Kasus perundungan (bullying) di kalangan pelajar Indonesia kian bertambah. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menemukan sekitar 253 kasus sejak 2011 hingga 2016. Kondisi ini melatarbelakangi YUPI, produsen permen gummy di Indonesia, untuk meluncurkan kampanye Let’s Speak Up! yang digelar mulai September 2017.

Bullying biasanya didefinisikan sebagai niat atau tindakan untuk menyakiti orang lain berulang kali; mulai dari serangan fisik dan verbal, pengucilan sosial, penyebaran rumor dan penindasan di dunia maya (media sosial).

Apakah kamu pernah di-bully atau mengalami perlakuan tidak menyenangkan di lingkungan sekolah? Mungkin diancam, dihina, diejek, dipukul, dan sebagainya? Jika iya, kamu tak sendiri. Bahkan, tokoh terkenal di dunia semacam Presiden Amerika Bill Clinton, penyanyi Taylor Swift, atau Christian Bale si aktor pemeran Batman, juga pernah di-bully sewaktu di sekolah.

Ya, sekolah, bagi sebagian siswa, malah menjadi area yang menakutkan. Hal ini menjadi masalah serius. “Banyak dampak yang bisa terjadi dari kasus bully baik secara psikologis, mental, dan juga fisik. Remaja kebanyakan belum dapat mengidentifikasi hal-hal di sekeliling mereka, sehingga tidak mendapatkan solusinya. Lantas mereka mencari jalan keluar lain seperti mem-bully – korban bisa menjadi pelaku dan pelaku dapat menjadi korban pula,” jelas Ibu Yasinta Indrianti, M.Psi, psikolog dari EduPsycho Research Institute pada konferensi pers YUPI Let’s Speak Up beberapa waktu lalu.

Let’s Speak Up! mengajak anak-anak usia sekolah untuk berani bersuara dan menyebarkan sikap positif yang dimilikinya. Selain itu, tahun 2017 ini, YUPI juga telah meluncurkan salah satu produknya yaitu ‘Love Gummy’ yang berbentuk hati, sebagai bentuk ajakan untuk terus menebarkan rasa cinta.

“Pihak kami berharap dapat terus menyuarakan semangat positif dan ceria bagi para remaja maupun penikmat permen gummy, sebagaimana halnya mengunyah YUPI memberikan sensasi happy. Selain menggelar rangkaian program edukasi mengenai bullying ke beberapa sekolah di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi, kami juga akan menyelenggarakan Yupi Got Talent, di mana aktivitas ini nantinya menjadi ajang para remaja untuk berekspresi, tampil percaya diri, serta menunjukkan bakat mereka,” ujar Ibu Anna Lumintang, Marketing Manager PT. Yupi Indo Jelly Gum.

Lewat ajang talent yang rencananya dimulai pada bulan Januari 2018 mendatang, pihaknya berharap anak-anak dan remaja dapat memupuk jiwa persaingan secara positif dan berprestasi, bukannya menjatuhkan atau saling menyalahkan.

Ibu Yasinta menambahkan, sikap positif para remaja dapat memutus rantai perilaku negatif sehingga secara psikologis dan emosional mereka dapat lebih cemerlang dan berprestasi. Karena itu harus dipastikan orangtua dan guru bisa menjadi teman dan pelindung yang dapat memberikan solusi dari hal-hal yang mereka hadapi di masa remaja. (Efa)

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *