Akses air bersih merupakan syarat dasar pemenuhan kesehatan anak. Namun air bersih masih menjadi persoalan nyata bagi kabupaten dan kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Bertepatan dengan Hari Anak Sedunia, Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) menyerukan darurat pemenuhan air bersih lewat webinar bertajuk “Harmoni Langkah untuk Akses Air Bersih di Lembata”.

Langkanya akses air bersih mengakibatkan masyarakat di NTT harus berjalan kaki hingga lima kilometer untuk memenuhi kebutuhan air keluarga. Tanggung jawab ini bahkan sering dibebankan kepada anak perempuan. Akibatnya, anak perempuan kehilangan waktu bermain dan belajarnya karena kelelahan. Belum lagi mereka rentan risiko kekerasan di perjalanan mengambil air bersih. Kelangkaan akses air bersih pun berdampak pada tingginya angka stunting di NTT. Studi Status Gizi Balita Kementerian Kesehatan RI tahun 2019 menunjukkan bahwa NTT merupakan provinsi dengan angka prevalensi stunting tertinggi di Indonesia hingga mencapai 43,8 persen.

Ibu Dini Widiastuti, Direktur Eksekutif Plan Indonesia menyerukan bahwa dalam menangani stunting, pemenuhan gizi anak adalah kunci tapi tidak kalah penting dengan pemenuhan ketersediaan air bersih dan sanitasi yang baik. “Hari Anak Sedunia kembali menjadi pengingat bahwa hak dasar akses kesehatan anak belum terpenuhi. Padahal, setiap anak berhak tumbuh dan berkembang di lingkungan yang positif dan sehat dengan akses air bersih berkelanjutan,” tambah Ibu Dini.

Survei Sosial Ekonomi Nasional 2019 menunjukkan bahwa 27,5 persen keluarga tidak memiliki akses air minum yang layak. Di NTT secara khusus, baru 54,4 persen rumah tangga memiliki fasilitas cuci tangan dan sabun dan air bersih di NTT, menjadikannya provinsi dengan persentase terendah kedua di Indonesia untuk proporsi rumah tangga yang memiliki fasilitas tersebut.

Mala, alumni sponsored child (SC) Plan Indonesia Area Lembata mengungkapkan,  “Di Lembata, kami sulit mendapatkan akses air bersih. Saat pulang sekolah, anak-anak harus berjaga dan mengantri di sumur untuk mendapatkan air bersih sehingga kami tidak bisa belajar dan rentan terhadap penyakit terutama di masa pandemik COVID-19. Kami rindu akses air bersih yang mengalir ke rumah kami. Sehingga anak-anak seperti saya dapat bertumbuh kembang dengan baik, sehingga kami memiliki masa depan yang lebih baik.”

Webinar ini juga merupakan rangkaian acara dari Jelajah Timur: Run for Equality, sebuah kampanye penggalangan dana untuk membangun akses air bersih di desa-desa di NTT demi mencegah stunting pada anak. Dalam rangkaian kampanye Jelajah Timur tahun ini, setidaknya 40 pelari dan 24 komunitas dari berbagai kota berpartisipasi dan turut serta menggalang dana. Salah satunya Kak Adita Irawati, Staf Ahli Menteri Perhubungan sekaligus Perwakilan Pelari 100 KM Jelajah Timur 2021.

“Jelajah Timur 2020 memberi pengalaman sangat berkesan buat saya, karena selain berlari menyusuri indahnya Nagekeo hingga Bajawa, saya berkesempatan berjumpa dengan anak-anak di Desa Tedakisa, Nagekeo dan melihat langsung instalasi air bersih yang sudah dibangun hasil dari Jeltim tahun sebelumnya. Saya sangat mendukung program yang ditujukan untuk memenuhi akses air bersih di kawasan yang sulit air seperti di NTT. Karena menyediakan air bersih berarti mempersiapkan generasi masa depan Indonesia yang lebih sehat dan berkualitas, termasuk untuk masa depan anak-anak yang ada di NTT,” ungkap Kak Adita.

“Melalui Jelajah Timur, Plan Indonesia akan terus bekerja untuk memenuhi hak anak dan kesetaraan bagi anak perempuan. Kami mengajak seluruh masyarakat dan para pemimpin untuk wujudkan mimpi akan akses air bersih berkelanjutan untuk tumbuh kembang anak,” tutup Ibu Dini.

Tahun ini, semua masyarakat dapat berpartisipasi dalam pemenuhan hak atas air bersih dengan mengikuti Ultra Marathon 100KM di Pulau Lembata pada 26-27 November, berlari serentak di 34 provinsi pada 27 November, atau mengikuti virtual run Jelajah Timur 2021 sepanjang bulan Oktober hinga November 2021. Pendaftaran virtual run masih dibuka hingga hari ini melalui aplikasi virtuathlon. Selain berpartisipasi dengan berlari maupun bersepeda, masyarakat juga dapat mendukung misi Plan Indonesia melalui donasi di kitabisa.com/jelajahtimur.

(Foto : Ist)

 

 

 

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *