Di Negeri Oro, ada sebuah layang-layang tua yang dihormati, bernama Fas. Awalnya, ia disimpan di museum, kemudian dipindahkan ke Istana Oro. Di istana, Fas berkenalan dengan Putri  Clea, calon Ratu Negeri Oro. “Selamat datang di Istana Oro, Fas. Ibuku, Sang Ratu, yang memerintahkan untuk memindahkanmu. Kuharap kau suka di sini,” sambut Putri Clea. “Terima kasih, Putri Clea,” ucap Fas tersenyum gembira.

Putri Clea dan Fas bersahabat baik. Ketika cuaca cerah, Putri Clea mengajak Fas melayang di angkasa. Fas juga bertemu dengan layang-layang lain. Sayangnya, mereka semua iri dengan Fas yang berteman akrab dengan Putri Clea. “Kenapa hanya si tua Fas saja yang bisa tinggal di istana?” tanya salah satu layang-layang. “Kita juga layang-layang, harusnya bisa tinggal di istana dan jadi teman Putri Clea!” seru layang-layang lain.

Suatu hari, Putri Clea mendengar keributan di luar istana. “Putri Clea, di langit istana berkumpul layang-layang dalam jumlah banyak. Mereka ingin berbicara dengan Anda!” seru seorang penjaga istana. Putri Clea pun segera menemui kumpulan layang-layang itu.

“Putri, ijinkan kami tinggal di istana seperti Fas,” pinta mereka. “Aku tidak bisa melakukan itu. Hanya yang berjasa bagi Negeri Oro saja yang bisa tinggal di istana. Ini peraturan yang harus ditaati oleh semua orang, termasuk Ibuku dan aku,” jelas Putri Clea. “Kalau begitu, apa jasa si tua Fas?” tanya salah satu layang-layang.

Tiba-tiba, langit berubah gelap. Seketika kilat menyambar dan seakan hidup. Putri Clea, para prajurit, dan layang-layang ketakutan. “Cepat berlindung di dalam istana!” seru Ratu Negeri Oro, Ibu Putri Clea.

“Apa yang terjadi, Ibu? Aku pernah mendengar Kerajaan Oro punya musuh monster kilat yang ingin menghancurkan kita. Apakah kilat yang mengerikan tadi adalah monster itu?” tanya Putri Clea. “Benar,” jawab Ratu Negeri Oro.

“Aku harus pergi melawan monster kilat. Dulu, aku tidak bisa mengalahkannya. Saat ini, aku harus bisa. Ini adalah tugas keluargaku dan aku,” ungkap Fas. Layang-layang lain terkejut mendengar perkataan Fas. “Jadi, itukah jasa Fas?” tanya mereka.

“Fas, kau dan keluargamu selalu sendirian melawan monster hebat, itu jelas hal yang mustahil. Sekarang pun kau pasti akan kalah,” sergah Putri Clea. “Kecuali jika ada bantuan,” lanjut Sang Putri sambil memandang layang-layang lain. “Fas, kami akan membantumu! Ayo lawan monster kilat bersama-sama,” seru para layang-layang. Mereka kagum akan kesetiaan Fas dan keluarganya terhadap Negeri Oro.

Fas pun memimpin layang-layang lain melawan monster kilat. Mereka melubangi awan hitam yang menggantung di langit. Seketika kegelapan menghilang dari langit dan monster kilat lenyap. Kerajaan Oro pun bersukacita. “Putri Clea, bolehkah layang-layang lain tinggal juga bersamaku di istana?” tanya Fas. “Tentu saja boleh, mereka telah berjasa,” ujar Putri Clea dan Sang Ratu setuju. Fas kini tidak sendirian, dia berteman dan mendidik layang-layang lain tentang kasih sayang, pengorbanan, dan kesetiaan.

 

Cerita: Seruni    Ilustrasi: JFK

 

You may also like
Latest Posts from

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *