“Saat ini saya selalu menjaga pola makan saya, menghindari terlalu banyak makanan dan minuman manis serta rajin berolahraga. Walau saya tidak menyandang diabetes, namun ada beberapa keluarga saya yang terkena diabetes. Saya melihatnya secara langsung dan saya tidak ingin seperti mereka,” cerita Nanik di acara peluncuran kampanye #LindungiKeluargadariDiabetes pada siang itu.

Diabetes adalah penyakit yang berlangsung lama atau kronis, ditandai dengan kadar gula (glukosa) darah yang tinggi. Ya, tahukah kalian kalau penyandang diabetes kini semakin meningkat jumlahnya dari tahun ke tahun? Bahkan jumlahnya kini sudah mencapai sekitar 463 juta orang. Namun sebanyak 70% lebih di antaranya, tidak menyadari kalau dirinya penyandang diabetes.

Untuk itulah, dalam rangka memperingati Hari Diabetes Dunia dan Bulan Kesadaran Diabetes Dunia, Merck Sharp Dohme (MSD) Indonesia bersama dengan Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (Perkeni), Persatuan Diabetes Indonesia (Persadia) wilayah Jakarta, Bogor, Bekasi, Depok, dan MRT Jakarta, bersama-sama melaksanakan kampanye #LindungiKeluargadariDiabetes. Kampanye tersebut sejalan dengan tema besar kampanye Hari Diabetes Dunia 2019 yang diusung oleh International Diabetes Federation (IDF), Protect Your Family dengan fokus utama deteksi diabetes, cegah diabetes tipe 2, dan penanganan diabetes anggota keluarga dengan diabetes.

Pilih, atur, dan hitung makanan. Saling ingatkan antar keluarga.

“Diabetes tipe 2 sebanyak 90 persen disebabkan oleh keturunan. Tindakan yang bisa kita lakukan adalah detecting (deteksi secara dini), preventing (mencegah), dan managing (menanganinya). Jika dalam keluarga sudah ada penyandang diabetes dan kita memiliki faktor risiko seperti kegemukan misalnya, maka segeralah periksakan untuk mendeteksi secara dini apakah kita terkena diabetes atau tidak. Untuk mencegahnya maka lakukanlah pola hidup sehat (healthy lifestyle) serta berolahraga secara teratur. Lalu, pilih jenis makanan, atur, dan hitung makanan, saling mengingatkan antara keluarga,” jelas Prof. Dr. dr. Sidartawan Soegondo, Sp.PD-KEMD, FACE, Dokter Spesialis Penyakit Dalam dan Konsultan Endokrin Metabolik Diabetes di Perkumpulan Endokronologi Indonesia.

“20 persen orang Jakarta muda saat ini kurang aktivitas, 20 persen kurang makan buah dan sayur, 30 persen mengalami kegemukan, 7 persen perokok, itu semua menjadi faktor risiko diabetes. Oleh karena itu, Dinas Kesehatan mendukung kampanye #LindungiKeluargadariDiabetes dengan menggerakkan pos pembinaan terpadu (Posbindu) yaitu upaya kesehatan berbasis masyarakat untuk mendeteksi dini faktor risiko penyakit tidak menular termasuk diabetes. Kami berharap kampanye ini membantu menemukan penyandang diabetes yang belum menyadari jika terkena diabetes  dan tentunya memberikan edukasi CERDIK yaitu Cek kesehatan secara berkala, Enyahkan asap rokok, Rajin aktivitas fisik, Diet seimbang, Istirahat cukup, dan Kelola Stres,” tutur dr. Dwi Oktavia Handayani, M.Epid, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta.

“Dengan kampanye ini kami berharap masyarakat semakin menyadari pentingnya peran keluarga dalam hal deteksi, pencegahan, dan penanganan diabetes,” tambah Mr. George Zaki, Managing Director MSD Indonesia.

Foto: Novi

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *