Lolo adalah seekor kukang yang hidup bahagia karena tak perlu bekerja. Ia dipelihara manusia yang selalu memberinya makan. “Enak sekali hidupku, tak seperti binatang-binatang lain yang harus bekerja keras,” ucapnya. “Hari ini, aku juga santai di pohon,” lanjutnya.

Suatu malam, Lolo mendengar suara nyanyian. Dengan lamban, Lolo menggerakkan tubuhnya untuk mencari tahu. Ternyata, yang menyanyi adalah Baba si berang-berang. Ia menyeret kayu dengan bersemangat.

“Selamat malam, Lolo!” sapa Baba. “Selamat malam, Baba. Mengapa bekerja malam-malam begini? Harusnya kau tidur,” tutur Lolo sambil menguap. “Selama masih mampu, aku harus bekerja. Sebentar lagi musim hujan, aku takut cuaca buruk. Sebelum itu terjadi, aku harus menyelesaikan rumahku,” jelas Baba. “Baba yang malang, harusnya kau bersantai  dan mengambil apa yang sudah ada, seperti pohon yang kutinggali ini,” saran Lolo. “Aku tak mau seperti itu. Nah, aku harus bekerja lagi,” jawab Baba.

Keesokan harinya, Lolo menunggu makanan dari majikannya. “Aku lapar! Kenapa makanan belum diantar?” keluh Lolo. Siang berubah menjadi sore, Lolo terpaksa pergi ke rumah majikannya. Ia terkejut menemukan rumah itu kosong.

“Kemana orang yang tinggal di sini?” tanya Lolo pada seekor burung. “Dia pindah untuk menghindari cuaca buruk yang akan datang. Sepertinya ia tak akan kembali,” jawab si burung. “Aku tidak bisa makan!” seru Lolo panik.

Lolo yang sedih pulang ke pohonnya. Tapi, pohon itu sudah tak ada karena ditebang. “Aku tak punya tempat tinggal lagi,” tangis Lolo. Ia pun terbaring lemas. Baba yang kebetulan lewat, menolongnya. “Terima kasih, Baba. Selama ini aku sangat malas. Mulai sekarang aku akan rajin,” janji Lolo. “Aku dan binatang lainnya akan membantumu,” tandas Baba.

Cuaca buruk datang, tapi Lolo tak khawatir. Karena mau bekerja, kini dia punya rumah sendiri dan bisa mencari makan. (Cerita: Seruni/Ares/Ilustrasi: Putri)

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *