Kunjungan Virtual ke Pabrik AQUA: Mengintip Proses Pengemasan Galon Tanpa Sentuhan Tangan Manusia

Kita sangat membutuhkan air bersih dalam kehidupan sehari-hari. Tak hanya untuk air minum, namun juga untuk keperluan rumah tangga, seperti memasak. Kebutuhan air tersebut bisa kita dapatkan dengan beragam cara, bisa dari air di lingkungan sekitar atau air mineral dari produsen.

Hal tersebut diungkapkan oleh  Eko Hari Purnomo, Pakar Teknologi Pangan Institut Pertanian Bogor dalam bincang media virtual pada hari Selasa (18/08). “Kalau air biasa yang kita peroleh dari lingkungan sekitar, itu harus dimasak dahulu untuk membunuh mikroba. Kalau mutu air bakunya bagus, bisa dipakai sebagai sumber air minum keluarga. Tapi kalau ragu, kita bisa memilih sumber alternatif  lain, yakni air mineral yang diproduksi oleh produsen secara komersil,” katanya.

Sumber Air Pegunungan Terpilih

Ya, sekarang ini, banyak rumah tangga terutama di perkotaan, memilih air kemasan galon guna ulang untuk air minum maupun memasak. Sebagai ibu alias manajer rumah tangga, Moms pasti melalui berbagai pertimbangan sebelum memilih air mineral sebagai sumber air minum keluarga. Pertimbangan pertama, tentu memilih produsen yang terpercaya, lalu produk yang dihasilkan berkualitas, bersih dan higienis.

Sebagai pelopor Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) dan Minuman Ringan di Indonesia yang didirikan tahun 1973, AQUA sangat memahami kebutuhan konsumen tersebut. Mereka menyatakan komitmennya untuk menjaga kemurnian dan kandungan mineral airnya terlindungi sejak diambil dari sumber air pegunungan, dikemas, dan didistribusikan ke rumah-rumah keluarga Indonesia.

Jaminan tersebut disampaikan pada sebuah perjalanan virtual ke salah satu pabrik AQUA di Ciherang, Jawa Barat, yang disiarkan langsung di YouTube SehatAQUA. Kunjungan virtual ini memperlihatkan bagaimana mereka menjaga sumber air serta ekosistem sekitarnya, melakukan pengemasan tanpa sentuhan tangan manusia sesuai dengan standar baik nasional maupun internasional.

Aqua memperlihatkan perlindungan air dari hulu ke hilir dalam kunjungan virtual ke pabrik di Ciherang, Bogor pada Selasa, 18 Agustus 2020. Acara ini turut dihadiri oleh Azwar Satrya Muhammad, AQUA Water Resources, Nature & Process Technology Director; Eko Hari Purnomo, Pakar Teknologi Pangan Institut Pertanian Bogor dan Shahnaz Soehartono, moderator.

Perjalanan virtual yang dipandu oleh Azwar Satrya Muhammad, AQUA Water Resources, Nature & Process Technology Director tersebut dimulai dengan mengunjungi sumber air yang berada di Ciherang. Dituturkan oleh Azwar, pemilihan sumber air Aqua melalui proses dan tahapan seleksi. “Tidak semua pegunungan bisa menjadi sumber air Aqua. Kami menyeleksi dengan memilih sumber air dari pegunungan vulkanik terpilih, yang  telah melalui proses penelitian yang cukup panjang dan melewati 9 kriteria dan 5 tahapan,” katanya.

Untuk menjaga kealamian sumber airnya, Aqua telah menanam 2,5 juta pohon di sekitar sumber air dan turut melestarikan 1.500 spesies flora dan fauna. Kealamian ekosistem sumber air tersebut terlindungi mengalir ke Rumah Sumber Air yang hanya bisa diakses oleh karyawan tertentu.

Seleksi Hingga Pengisian

Pada tahap selanjutnya, diperlihatkan pula proses seleksi dan pembersihan galon yang kembali ke pabrik setelah digunakan konsumen. Galon-galon tersebut dibersihkan dari kontaminan dengan standar quality control yang ketat sebelum masuk ke proses pengisian.

“Seluruh produk Aqua secara rutin diuji melalui 400 parameter kualitas untuk menjamin pemenuhan standar keamanan pangan yang telah ditetapkan oleh BPOM. Rangkaian proses yang disaksikan selama perjalanan virtual ini telah mengacu pada Standar Kualitas Internasional ISO 9001. Selain itu, fasilitas produksi kami telah tersertifikasi sistem jaminan keamanan pangan internasional Food Safety System Certification (FSSC) 22000,” jelasnya.

Dari proses pembersihan, kemasan galon yang sudah diseleksi masuk ke area pengisian di mana air dengan kandungan mineral yang masih terlindungi akan mengisi kemasan. Setelah pengisian, kemasan galon akan ditutup rapat dengan tutup khusus yang telah dipatenkan oleh AQUA, melindungi air dari pabrik hingga ke tangan konsumen. Kemasan galon AQUA juga dilengkapi double coding pada bagian tutup dan badan galon, serta tutup berteknologi double injection yang telah dipatenkan untuk mencegah pemalsuan produk. Seluruh tahapan ini dilaksanakan tanpa tersentuh tangan manusia guna menjamin kualitas produk tetap terjaga.

Seluruh produk air kemasan secara rutin diuji melalui 400 parameter kualitas untuk menjamin pemenuhan standar keamanan pangan yang telah ditetapkan oleh BPOM

“Aqua memilih sumber air dengan sangat hati-hati. Proses yang dilakukan dari menyeleksi, pencucian, pengisian galon dilakukan sangat ketat. Bila galon tak memenuhi standar fisik misalnya terdapat retak atau bocor maka akan didaur ulang. Semua proses ini tidak melalui sentuhan tangan manusia,” ungkap Azwar.

Teknologi Tinggi di Bagian Tutup

Dituturkan oleh Eko, bagian paling rawan dari kemasan galon guna ulang pada umumnya terletak di bagian tutup. “Fungsi kemasan salah satunya adalah untuk melindungi produk. Untuk itu, kemasan harus punya integritas yang memadai. Dari semua bagian kemasan, yang paling rentan mengalami kerusakan adalah bagian tutup. Bagian ini sangat penting sebagai pelindung produk dari segala cemaran. Jangan sampai tutup yang tidak berkualitas malah jadi jalan masuk mikroba atau cemaran lain, atau sebaliknya, sebagai jalan keluar produk air mineral dari kemasannya,” kata Eko panjang lebar.

Hal ini diamini oleh Azwar. Itulah sebabnya, katanya, tutup kemasan galon guna ulang Aqua menggunakan teknologi double injection. “Kita pilih teknologi ini karena keamanannya. Sistem ini memastikan penutupan botol galon dapat dilakukan dengan sempurna. Selain itu, teknologi ini sangat sulit untuk ditiru sehingga tutup galon double injection Aqua menjadi salah satu penanda keaslian kemasan galon Aqua dari produk yang palsu,” jelasnya.

Terapkan Protokol Kesehatan

Selain proses pengemasan galon guna ulang, dalam perjalanan virtual ini dijelaskan pula protokol keamanan dan kesehatan (health screening) baru yang wajib ditaati oleh seluruh pekerja di pabrik untuk menjamin keamanan dan kesehatan mereka saat bekerja.

Azwar mengatakan bahwa standar protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah selama pandemi, sudah lama diterapkan oleh perusahaan sejak awal produksi. “Seperti yang kita lihat, operator selalu dilengkapi dengan masker dan baju hazmat. Hal-hal seperti sanitasi seperti cuci tangan terlebih dahulu sudah merupakan kewajiban atau syarat mutlak bagi semua karyawan Aqua yang masuk ke dalam pabrik,” imbuhnya.

Perlindungan menyeluruh yang dilakukan oleh Aqua dari hulu hingga ke hilir ini dipandang positif oleh Shahnaz Soehartono yang juga menjadi moderator dalam perjalanan virtual ini. Ibu dari satu anak ini juga pernah merasakan kekhawatiran soal keamanan produk konsumsi di tengah pandemi, tetapi setelah mendapatkan informasi yang benar, kekhawatiran itu dapat ditepis.

“Saya berharap informasi ini dapat tersebar luas, hingga para konsumen khususnya para ibu seperti saya, dapat menjadi lebih bijaksana dalam memilih produk air mineral untuk dikonsumsi keluarga,” katanya.

Kiat Memilih dan Menyimpan Galon

Sebelum mengakhiri diskusi, Eko memberikan tips kepada ibu-ibu di rumah dalam memilih kemasan galon guna ulang. “Cara paling mudah yang bisa dijadikan indikator untuk mendeteksi apakah air  mineral dalam galon baik atau tidak adalah melihat secara visual terlebih dahulu. “Tentu saat kita  membeli, galon belum kita buka, kan? Jadi lihat volume air-nya sudah sesuai ketentuan atau belum. Jika kita lihat volumenya berkurang, bisa jadi ada indikasi bahwa kemasan bocor. Lalu, lihat fisik air-nya. Air murni itu seharusnya tidak berwarna alias jernih, tidak terlihat adanya kotoran atau warna yang menyimpang,” saran Eko.

Lebih lanjut ia menganjurkan agar ibu-ibu di rumah juga memerhatikan faktor penyimpanan galon guna ulang. Sebab, kondisi penyimpanan bisa berdampak terhadap mutu produk pada akhirnya. “Percuma kan kalau produk bagus tapi penyimpanan-nya tidak betul, bisa berdampak pada penurunan kualitas produk. Jadi, pastikan simpan dalam suhu ruang tidak terlalu tinggi, tidak lembap agar tidak memancing pertumbuhan mikroba, letakkan di tempat yang bersih dan hindari dari paparan sinar matahari langsung,” tutupnya.

Foto: Istimewa

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *