Kalian pasti pernah memakai celana jeans kan? Celana berbahan denim agak tebal dan nggak mudah sobek ini ternyata diciptakan oleh seorang pemuda untuk para pekerja tambang di Amerika Serikat.

Sekitar tahun 1850, seorang pemuda berusia 20 tahun bernama Levi Strauss memutuskan untuk pindah dari Eropa ke San Fransisco, Amerika Serikat. Ia berniat untuk menjual bahan tekstil dan tenda kanvas yang dibawanya kepada para penambang emas di Amerika.

Seluruh barang dagangannya habis terjual kecuali tenda yang terbuat dari kain kanvas. Levi kemudian mendapatkan ide untuk memotong kain kanvas tersebut dan menjahitnya hingga menjadi beberapa celana panjang.

Blue Jeans

Tak disangka, para pekerja tambang emas menyukai celana bikinan Levi. Celana-celana tersebut akhirnya laris terjual. Kain kanvas kemudian diganti dengan bahan celana yang dipesan dari Genoa, Italia. Para pemintal di Genoa menyebut bahan ini dengan nama ‘genes’. Levi memasarkan celana buatannya tersebut dengan sebutan ‘blue jeans’. Nama blue jeans dipakai karena, Levi mencelupkan bahan celana tersebut ke dalam pewarna indigo.

Celana blue jeans ini juga sangat digemari oleh para pekerja tambang. Soalnya, celana buatan Levi sangat kuat dan tidak mudah robek ketika dipakai untuk menambang.

Levi’s

Sejak itulah, Levi mulai memproduksi celana jeans dalam jumlah banyak. Hampir seluruh pekerja tambang di Amerika mengenakan celana jeans buatan Levi. Sehingga muncullah istilah ‘Those pants of Levi’s’ (celana si Levi). Celana buatan Levi tersebut akhirnya dikenal dengan nama Levi’s. Nama itu kemudian dijadikan merek dagang setiap celana jeans yang dibuat. Makanya, sekarang kita sering menyebut celana jeans ini celana Levi’s. (JFK/Nov)

You may also like
Latest Posts from

1 Comment

  1. hahaha
    baru tau saya sejarahnya kenapa di namankan levi’s
    terima kasih sudah berbaigi min

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *