“Uang kamu kenapa bisa hilang?” tanya Neni. “Tadi uangnya sudah kumasukkan ke dalam tas. Tapi barusan aku periksa, tak ada,” jawab Emma panik sambil memeriksa isi tasnya.

Emma lantas beradu pandang dengan Neni. “Jangan-jangan ini adalah kesialan lagi,” ujar Emma pelan. “Iya, aku jadi merasa bersalah. Karena kalian dekat sama aku, kalian jadi tertimpa kesialan terus,” tutur Neni. “Tenang saja, kita akan cari penyebab kutukan ini,” timpal Emma sambil mengelus bahu Neni.

Saat jam istirahat,

“Kita harus ngobrol sama Indra Siahaan, deh. Dia mungkin tahu jawaban dari kesialan kita,” usul Emma. “Iya, ayo kita cari ke kelas sebelah,” ajak Neni. Keduanya lalu berjalan menuju kelas Indra. Namun, Indra tak terlihat di bangkunya.

Emma pun bertanya ke teman sebelah Indra. “Indra kemana, ya?” tanya Emma kepada seorang anak laki-laki. “Indra nggak masuk, katanya sakit,” jawab anak laki-laki tersebut.

Emma dan Neni lalu berjalan keluar kelas. “Tumben, si Indra itu jarang sakit, lho. Dia itu termasuk anak yang rajin masuk sekolah,” ucap Emma. “Wah, jangan-jangan dia juga terkena kesialan karena berteman dengan aku,” imbuh Neni. “Bagaimana kalau nanti sepulang sekolah, kita langsung jenguk Indra?” tanya Emma. “Baiklah!” jawab Neni penuh semangat.

Kriiiing… Kriiiing…

Bel berbunyi tanda pelajaran telah berakhir. Emma dan Neni kemudian membereskan buku-buku dan tasnya. Mereka hendak menjenguk Indra. “Kamu tahu rumahnya?” tanya Neni. “Tahu, tak jauh dari sekolah. Jalan kaki 10 menit juga sampai, kok,” jawab Emma sambil berjalan keluar sekolah.

Benar saja, 10 menit kemudian, Emma dan Neni sampai di sebuah rumah tingkat yang cukup besar. Ada sebuah mobil Ford Fiesta terparkir persis di dalam garasi. Emma lantas menekan bel. Tak lama kemudian, seorang wanita paruh baya keluar dari pintu rumah. Dialah Bunda dari Indra. “Halo, kalian mencari siapa?” tanyanya dengan ramah. “Kami mau menjenguk Indra, katanya sedang sakit, ya, Tante?” tanya Emma.

“Oh, kalian temannya Indra. Iya, Indra sakit sejak tadi malam. Ayo, silakan masuk,” jawab Bundanya Indra sambil membukakan pintu pagar. Emma dan Neni lalu duduk di ruang tamu.

Dari arah tangga, terdengar suara langkah kaki. Ternyata, Indra keluar kamar dengan berjalan perlahan. Namun, ia memakai masker di wajahnya. “Halo, teman-teman!” sapa Indra pelan. “Kamu sakit apa?” tanya Emma penasaran.

“Aku juga nggak tahu sakit apa, yang pasti sejak tadi malam mataku merah dan kulit di sekitar mulutku memerah,” jawab Indra sembari membuka masker di wajahnya. Emma dan Neni terkejut bukan main. Memang terlihat di sekitar mulut Indra ada bercak-bercak merah. Kedua mata Indra juga nampak merah.

“Kata dokter bagaimana?” tanya Neni. “Dokter bilang ini penyakit kulit biasa, tapi belum pasti,” jawab Indra. “Sebelum aku sakit begini, sebenarnya kemarin sore aku sempat melihat cewek berambut keriting mirip Neni di halaman rumahku. Barulah tadi malam sebelum tidur, mata dan kulitku jadi begini,” cerita Indra.

“Kesialan lagi?” tanya Emma sambil memandang Neni dan Indra. (BERSAMBUNG)

 

Cerita: JFK     Ilustrasi: JFK

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *