Pasti kamu sudah mengenal batang korek yang ujungnya berkepala bulat dan botak berwarna merah atau kecokelatan… Ya, benda itu namanya korek api. Perkembangan korek api dari waktu ke waktu ternyata menarik untuk disimak, lho.

  • Tahun 577, bangsa Tiongkok-Cina sudah mengembangkan korek api sederhana yang terbuat dari batang kayu mengandung belerang.
  • Tahun 1669, Hennig Brant atau Dr Teutonicus, seorang ahli kimia asal Jerman menemukan zat kimia bernama fosfor. Zat kimia ini menjadi salah satu bahan pembuat korek api.
  • Tahun 1680. Seorang ilmuwan bernama Robert Boyle menggesekkan kayu yang dilapisi sulfur ke sehelai kertas berlapis fosfor. Dari pergesekkan itulah, keluar percikan api.
  • Tahun 1805. Korek api modern pertama ditemukan K. Chancel, asisten profesor L. J. Thenard di Paris, Perancis. Kepala korek api terbuat dari campuran bahan-bahan kimia potasium klorat, belerang, gula, dan karet. Cara menyalakannya dengan mencelupkan ke dalam botol asbes yang berisi asam sulfat.
  • Tahun 1826. Korek api yang pertama kali dinyalakan dengan cara digesek, ditemukan oleh ilmuwan Inggris bernama John Walker. Ilmuwan lainnya, Samuel Jones kemudian meniru dan mendirikan pabrik korek api bernama Lucifers di Amerika Serikat.

Sejak saat itu, banyak perubahan dan perkembangan korek api. Penggunaan bahan fosfor kuning dan putih yang beracun mulai digantikan dengan fosfor merah. Selain itu, bermunculan pabrik korek api, seperti JONKOPING dan Vulcan AB di Swedia. Perusahaan korek api lainnya, Diamond, berhasil membuat korek api  berbahan dasar sulfur yang tidak berbahaya pada tahun 1910. Eits, walaupun bahannya tidak berbahaya, kita tidak boleh memainkan korek api sembarangan, ya… (JFK/Nov)

You may also like
Latest Posts from

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *