Pagi hari, Lomo baru ingat kalau hari ini Mamanya berulangtahun. Lomo ingin sekali memberi kejutan untuk Mamanya. Lomo pun pergi ke rumah teman-temannya yaitu Dini, Amel, dan Ferdy. Lomo ingin meminta bantuan mereka untuk memberi kejutan pada Mamanya. Mereka berkumpul di suatu tempat.

“Mamaku ulang tahun hari ini,” ucap Lomo membuka percakapan. “Memangnya kamu mau kasih apa ke Mama-mu, Mo?” tanya Dini. “Aku mau belikan Mama kue ulangtahun saja,” jawab Lomo yakin. “Kalau begitu, yuk, kita pergi ke toko kue sekarang!” seru teman-teman Lomo bahagia.

Mereka pun pergi mencari toko kue terdekat, sambil bercanda tawa riang. Di tengah perjalanan, mereka melihat seorang Kakek tua tergeletak di pinggir jalan. Lomo dan teman-temannya segera menghampiri Kakek tua itu. “Kakek kenapa?” tanya Ferdy. “Kakek lapar, Cu, mau makan tapi tidak punya uang,” kata si Kakek gemetar.

Lomo dan teman-temannya pun merasa kebingungan. “Bagaimana ini, Teman-teman?” tanya Lomo. Dini, Amel, dan Ferdy tidak membawa uang lebih. Hanya Lomo yang membawa uang lebih, dan itu pun untuk membeli kue ulangtahun Mamanya.

Tanpa pikir panjang, Lomo pun langsung mencari warung makan. Ia membeli makanan untuk si Kakek. “Kek, ini kita belikan makanan,” kata Lomo. “Terima kasih ya, Cu, kalian sudah baik sama Kakek,” ujar sang Kakek terharu. “Sama-sama, Kek,” ucap Lomo dan kawan-kawan.

Dini, Amel, dan Ferdy kemudian bertanya pada Lomo, “Uang-mu bagaimana, Lomo? Bukannya untuk membeli kue ultah Mama-mu?”. “Aku juga bingung, nih, tapi aku tadi juga nggak tega lihat Kakek itu kelaparan,” ujar Lomo. “Bagaimana kalau kita sisihkan uang untuk bantu Lomo beli kue ulangtahun Mamanya,” ajak Amel.

Mereka pun kembali melanjutkan perjalanan. Sesampainya di toko kue, mereka senang sekali melihat banyak kue yang menarik juga lucu. Namun ternyata, uang yang sudah mereka kumpulkan, tidak cukup untuk membeli salah satu kue yang ada di toko itu. “Yah, uangnya nggak cukup, Teman-teman,” kata Lomo dengan wajah memelas.

“Sabar dulu, Lomo,” seru Ferdy. “Uang kita memang tidak cukup untuk membeli kue di toko ini, bagaimana kalau kita membeli donat saja?” ujar Ferdy. “Kok, donat, Fer?” tanya Lomo. “Iya, kita beli donat, lalu kita susun, setelah itu, kasih lilin, deh,” jawab Ferdy riang.

Lomo pun langsung mengerti maksud Ferdy, wajahnya kembali bahagia. Mereka langsung pergi ke warung yang menjual Donat.

Sesampainya di rumah, Lomo, Ferdy, Amel, dan Dini memberi kejutan pada Mama Lomo. Mama Lomo tidak menyangka anaknya dan teman-temannya akan memberikan kejutan. “Aduh Lomo, terima kasih, Mama benar-benar senang dengan ini, terima kasih buat Ferdy, Dini, dan Amel,” kata Mama Lomo bahagia dan terharu.

Di tengah kebahagiaan saat merayakan ulangtahun Mama-nya, Lomo berkata, “Ma, maaf ya aku hanya bisa kasih ini.” Teman-teman Lomo pun bercerita, “Tante, Lomo baik sekali, waktu di perjalanan membeli kue ulangtahun, kita bertemu dengan seorang Kakek tua yang sedang kelaparan, dan Lomo rela membelikan makanan buat Kakek itu pakai uang yang ia punya tadi.”

“Oh ya Lomo, kamu benar melakukan itu? Mama semakin bangga sama kamu, hari ini benar-benar istimewa buat Mama,” ucap Mama Lomo. “Kita memang diharuskan untuk saling berbagi dengan orang yang lebih membutuhkan,” tambah Mama Lomo.

Ilustrasi: Just For Kids Magz

 

You may also like
Latest Posts from

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *