yang juga milik mereka. Mengetahui hal ini, si pemilik memutuskan untuk menitipkan Wigi di tempat saya. Kasihan Wigi, kalian juga dengar kan dia melolong dan menyalak karena kesepian?”

“Oooh …syukurlah kalau begitu. Kami ingin menolong Wigi. Tapi kami juga penasaran akan kebenaran cerita kalau anjing melolong berarti ada hantu…,” kata  Jovi.

“Aduh…hantunya ya saya ini!” kata bu dokter hewan sambil tertawa.

“Tuh, Dina, dengerin!” kata Jovi dan Linda sambil tertawa.

Dina tersipu malu sambil tersenyum, “Iya, iya.”

 

 

Cerita: Seruni     Ilustrasi: JFK

 

 

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *