Liburan sekolah kali ini, Niki mendapat dua kejutan dari Ayah. Bukan sebuah mainan atau gadget terbaru, melainkan berlibur ke rumah Nenek. Kejutan kedua, Niki akan berlibur sendiri tanpa ditemani orangtuanya.

Niki bingung, antara senang atau sedih. Setahu Niki, kampungnya itu masih terbelakang. Belum ada warnet apalagi mall. Sudah dapat dipastikan, liburannya kali ini bakal membosankan.

Sabtu pagi, Niki dan Ayah berangkat ke stasiun. Ayah hanya menemani Niki sampai ke rumah Nenek saja. Setelah itu, Ayah akan kembali lagi ke Jakarta.

Kampung halaman Niki berada di Desa Bonsari, Jawa Tengah. Selama di perjalanan, Niki hanya mendengarkan musik di mp3 player sambil sesekali bermain dengan game portable-nya.

Setelah menempuh perjalanan selama 12 jam di kereta, Niki dan Ayah masih harus naik kendaraan lagi. Karena hari sudah malam dan tidak ada lagi mobil angkutan, perjalanan dilanjutkan dengan naik becak.

“Yah, ini kan masih jam tujuh, tapi kok sudah sepi?” tanya Niki bingung melihat ke kiri dan ke kanan, tidak ada orang. “Ini enaknya di desa. Kalau sudah jam segini, semua warga sudah beristirahat di rumahnya masing-masing. Nggak kayak di Jakarta, jam segini masih macet!” jelas Ayah.

Niki dan Ayah akhirnya sampai di rumah Nenek. Nenek menyambut mereka dengan suka cita. Nenek tidak tinggal sendiri. Ia ditemani Abib dan Alfi. Mereka berdua sepupu Niki, anak dari Paman Toni. Ayah hanya menginap semalam saja di rumah Nenek. Dan akan menjemput kembali setelah masa liburan habis.

Setelah mengantar Ayah ke stasiun, Abib mengajak Niki pergi ke suatu tempat. Letaknya tidak begitu jauh dari rumah Nenek. Abib bilang, tempat yang akan ia tunjukkan adalah tempat paling seru.

Namun betapa terkejutnya Niki waktu tahu tempat tersebut tak lain hanya sebuah aliran sungai. “Ih, apanya yang seru kalo cuma main di sungai!” geram Niki. “Yeee, justru di sini sungainya bersih. Nggak seperti di Jakarta,” balas Abib. “Yuk, kita turun, mumpung air sungainya dangkal,” ucap Abib.

Walau sedikit jengkel, Niki tetap mengikuti ajakan Abib. Letak sungainya berada di daratan yang lebih rendah, jadi mereka berdua harus turun ke bawah untuk sampai ke tepi sungai. Abib berjalan terlebih dahulu, Niki mengekor di belakangnya.

“Kamu nggak boleh meleng ya Niki, tanahnya licin, pegangan sama dahan-dahan pohon, biar nggak jatuh,” perintah Abib. “Iya, aku tahu!” ujar Niki sinis. Medan yang cukup berat, membuat Niki beberapa kali terpeleset. “Perjuangan banget ya, cuma mau ke sungai aja!” cetus Niki. “Justru itu serunya!” ujar Abib tertawa.

Mereka berdua akhirnya sampai ke tepi sungai. Abib langsung membuka kaos dan sandalnya, lalu merendam badan di sungai. Sedangkan Niki berjalan terpincang-pincang karena kakinya penuh tanah dan goresan dahan pohon.

Niki segera mencuci kakinya di air sungai. Ia merasakan ada yang berbeda saat pertama kali kakinya masuk ke dalam aliran sungai tersebut. Benar yang Abib bilang, air sungainya bersih dan dingin sekali. Niki bisa melihat pasir di dasar sungai yang sesekali terbawa arus sungai.

“Kalau musim hujan tiba, air sungainya bisa mencapai daratan tempat kita berdiri di atas tadi,” ujar Abib. “Yang benar, Bib? Tinggi banget dong!” seru Niki terkejut. Abib mengangguk dan lanjut berendam kembali.

Tak terasa waktu sudah menjelang sore, Nenek memanggil mereka berdua untuk pulang. Keesokan harinya, Abib mengajak Niki bermain di sawah. Petualangan yang belum pernah Niki rasakan. Menunggang kerbau, membantu Nenek menanam padi, dan mencari belut.

Hari-hari berikutnya diisi dengan petualangan-petualangan menarik yang hanya bisa Niki dapatkan di kampungnya. Liburan di desa ternyata tidak seperti apa yang Niki bayangkan sebelumnya. Niki pun semakin betah tinggal di rumah Nenek.

Dua minggu berlalu, liburan Niki sudah habis. Ia harus segera kembali ke Jakarta. Ayah pun sudah menjemput. Niki berjanji setiap liburan sekolah, akan berlibur di kampung saja bersama Nenek dan kedua sepupunya. Niki memberikan game portable kesayangannya pada Abib, sebagai hadiah karena telah menemaninya berlibur.

 

Cerita : JFK    Ilustrasi: JFK

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *