Bagi Lidya, ini adalah pengalaman pertama merasakan Bubur Ase khas Betawi. Minggu pagi, seusai CFD-an, Lidya beserta Mama dan Papanya mampir ke perhelatan kuliner akbar tahunan, dimana tahun ini berlangsung di Area Parkir Squash, Gelora Bung Karno, Senayan. Rupanya Lidya, penasaran dengan makanan legendaris yang kini makin jarang ditemui.

Bubur Ase merupakan singkatan dari asinan semur, yaitu paduan antara bubur, asinan sawi, dan kuah semur. Makanan asal Jakarta ini sudah jarang ditemui, lho, Kids. Satu-satunya warung yang masih menjajakan makanan ini adalah warung milik Bu Neh, yang berada di gang sempit di daerah Kebon Kacang, Jakarta Pusat.

Tak hanya Bubur Ase Bu Neh, ada juga Sate Kuah Pak H. Diding, dan Cungkring Pak Jumat yang merupakan jajanan langka yang bisa kalian temui di Festival Jajanan Bango 2019. Berdiri sejak tahun 1960, Sate Kuah Pak H. Diding merupakan salah satu warung yang masih bertahan menjajakan hidangan sate kuah, kuliner langka yang unik karena menggabungkan sate sapi dengan soto Tangkar khas Betawi. Sama halnya dengan Bu Neh, Pak Jumat, dan Pak Diding juga sudah meninggal dunia. Kini warungnya diteruskan oleh anak-anaknya.

Sedangkan Cungkring Pak Jumat adalah kudapan khas Bogor. Mungkin kalian bertanya-tanya, kok, namanya Cungkring? Ya, Cungkring merupakan kependekan dari Cungur dan Garing, berupa paduan cingur (hidung sapi), kikil sapi, dan lontong yang disiram dengan bumbu kacang, disertai sensasi garing dari gorengan tempe kering. Unik, ya, Kids?

Mengangkat tema “Kelezatan Asli, Lintas Generasi” Festival Jajanan Bango 2019 menyajikan kelezatan asli dari seluruh Indonesia dengan misi mulia untuk mendorong para penjaja kuliner agar terus melanjutkan regenerasi pelestarian kuliner Indonesia.

Bapak H. Yayat Supriyatna penjaja Sate Kuah Pak H. Diding

“Bango mempunyai misi sosial untuk melestarikan dan memajukan kuliner Indonesia, dengan cara membantu mempopulerkan dan menyejahterakan penjaja makanan tradisional dan autentik Indonesia, salah satunya lewat pelaksanaan Festival Jajanan Bango (FJB). Tahun ini, FJB 2019 kami gelar untuk mengedepankan pentingnya eksistensi dan peranan para penjaja kuliner lintas generasi agar #KelezatanAsli kuliner Indonesia dapat terus diapresiasi dan dinikmati hingga nanti,” ujar Ibu Hernie Raharja, Foods Director PT Unilever Indonesia Tbk.

“Di antara lebih dari 80 penjaja kuliner yang kami persembahkan untuk menyajikan aneka ragam kuliner autentik Nusantara, kami mendedikasikan sebuah area khusus bagi 10 penjaja kuliner lintas generasi yang telah membuktikan tekadnya untuk melanjutkan regenerasi pelestarian kuliner asli Indonesia,” lanjutnya.

Tidak hanya itu, FJB 2019 juga secara keseluruhan dihadirkan dalam tampilan dan suasana yang lebih segar dan interaktif agar dapat lebih dinikmati oleh seluruh pengunjung, terutama generasi muda. Salah satu highlight dari FJB 2019 adalah Galeri #KelezatanAsli Lintas Generasi. Di galeri ini para pecinta kuliner bisa mendapatkan pengetahuan luas mengenai #KelezatanAsli kuliner Indonesia dan pentingnya regenerasi penjaja kuliner agar makanan Indonesia bisa terus dinikmati lintas generasi melalui berbagai instalasi dan aktivitas yang interaktif.

(Foto : Dok. FJB)

 

 

 

 

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *