Duh, paling sebal kalau digigit nyamuk, ya, Kids? Bikin gatal bahkan bisa meradang. Salah satu cara mencegahnya adalah menggunakan anti nyamuk oles. Tapi, apakah aman untuk anak-anak, bahkan bayi baru lahir sekalipun?

Ya, penting banget untuk melindungi kulit kita dari gigitan nyamuk atau serangga. Menurut Dr. Ferdy Limawal, SpA, gigitan serangga terutama nyamuk, tak hanya membuat bentol dan gatal-gatal saja. “Nyamuk bisa membawa berbagai macam penyakit berbahaya. Mulai dari demam kuning, chikungunya, kaki gajah, radang otak, malaria hingga demam berdarah,” ujarnya.

Untuk itu, kita perlu melindungi diri dari serangan nyamuk, misalnya dengan mengoleskan anti nyamuk ke kulit kita. Tentu, dengan memilih produk yang aman dan tidak mengandung bahan kimia berbahaya. Untuk menjawab kebutuhan itu, Jamu Jago yang memiliki pengalaman selama 100 tahun di industri jamu, baru saja meluncurkan produk terbarunya BEBE ROOSIE BUGS REPELLENT CREAM.

Setelah sebelumnya sukses meluncurkan Bebe Roosie Telon Cream di tahun 2013, Jamu Jago kini menawarkan solusi untuk membantu bayi, anak maupun dewasa agar terhindar dari gigitan nyamuk atau serangga, secara alami.

“Banyak produk anti serangga, namun tak banyak yang aman digunakan oleh bayi. Berdasarkan hal itu, kami meluncurkan krim anti nyamuk dan serangga dari bahan alami berkualitas tinggi, tanpa kandungan DEET dan petroleum sehingga aman digunakan mulai dari bayi baru lahir sekalipun serta tidak akan menimbulkan iritasi,” terang Bapak Vicky Budihardjo, Project Manager Jamu Jago ketika ditemui di acara peluncuran Bebe Roosie Bugs Repellent Cream di pameran IMBEX (Indonesia Maternity, Baby & Kids Expo) 2018, JCC, Jakarta (Minggu, 2/12/18).

Para dancers cilik turut memeriahkan acara peluncuran Bebe Roosie Bugs Repellent Cream di pameran IMBEX 2018, JCC, Jakarta, (Minggu, 2/12/18)

DEET (diethyl-meta-toluamide) adalah bahan aktif yang paling umum digunakan sebagai penolak serangga. Namun, dalam beberapa kasus, DEET bisa menyebabkan reaksi yang merugikan sistem saraf. Saat ini, American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan bahwa bayi yang berumur dua bulan atau lebih muda tidak boleh terkena DEET sama sekali.

““DEET memang efektif mengusir serangga, tapi kurang aman untuk bayi. Karena itu, kami lebih memilih DEET FREE alias tidak mengandung DEET, melainkan berbagai bahan alami,” ujar Bapak Vicky.

Sebagai gantinya, krim anti nyamuk ini menggunakan minyak esensial organik seperti Lavender dan Citronella yang terbukti efektif mengusir nyamuk dan serangga. Juga mengandung aloe vera (lidah buaya) yang dapat membantu mengurangi rasa gatal dan memudarkan bekas gigitan serangga.

Terkandung pula olive oil (minyak zaitun) untuk mencegah kulit menjadi kering melainkan tetap lembap saat memakainya. Dan, kandungan “oleocanthal” di dalamnya berfungsi untuk membantu mencegah dan mengurangi iritasi kulit.

“Karena terbuat dari bahan alami, kami pastikan aman digunakan sesering mungkin, baik saat melakukan kegiatan di dalam maupun luar ruangan. Kemasan tube yang menggunakan flip-locked, membuat sangat mudah dan nyaman dibawa kemanapun juga, tanpa harus khawatir tumpah bila dibawa di dalam tas,” tutup Bapak Vicky.

Nah, sudah siap melindungi diri dari gigitan si nyamuk nakal? (Foto: Efa)

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *