Di negara Oldo, hiduplah anak kembar bernama Lila dan Lula. Lila adalah anak yang lincah dan suka berada di tengah orang banyak. Lila berwajah cantik dan bersuara merdu. Dia pintar melucu, menyanyi, dan menari sehingga membuat orang kagum. Karena itulah Lila mempunyai banyak teman.

Berbeda dengan Lula. Lula tidak pandai berbicara seperti Lila, dan dia juga tidak secantik Lila. Suara Lula juga tidak merdu seperti Lila. Sadar akan kekurangannya, Lula lebih suka menyendiri. Lula suka berinteraksi dengan binatang dan alam. Lula juga suka membaca buku, berkhayal, dan menulis cerita.

Jika sedang bersama, mau tidak mau orang akan membandingkan Lila dan Lula. Lila selalu mendapat perhatian lebih, dan Lula lama kelamaan merasa iri pada Lila. “Jangan masukkan kata-kata orang ke dalam hati, Lula. Kau adalah saudara kembarku yang sangat kusayangi,” hibur Lila.

Walaupun Lila tidak sombong dan tidak pernah sekalipun mengejek Lula, tapi Lula selalu merasa sedih. Dia juga ingin jadi perhatian orang. “Andaikan aku bisa seperti Lila,” keluh Lula. Untuk menghibur dirinya sendiri, Lula hanya bisa berkhayal.

Malam hari, Lula bermimpi. Dalam mimpi itu Lula dan Lila dikelilingi banyak boneka. Dan orang-orang yang berwajah gembira memandang mereka dengan kagum sambil bertepuk tangan tanpa henti. Pagi harinya Lula terbangun dan bingung. “Mimpi yang aneh! Tapi sangat menyenangkan!” gumam Lula.

Suatu hari ketika Lula dan Lila sedang berjalan-jalan bersama, mereka melihat sebuah rumah kayu yang cantik. Di luar rumah kayu itu ada banyak boneka dipajang. “Lula, lihat, boneka-boneka itu bagus sekali!” seru Lila sambil menggandeng Lula dan menghampiri rumah kayu itu.

“Aku pernah melihat boneka-boneka ini, Lila…tapi di mana, ya? Oh iya dalam mimpiku!” kata Lula. Tak lama kemudian dari dalam rumah kayu itu, keluarlah seorang kakek berwajah ramah. Rupanya semua boneka di rumah kayu itu dibuat oleh si kakek. “Aku bisa membuat boneka, tapi tidak bisa menulis cerita agar boneka-boneka ini bisa hidup dalam dunia mereka seperti layaknya kita manusia,” keluh si kakek. Lula mengeluarkan secarik kertas dan memberikannya pada si kakek.

“Kakek, aku suka mengarang dan menulis cerita. Mungkin apa yang kutulis bisa membuat Kakek senang,” kata Lula. Si kakek membaca cerita karangan Lula dan wajah si kakek berubah cerah. Kakek itu segera pergi ke ruang penyimpanan boneka-bonekanya, dan mengambil berbagai macam boneka. Ada boneka binatang, tumbuhan, anak-anak, orang dewasa, dan orang tua. “Dengan cerita yang ditulis ini, mereka bisa hidup! Tapi apa yang harus kita lakukan agar orang bisa mengetahui dan mendengar cerita mereka?” kata si kakek. “Aku yang akan menceritakan kisah mereka pada orang banyak!” kata Lila.

Lila dan Lula membantu si kakek. Lula mengarang cerita untuk boneka-boneka si kakek, dan Lila yang bersuara merdu membawakan cerita itu untuk orang banyak. Lila dan Lula kini dikagumi dan disukai banyak orang. “Lula, sekarang kau bisa lihat kan? Aku tidak lebih baik darimu. Kau sangat pintar menulis cerita, dan ceritamu disukai banyak orang!” kata Lila yang bangga pada Lula. “Kau benar, Lila. Kita berbeda tapi saling melengkapi. Dengan begitu kita bisa meraih prestasi dan juga membuat Kakek berbahagia!” ujar Lula memeluk Lila.

 

 

 

 

Cerita: Seruni      Ilustrasi: Agung

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *