Diceritakan ulang dari fabel Aesop Yunani

 

Pada suatu hari, kuda dan rusa bertengkar. “Akulah pelari tercepat!” seru kuda. “Tidak, akulah yang paling cepat,” kata rusa.

Akhirnya, dibuatlah perlombaan lari untuk kuda dan rusa. Dan ternyata, rusalah pemenangnya!

Kuda yang kesal, berniat membalas dendam. Ia lalu menemui buaya yang licik. “Temuilah seorang pemburu, katakan kalau kau bersedia bekerja selama tiga hari untuknya, sebagai ganti balas dendam,” kata buaya.

Kuda menemui seorang pemburu handal yang tinggal di pinggir hutan. “Aku ingin membalas dendam pada rusa, pemburu. Sebagai gantinya, aku akan bekerja selama tiga hari padamu!” kata kuda. Si pemburu memasangkan pelana dan ladam pada kuda, dan menyuruhnya bekerja.

Perjanjian kerja kuda selama tiga hari akhirnya selesai. Dengan bantuan pemburu yang naik di punggungnya, kuda mengejar rusa.

Rusa yang ketakutan, berlari sangat kencang sehingga kakinya terantuk batu dan terluka! Kini, dia tidak bisa lagi mengalahkan kuda dalam berlari.

Kuda yang puas lalu berkata pada si pemburu, “Nah, pemburu, kita impas sekarang! Aku akan pergi. Jadi, lepaskan pelana dan ladam yang kau pasang pada punggung serta kakiku!”

Tetapi si pemburu hanya tertawa. “Oh, kuda yang berhati buruk…tahukah kau bahwa pelana dan ladam itu akan lepas dengan sendirinya setelah tiga hari? Tetapi hanya pada kuda yang baik hati. Kau dengan hatimu yang jahat itu, tidak akan pernah lepas dari belenggu pelana dan ladam ini. Kau akan diperbudak selamanya kuda jahat, kecuali hatimu berubah baik,” ujar si pemburu.

Kuda sangat menyesal. Sejak itu, dia tidak pernah lagi menyimpan dendam. Dia meminta maaf kepada rusa, dan berusaha hidup dengan hati yang baik.

Kuda berharap suatu hari nanti, ladam dan pelana yang membelenggunya dapat lepas, dan dia kembali bebas.

 

Ilustrasi: JFK

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *