“Hei, Loliiiiii…” teriak Loba, seekor lebah madu yang berusaha membangunkan sahabatnya. “Loli, cepat bangun! Sudah saatnya kamu bekerja mengumpulkan madu,” Loba kembali berteriak kesal.

Loli tetap diam saja. Ia masih asyik tidur di sarangnya. Loli hanya memicingkan mata saat Loba berteriak kencang. Rasa kantuk dan malas membuatnya kembali tidur terlelap.

“Huh, dasar pemalas!” ujar Loba kesal. Loba kemudian pergi meninggalkan sahabatnya itu. Dengan menggunakan kedua sayapnya, Loba terbang menuju taman mencari nectar di bermacam-macam bunga. Nectar adalah cairan manis yang biasa terdapat di dalam bunga. Nectar inilah yang nantinya akan menjadi madu, sebagai makanan bagi para lebah.

Loli dan Loba adalah lebah pekerja. Mereka tinggal di sebuah sarang lebah yang tergantung di pohon beringin besar, tak jauh dari taman. Di sarang itu, Loli dan Loba tinggal bersama saudara-saudaranya. Eits, tidak ketinggalan  pemimpin lebah yaitu sang Ratu.

Ratu lebah adalah lebah betina yang menelurkan ribuan lebah pekerja, termasuk Loli dan Loba. Lebah pekerja bertugas mencari nectar sebagai makanan semua penghuni sarang, termasuk Ratu. Semua lebah pekerja tunduk kepada Ratu.

Sore harinya, Loba kembali ke sarang dengan membawa nectar. Ia langsung menyimpan di dalam kamar sarangnya. “Astaga, dari tadi Loli masih saja tidur!” ujar Loba kaget melihat Loli masih tertidur di sarangnya.

Loba kemudian menggoyang-goyangkan tubuh Loli, agar bangun dari tidurnya. “Aduuuh, ada apa sih Loba?” kata Loli sambil menguap. “Kamu itu malas sekali, seharusnya kamu mencari banyak nectar untuk persediaan musim kemarau nanti!” jawab Loba masih menahan kesal.

“Ah, aku bosan mencari nectar! Aku ingin bersantai saja,” ujar Loli. “Kita adalah lebah pekerja yang harus mencari nectar untuk makanan kita,” Loba menjelaskan. “Sebentar lagi, musim kemarau akan tiba dan bunga-bunga pasti layu. Jadi, kita harus mengumpulkan persediaan makanan,” tambah Loba.

Loli tetap tak mau mengerti. Ia masih saja bermalas-malasan di dalam sarang. Kerjanya hanya menghabiskan nectar miliknya sendiri.

Saat kemarau tiba, semua bunga di taman menjadi layu karena hujan tak lagi membasahi taman itu. Para lebah kesulitan mencari nectar. Untungnya, mereka sudah mengumpulkan persediaan nectar sebelum musim kemarau tiba. Kecuali si Loli, lebah pemalas.

“Aduh, semua bunga layu, aku tidak mendapatkan nectar sama sekali,” keluh Loli sesampainya di sarang setelah mencari nectar. “Perutku lapar…,” ujar Loli sambil memegangi perutnya.

“Kamu kenapa, Loli?” tanya Loba penasaran. “Perutku lapar, tapi persediaan nectarku habis,” jawab Loli meringis menahan rasa lapar. “Itu akibatnya kamu malas mencari makanan. Jadinya begini, kan?!” ujar Loba yang kemudian pergi meninggalkan Loli.

Tak lama kemudian, Loba kembali sambil membawa banyak nectar. “Ini makanan buatmu,” kata Loba. “Eits, tapi ada satu syaratnya!” kata Loba lagi.

“Nectar ini adalah pemberian sang Ratu, tapi kamu harus berjanji tidak akan malas lagi mencari nectar. Kalau masih malas, kamu akan dihukum Ratu!” tutur Loba. “Iya, aku berjanji tidak akan malas lagi,” kata Loli yang langsung melahap nectar itu.

Sejak saat itu, Loli tak pernah bermalas-malasan lagi. Ia selalu rajin mencari nectar untuk persediaan makanan di sarang. (Cerita dan Foto :JFK)

 

You may also like
Latest Posts from

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *