KidZania Congrezz 2016 - 2018, Bijak Dalam Menggunakan Informasi dan Berkomunikasi di Era Digital (Foto: Efa)

Sebagai generasi Z yang lahir di atas tahun 2000, teman-teman pasti sudah melek teknologi. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi di era digital ini, sangat pesat. Dengan sekali klik lewat sentuhan jari, segala informasi bisa kita ketahui dari internet.

Namun, tak semua informasi yang kita terima atau baca, benar adanya. Tak jarang, berita bohong alias hoax beredar yang membuat masyarakat resah. Inilah salah satu permasalahan yang diangkat dalam sidang ke-7 KidZania Congrezz 2016-2018.

Nah, pada hari Kamis (13/125/18), anggota KidZania Congrezz yang disebut Congrezz Kids, berkunjung ke Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kemkominfo).

Di sana, mereka bertemu dan melakukan diskusi tatap muka dengan Dra. Mariam F. Barata, Direktur Tata kelola Aplikasi Informatika didampingi staf-nya. Mengangkat tema “Bijak dalam Menggunakan Informasi dan Berkomunikasi di Era Digital,” para Congrezz Kids mengajukan berbagai pertanyaan kritis dan cerdas.

Menanggapi Berita Bohong

Salah satunya adalah bagaimana menanggapi berita hoax. Para anggota Congrezz lantas membagikan pengalamannya. Randi, pernah menerima pesan lewat WhatsApp yang menyatakan bahwa Jakarta digoncang gempa berkekuatan 9,5 skala Richter.

Anggota Congrezz yang lain, menerima pesan yang berisi bahwa baterai ponsel akan terisi penuh bila pesan diteruskan ke 3 teman lainnya. Mendengar ini, seluruh peserta Congrezz tertawa. Konyol banget berita bohong itu, ya, Kids, hehe…

Ada pula yang menerima pesan berisi berita bahwa seorang selebriti terkenal tanah air, meninggal dunia. Padahal faktanya, orang tersebut masih hidup dan sehat sentosa.

Menanggapi berita hoax, Ibu Mariam mengatakan bahwa masyarakat Indonesia harus menjadi konsumen yang cerdas dan cermat di era digital ini.

Anggota KidZania Congrezz 2016 – 2018 berfoto bersama Ibu Dra. Mariam F. Barata, Direktur Tata Kelola Aplikasi Informatika (tengah) seusai acara Sidang KidZania Congrezz ke-7 yang berlangsung di Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Kamis (13/12/18)

“Kalau menerima berita, kita harus check dan re-check. Apakah berita itu benar atau tidak, cek dulu kepada sumber yang terpercaya. Lantas jika benar, pikir lagi, apakah hal tersebut bermanfaat atau tidak bila diteruskan kepada orang lain. Dan, sebaliknya, apabila ternyata berita tersebut adalah hoax, stop dan jangan disebarkan luaskan, agar kita juga tidak menjadi pelaku penyebar hoax,” ujarnya.

Tindakan Tegas Kemkominfo

Untuk mengatasi permasalahan penyebaran hoax, Ibu Mariam mengatakan bahwa Kemkominfo gencar melakukan edukasi dan pembinaan kepada masyarakat. Juga melakukan tindakan penindakan melalui UU ITE (Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik). “Kita kan negara hukum, jadi kalau sudah meresahkan dan merugikan masyarakat, pelaku harus ditindak. Seperti polisi, Kemkominfo juga punya ‘detektif’ yang mengusut pelanggaran dunia maya, yang disebut ahli digital forensik,” katanya.

Jadilah konsumen yang cerdas di era digital dengan melakukan check dan re-check terhadap berita yang beredar

Tak hanya soal hoax, anggota sidang juga mendiskusikan masalah bagaimana agar bijak menggunakan media sosial, cara Kemkominfo mensosialisasikan penggunaan internet yang sehat dan aman di kalangan anak-anak sekolah, perihal kejahatan dunia maya (cyber crime), dan banyak lagi.

Laporkan Bila Perlu!

Sidang yang berlangsung hampir 2 jam, tak terasa panjang dengan adanya diskusi langsung dengan pihak Kemkominfo. Terakhir, tak lupa Ibu Mariam mengingatkan, saat berselancar di dunia maya dan tanpa sengaja/sengaja menemukan konten atau situs yang berbau SARA (suku, agama, ras dan antar golongan) atau merugikan lainnya, bisa mengadukan ke Kementerian Kominfo melalui https://aduankonten.id/

“Saat menggunakan internet, terkadang tiba-tiba muncul di layar komputer atau ponsel, situs yang berbau SARA, pornografi, dan sebagainya. Padahal kita tidak men-download. Nah, kita bisa laporkan. Lakukan screenshot, catat link-nya dan adukan ke aduankonten.id agar ditindaklanjuti oleh Kemkominfo,”  imbau Ibu Mariam.

Banyak sekali pengetahuan yang diperoleh anggota Congrezz. Selanjutnya, mereka akan merumuskan hasil sidang dan menyebarkannya kepada teman-teman di sekolah.

Yuk, Kids, mulai sekarang, kita harus bijak dan cermat dalam mengolah informasi maupun berkomunikasi di era digital. Kalian siap? (Foto: Efa, Ilustrasi: JFK)

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *