Jauh di masa depan, karena pemanasan yang tidak bisa dibendung lagi di Bumi, seluruh es yang ada di Kutub, mencair. Banyak kota besar dan maju di dunia, tenggelam.  Sebagai gantinya, kota-kota baru bermunculan.

Salah satu di antara kota baru itu adalah Kota Zing. Di kota ini, tinggal kakak beradik bernama Galu dan Gala. Galu adalah ahli masak dan  pemilik restoran terkenal di Kota Zing. Gala adalah adik Galu yang bekerja sebagai ilmuwan.

Walikota meminta Galu untuk ikut lomba membuat kue. Galu harus menang karena hadiah dari perlombaan ini adalah bibit tumbuhan yang sangat berharga. Ya, pada zaman ini, makanan yang didapat di lahan alami sangat sulit didapatkan, karena iklim yang sudah berubah. Semua makanan dibuat di laboratorium dan ditanam di  rumah kaca.

Suatu hari, ada kejadian di rumah Galu dan Gala. Dari dapur terdengar suara keras dan Galu berseru kaget. “Galu! Kau tidak apa-apa?!” tanya Gala khawatir. Rupanya, tembok dapur runtuh. “Aku tidak apa-apa. Untung saja aku tidak berada di dapur,” jawab Galu.

Gala mengambil sebuah buku di antara reruntuhan tembok. “Buku apa itu?” tanya Galu. “Ada nama nenek buyut kita di sini!” jawab Gala. “Aku ingat, katanya nenek buyut kita adalah ahli masakan yang hebat,” kata Galu. “Dan dia juga ilmuwan sepertiku!” tambah Gala. “Gala, jangan-jangan buku ini adalah kumpulan resep dari nenek buyut kita. Kalau benar, ini bisa membantumu memenangkan perlombaan membuat kue!” Galu berkata antusias.

Ternyata, buku itu adalah catatan nenek buyut mereka tentang lebah. “Rupanya, di buku ini ada peta tempat koloni lebah yang sudah hampir punah, tinggal! Luar biasa!” seru Gala takjub.  “Bukankah lebah, serangga yang bisa merusak pohon buah? Lebah mengambil serbuk sari sehingga pohon tidak berbuah. Pohon buah sekarang sudah sedikit. Sudah menjadi aturan bahwa lebah harus dibasmi,” kata Galu. “Tapi, lebah menghasilkan madu alami yang sangat lezat, bukan madu buatan seperti yang biasa kita makan. Galu, bagaimana kalau kau membuat kue dari madu? Aku yakin kau pasti menang!” ucap Gala mengutarakan sarannya pada Galu. “Ayo, kita pergi mencari koloni lebah ini,” ajak Galu.

Dengan pengetahuan dan keterampilan Gala sebagai ilmuwan, kakak beradik itu berhasil mengambil madu dari koloni lebah. Galu membuat kue dari madu alami, dan dia memenangkan lomba membuat kue. Hadiah bibit tanaman diserahkan pada Galu.

Ketika walikota mengundang Galu dan Gala untuk menyerahkan penghargaan, kakak beradik itu menyerahkan buku catatan dari nenek buyut mereka pada pemimpin Kota Zing. “Ternyata, lebah bukan musuh kita!” seru walikota terkejut. “Benar sekali. Lebah membantu penyerbukan tanaman. Atas bantuan merekalah kita bisa makan buah-buahan lezat,” kata Galu dan Gala.

Maka walikota pun meminta agar koloni lebah yang tersisa di Kota Zing dilindungi. Galu dan Gala menanam bibit tanaman hadiah lomba kue. Rupanya, bibit tanaman itu adalah tanaman buah-buahan! Dan dengan bantuan lebah-lebah Kota Zing, perlahan tapi pasti, pohon buah-buahan tumbuh dengan sempurna.

 

 

 

 

Cerita: Seruni     Ilustrasi: Agung

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *