Lebaran sebentar lagi tiba, tapi Nina tampak sedih. “Nina, ada apa?” tanya Adin, teman sekelasnya. “Lebaran nanti, Kakek dan Nenek mau datang dari desa. Mereka akan tinggal bersama kami seterusnya,” jawab Nina. “Wah, senang sekali. Tapi, kenapa kamu malah murung?” ucap Adin bingung. “Kakek dan Nenek belum lama ini terkena musibah tanah longsor. Mereka kehilangan rumah dan banyak kenalan mereka yang tewas. Kata Papa dan Mama, Kakek dan Nenek sampai sekarang masih bersedih,” cerita Nina.

“Aku mengerti, Nina. Kau ingin membuat perayaan Lebaran di rumah untuk Kakek dan Nenekmu, agar mereka bisa melupakan kesedihannya, kan?” tebak Adin. “Iya!” seru Nina terharu.  “Aku bisa masak, tapi kurasa makanan enak tidak cukup untuk menyenangkan Kakek dan Nenek,” ujar Nina. “Bagaimana kalau menghias rumah dengan hiasan khas Lebaran? Kita bisa membuat hiasan berbentuk ketupat dari pita. Aku akan membantumu,” usul Adin.  “Terima kasih, Adin. Kau hebat,” seru Nina melompat bahagia.

Mereka pun membeli bahan-bahan untuk membuat hiasan. Adin mengajarkan cara menganyam ketupat hiasan pada Nina. Setiap pulang sekolah, mereka selalu menyempatkan diri untuk membuat anyaman ketupat bersama-sama. Tapi, dengan semua kesibukan mereka yang lainnya, Nina ragu apakah hiasannya bisa selesai pada waktunya.

Suatu hari, setelah sekolah usai, Nina dan Adin berjalan bersama ke ruang kelas untuk melanjutkan menganyam ketupat hiasan. “Aku merasa ada yang mengikuti,” bisik Adin sambil menoleh ke belakang. “Adin, aku jadi takut,” jawab Nina. “DOR!” suara keras mengagetkan Nina dan Adin. Keduanya melompat kaget. “Norman!” seru Nina kesal.

Norman adalah anak yang terkenal jahil di sekolah.  “Kalian sedang apa, sih? Selalu berduaan kalau sekolah selesai,” tanya Norman penasaran. Nina terpaksa menceritakan tentang Kakek dan Neneknya. “Kalau boleh, aku ingin membantu juga. Aku bisa ajak teman-teman lain,” usul Norman. Nina dan Adin terkejut, saling berpandangan. “Kenapa?” tanya Nina. “Aku juga pernah mengalami kejadian sepertimu. Jadi, aku mengerti perasaanmu,” kata Norman tersenyum. “Terima kasih,” ucap Nina terharu.

Berkat bantuan Norman dan teman-teman lainnya, Nina berhasil menyelesaikan anyaman ketupat hias tepat pada waktunya. Akhirnya, Lebaran pun tiba. Nina menunggu keluarganya di depan pintu rumah. Dari jauh, terlihat mobil Papa datang bersama Kakek dan Nenek di kursi belakang. “Kakek! Nenek!” seru Nina sambil melambaikan tangan.

Ketika masuk ke dalam rumah, Kakek dan Nenek terkejut melihat rumah Nina dipenuhi dekorasi yang meriah dan indah. “Aku membuatnya bersama teman-teman sekolah. Mereka juga berpesan agar Kakek dan Nenek tidak sedih lagi,” jelas Nina.

Kakek dan Nenek memeluk Nina. “Terima kasih, Nina. Kau cucu yang baik. Kami senang sekali bisa tinggal bersamamu,” ujar Kakek dan Nenek kembali ceria. Tak lama kemudian, Adin, Norman, dan teman-teman lain datang ke rumah Nina. Kakek dan Nenek menyapa mereka dengan hangat dan penuh rasa terima kasih.

 

 

 

 

Cerita: Seruni      Ilustrasi: JFK

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *