Sebagai garda terdepan dan ujung tombak peperangan melawan pandemi virus Corona, peran tenaga medis sangat dibutuhkan. Di sisi lain, ketersediaan tempat beristirahat yang layak bagi mereka saat ini menjadi masalah yang tak bisa dianggap sepele.

Moms dan Dads pasti tahu bahwa tenaga medis merupakan profesi dengan tingkat kerentanan sangat tinggi untuk terpapar COVID-19. Bagaimana tidak, mereka bersinggungan langsung menangani pasien dengan frekuensi cukup sering. Kesehatan mereka pun terancam. Bahkan hingga 26 April 2020, sudah lebih dari 40 tenaga medis yang meninggal setelah menjalankan tugas berperang melawan Covid-19.

Tak hanya itu, banyak di antara petugas medis mengalami dilema. Di satu sisi, mereka harus merawat para pasien dan sangat rentan tertular. Di sisi lain, mereka pun takut pulang ke rumah dan menularkan virus kepada keluarga mereka.
Masalahnya, meski sejumlah pemerintah daerah telah menyediakan tempat penginapan khusus bagi tenaga medis yang terlibat dalam penanganan COVID-19, jumlahnya tidak mencukupi. Masih banyak tenaga medis yang akhirnya terpaksa menginap di rumah sakit dengan fasilitas seadanya, karena tidak tercukupinya tempat peristirahatan. Akhirnya mereka tidur di kursi, lantai atau matras tipis. Padahal, mereka buruh istirahat  yang cukup dan nyaman karena stamina yang kuat adalah modal utama bertahan di tengah pandemi ini.

“Sekarang ini, tenaga medis sudah mulai lelah fisik dan mental. Pakaian APD (baju hazmat_red) lengkap yang kayak robot itu, panasnya bukan main. Satu jam saja pakai, sudah capek, ditambah keringat di badan. Itu saja sudah merupakan tekanan fisik. Belum lagi lelah mental karena khawatir tertular dari pasien atau takut menularkan kepada keluarga. Sehingga banyak tenaga medis yang memilih tidak pulang ke rumah.  Bahkan ada yang ditolak di lingkungannya karena dianggap ancaman, entah tetangga, rumah kos/kontrakan, dan sebagainya. Ini sering dialami rekan-rekan medis,” ujar Direktur Pembinaan Umum (Dirbinum) Rumah Sakit Kepresidenan RSPAD Gatot Soebroto Jakarta, Kolonel dr. Abraham Arimuko pada diskusi daring DANA x Habitat for Humanity Indonesia di Jakarta, Jumat (24/04) lalu.

Mengingat kondisi ketersediaan tempat singgah untuk tenaga medis beristirahat sudah sangat kritikal, Yayasan Habitat Kemanusiaan Indonesia berupaya membantu dengan menghadirkan solusi berupa penyediaan tempat beristirahat yang memenuhi standar melalui gerakan #TempatSinggahPejuangMedis.

Untuk itu, mereka berkolaborasi dengan dompet digital Indonesia, DANA, yang telah siap dengan Siap Siaga COVID-19 – sebuah miniprogram di dalam apps DANA yang didedikasikan khusus untuk menggerakkan ekosistem masyarakat digital untuk bersatu, bersinergi, dan bahu-membahu melawan COVID-19.

Cara untuk berpartisipasi dalam gerakan #TempatSinggahPejuangMedis sangat mudah. Masyarakat yang belum menjadi pengguna dapat mengunduh aplikasi dompet digital DANA. Selanjutnya, masyarakat pengguna DANA dapat membuka halaman muka aplikasi, kemudian menyentuh tombol Discover yang terletak di bagian pojok kanan atas. Kemudian klik ‘Bantu Sesama Lawan Corona’ dan pilih donasi ‘Tempat Singgah Pejuang Medis Melawan COVID-19’.

Dikatakan Susanto, Direktur Nasional Yayasan Habitat Kemanusiaan Indonesia, target sementara adalah membantu sekitar 600 tenaga medis yang bekerja di RS Rujukan COVID-19 agar dapat beristirahat dengan nyaman selama masa pandemi (sekitar 60 hari).  Dalam hal ini, mereka memilih hotel sebagai tempat peristirahatan. “Kami memilih kamar hotel karena sudah siap pakai, dan ada fasilitas sarapan, transportasi pulang-pergi ke rumah sakit pun kami upayakan sediakan. Sementara ini kami bekerja sama dengan jaringan hotel OYO, namun selalu terbuka dengan jaringan hotel lain, dengan syarat hotel tersebut tidak menerima tamu masyarakat umum, melainkan hanya untuk staf medis yang menangani COVID-19,” ujarnya.

Saat ini, katanya, mereka sudah bekerja sama dengan 4 RS Rujukan COVID-19. Dan hotel yang dipilih sebagai tempat peristirahatan, diusahakan letaknya berdekatan dengan RS di mana staf medis melayani, sehingga mempermudah mobilitas.

“Ini programnya masih baru ya, tapi dari donasi yang hingga kini terkumpul, baru 10 persen dialokasikan, jadi sudah membantu mencarikan tempat singgah sekitar 60 petugas medis,” katanya yang menargetkan jumlah donasi yang terkumpul sekitar 5 Miliar untuk fase pertama. “Harapannya sih seperti itu sehingga bisa semakin banyak tenaga medis yang terbantu,tapi berapapun jumlah donasi yang datang, kami terima,” katanya.

Sementara itu, Vincent Iswara, CEO dan salah satu founder DANAmengaku optimis Indonesia bisa menghadapi tantangan yang muncul akibat dampak COVID-19. “Ini saatnya kita bersatu, semua pihak siapapun itu, tak ada istilah kompetitor dalam hal berjuang melawan Covid-19. Semakin banyak pemain, makin baik,” katanya.

“DANA sangat mendukung program ini. Petugas medis adalah salah satu komponen masyarakat yang paling penting di masa pandemi COVID-19 ini. Tanpa mereka kita semua akan panik dan situasi bisa lebih parah lagi. Mereka adalah garda terdepan yang harus kita support. Lewat platform digital, kita bisa berinteraksi membantu pejuang medis tanpa harus kontak fisik. Tenaga medis bukan sekedar pejuang, melainkan pahlawan,” tutupnya.

Bila Moms dan Dads tergerak membantu menyediakan #TempatSinggahPejuangMedis, silakan langsung mengunduh aplikasi DANA dan membuka laman mini program Siap Siaga COVID-19 dan berdonasi sesuai kerelaan.

(Foto: Istimewa)

 

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *