Moms, Dads dan si buah hati penggemar cokelat? Rasanya lezat, bukan? Layak rasanya berterima kasih kepada orang di balik layar yang mengusahakan olahan makanan atau minuman ini bisa kita nikmati. Mereka tak lain adalah para petani kakao!

Indonesia sendiri pernah masuk ke dalam 3 besar produsen cokelat di dunia, namun kini posisi ini turun menjadi peringkat ketujuh. Tentunya, upaya meningkatkan budidaya kakao maupun kesejahteraan para petani, bukan hanya menjadi tugas pemerintah saja, namun juga swasta maupun seluruh masyarakat Indonesia.

Kepedulian ini pula yang dilakukan oleh Bank DBS Indonesia. Sejak setahun lalu, mereka telah menghadirkan rekening Green Savings. Lewat tabungan ini, nasabah Bank DBS Indonesia turut berkontribusi melalui penyisihan langsung sebagian (50 persen) dari bunga tabungan. Nantinya, donasi tersebut disalurkan oleh Bank DBS Indonesia kepada mitra wirausaha sosial terpilih, dalam hal ini Krakakoa, yang memiliki visi memajukan perkebunan kakao.

Diuraikan oleh Rudy Tandjung, Consumer Banking Director, PT Bank DBS Indonesia, inisiatif Rekening Green Savings ini diadakan untuk mewujudkan aspirasi nasabah akan agenda berkelanjutan. Ketertarikan masyarakat, katanya, terhadap perusahaan yang berbasis Environment, Social, and Governance (ESG) semakin meningkat.

Hal ini didukung oleh survei EY Future Consumer Index pada Februari 2022, responden cenderung melakukan pembelian yang lebih berkelanjutan (sustainable), termasuk di Indonesia. Survei menunjukkan bahwa pelanggan di Indonesia memperhatikan dampak yang dihasilkan dari pembelian mereka, dengan 72% responden memperhatikan dampak lingkungan dan 68% responden memperhatikan dampak sosial. Selain itu, 52% pelanggan di Indonesia lebih memilih brand dengan visi yang sejalan dengan prinsip mereka.

Itulah mengapa, guna menyikapi tren tersebut sejak awal, Bank DBS Indonesia, yang telah bergabung dengan United Nation Net-Zero Banking Alliance (UNEPFI), kini berupaya menyelaraskan portofolio kredit dan investasi untuk mencapai emisi nol bersih (net zero) pada tahun 2050. Salah satu upayanya, menghadirkan rekening Green Savings.

(Ki-ka) Head of Segmentation, Liabilities and Mortgage, PT Bank DBS Indonesia, Natalina Syabana dan Consumer Banking Director, PT Bank DBS Indonesia, Rudy Tandjung menyerahkan secara simbolis donasi dari rekening Green Savings kepada Finance and Accounting Manager, Krakakoa, Fatimah Aziss di Jakarta, Selasa (30/8/2022)

“Bank DBS Indonesia memiliki tiga pilar keberlanjutan (sustainability pillars) yakni Responsible Banking, Responsible Business Practice, dan Impact Beyond Banking. Sejak tahun lalu, rekening Green Savings dihadirkan bagi nasabah untuk mendukung keberlangsungan sosial lingkungan di Indonesia, mewujudkan dua dari tiga pilar keberlanjutan kami, yakni Responsible Banking dan Impact Beyond Banking dengan menghadirkan rangkaian solusi finansial komprehensif yang berbasis ESG, mulai dari investasi hingga tabungan, untuk mendukung wirausaha sosial di Indonesia,” ujar Rudy Tandjung dalam acara konferensi pers di Jakarta, Selasa (30/08/22).

Natalina Syabana, Head of Segmentation, Liabilities and Mortgage, PT Bank DBS Indonesia menambahkan, “Dalam satu tahun, sebanyak hampir 3.000 nasabah telah memberikan dampak positif dan mendukung agenda keberlanjutan dengan memberikan kontribusi melalui sebagian bunga tabungan yang dampaknya sudah dirasakan oleh para petani kakao.”

Krakakoa, mitra wirausaha sosial terpilih dari Bank DBS sangat menyambut baik inisiatif ini. Mengingat Indonesia sebagai produsen cokelat ketujuh terbesar di dunia kini dihadapkan pada berbagai masalah, sehingga kontribusi masyarakat yang peduli melalui rekening Green Savings Bank DBS, sangat membantu.

Masalah yang dihadapi para petani kakao saat ini, dijelaskan oleh Fatimah Aziss, Finance and Accounting Manager dari Krakakoa, antara lain menyangkut kurangnya generasi baru petani kakao, usia pohon kakao yang sudah tua sehingga kualitas kakao menurun, serta minimnya pengetahuan petani kakao dan teknologi untuk menghasilkan cokelat yang berkualitas.

Krakakoa sendiri merupakan wirausaha sosial produsen cokelat yang memiliki misi ‘farmer-to-bar’ untuk memajukan pertanian kakao yang berkelanjutan dalam aspek lingkungan maupun bisnis. Krakakoa membina petani kakao dengan memberikan pendampingan dan akses akan bibit kakao unggul dan fasilitas pascapanen sehingga dapat menghasilkan panen yang berkualitas sehingga meningkatkan kesejahteraan petani kakao di Indonesia.

“Keterlibatan nasabah Bank DBS Indonesia melalui rekening Green Savings telah membantu kami mewujudkan hal itu. Kontribusi yang terkumpul disalurkan kepada 20% dari total petani kakao di bawah binaan Krakakoa yang berlokasi di Lampung dan Sulawesi Barat dalam bentuk pembinaan berkelanjutan, berupa: lebih dari 20.250 bibit unggul; fasilitas Solar Dryer Dome untuk meningkatkan penyerapan biji kakao sebanyak 38%; serta fermentation boxes dan rak pengeringan yang mempercepat proses pengeringan biji kakao dan menjaga kualitas panen sehingga harga jual bisa lebih tinggi 2-3 kali lipat di atas harga pasar. Kami berharap semakin banyak nasabah yang terketuk hatinya untuk berkontribusi terhadap sosial lingkungan, terutama untuk mendukung keberlangsungan petani dan pertanian kakao di Indonesia,” imbuh Fatimah Aziss.

Program yang sangat keren, ya, Moms! Kepedulian nasabah Bank DBS ini turut berkontribusi membantu meningkatkan kesejahteraan para petani, dalam hal ini petani kakao.

“Dengan inisiatif dan dukungan ini, diharapkan Indonesia dapat kembali menjadi tiga besar produsen cokelat di dunia,” tutup Natalina Syabana.

Jika Moms dan Dads tertarik untuk turut memberikan sumbangsih kepada para petani kakao, silakan buka rekening Green Savings secara online melalui situs resmi atau kunjungi cabang Bank DBS Indonesia terdekat di kota Anda.

Foto: Efa, Ist

 

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *