Konser Amal “NTT adalah Kita”

Awal April 2021, badai Siklon Tropis Seroja menghantam area Nusa Tenggara Timur (NTT) dan sekitarnya. Badai yang disertai banjir bandang ini dengan sangat hebat menghancurkan berbagai bangunan, fasilitas umum, dan terutama rumah-rumah warga di 15 Kabupaten dan Kota di Nusa Tenggara Timur. Lebih dari 54 ribu keluarga terpaksa mengungsi karena kehilangan tempat tinggal.

Salah satu korban bencana yakni Dortia, penduduk dari desa Pukdale, Kupang, NTT, merasakan betul pukulan berat ini. Untuk diketahui, Kupang adalah salah satu area di NTT yang terdampak cukup parah. Seperti kebanyakan korban lainnya, wanita ini dan keluarganya terpaksa kehilangan tempat tinggal, juga sumber mata pencaharian. “Rumah saya hancur, saya juga punya lahan jagung, ditimbun pasir semua. Tapi namanya kita masih hidup, ya kita harus berjuang semampu kita. Kita jangan menyerah sama keadaan. Jalani. Semangat bangun rumah biar sama keluarga bisa hidup tenang,” ujarnya berusaha tegar.

Konser Amal “NTT adalah Kita”,
Dortia, salah satu penyintas badai Siklon Tropis Seroja dari desa Pukdale, Kupang, NTT

Misi Bangun Rumah Layak

Ya, meski sudah 3 bulan badai berlalu, kehancuran dan penderitaan masih dirasakan para penyintas badai Siklon Tropis Seroja sampai sekarang. Dortia dan ribuan keluarga-keluarga penyintas bencana di NTT lainnya, masih harus berjuang hidup di gubuk-gubuk, tenda-tenda, maupun tempat kerabat dengan fasilitas seadanya yang sangat terbatas.

Rumah, seperti kita tahu, merupakan pusat kehidupan dan tempat pertama bagi mereka untuk pulih dari keadaan ini. Namun pemulihan pasca bencana membutuhkan waktu yang panjang dan dukungan dari semua pihak. Hal ini pula yang mendorong Habitat for Humanity Indonesia melakukan sebuah inisiatif gerakan aksi kemanusiaan. Tak lain demi tujuan membangun rumah layak bagi mereka yang terdampak.

Konferensi pers Konser Amal “NTT adalah Kita” yang diselenggarakan oleh Habitat Indonesia dan DANA, Rabu (28/07)

Berkolaborasi dengan Ananda Sukarlan dan beberapa musisi muda asal NTT, Habitat for Humanity Indonesia menggelar Konser Amal bertajuk “NTT adalah Kita” berupa resital piano. Tujuannya tak lain untuk menggerakkan lebih banyak orang turut mengambil bagian untuk mendukung pembangunan kembali NTT. Konser amal ini juga turut didukung oleh dompet digital DANA.

Konsel Amal Virtual

Konser akan tayang perdana tanggal 6 Agustus 2021 pukul 19.00 wib di kanal Youtube dan Facebook Berita Satu dan Vidio.com, sementara bagi masyarakat yang belum sempat menyaksikan konser dapat kembali menyaksikannya melalui loket.com pada tanggal 7-15 Agustus 2021. Seluruh dana yang terkumpul dari konser ini akan digunakan untuk membangun rumah layak bagi keluarga penyintas bencana di Kelurahan Oeasao dan Kelurahan Naibonat, Kabupaten Kupang, NTT.

“Kami sangat mengapresiasi semangat Habitat for Humanity Indonesia bersama para mitra untuk membangun kembali rumah keluarga-keluarga yang rusak bahkan hilang akibat badai siklon tropis seroja beberapa bulan lalu. Rumah yang layak sangat penting karena menjadi tempat setiap keluarga dapat berteduh, berlindung, dan membangun hubungan sosial mereka,” buka Krispianus Patmawan, Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Kupang dalam konferensi pers yang diadakan Habitat Indonesia dan DANA, Rabu (28/07).

Ajak Berdonasi Lewat Musik

“Saya tersentuh dengan kejadian yang menimpa NTT. Saya ingin membantu, tapi saya kan nggak bisa bangun rumah, benerin jalan, bangun  jembatan, saya bisanya cuma main piano. Saya kira setiap orang dengan keahlian dan kapasitasnya masing-masing bisa ikut membantu, apalagi bila banyak pihak bekerja sama. Kami berharap, lewat konser amal ini, kita semua bisa berkontribusi membangun rumah layak bagi saudara-saudara kita di NTT,” ujar Ananda Sukarlan yang saat ini berdomisili di Bali.

Hal senada diungkapkan Ganzer Lana selaku musisi asal Rote Ndao, NTT. “Melihat kondisi keluarga-keluarga penyintas bencana di NTT yang sempat terlupakan dan belum membaik, saya merasa sedih apalagi teman-teman di sana sering menghubungi saya untuk meminta bantuan. Sejalan dengan kecintaan saya terhadap instrumen musik NTT, konser ini adalah sesuatu yang tepat untuk saya ikuti. Saya berharap semoga melalui konser amal ini, banyak dana yang terkumpul dari tangan-tangan orang baik sehingga banyak keluarga-keluarga penyintas bencana memperoleh hunian yang layak. Mari kita dukung NTT agar dapat bangkit kembali, karena NTT adalah Kita,” ungkapGanzer Lana yang dalam konser nanti akan membawakan alat musik sasando khas NTT.

Susanto Samsudin, Direktur Nasional Habitat for Humanity Indonesia mengungkapkan “Rumah merupakan kebutuhan dasar yang harus dimiliki di saat pasca bencana karena digunakan sebagai tempat berlindung dan pemulihan kondisi, terlebih di masa pandemi, rumah sangat penting agar masyarakat terhindar dari paparan virus. Kita diajak untuk turut merasakan apa yang mereka rasakan. Sebuah dampak positif bisa terjadi bagi keluarga-keluarga penyintas bencana di NTT jika kita semua bersama-sama mengambil bagian. Didorong oleh semangat persatuan sebagai satu bangsa dan saudara di Indonesia, Habitat Indonesia ingin mengajak lebih banyak orang, bahkan hanya dari rumah saja, kita bisa ikut berperan membantu mereka dengan menggunakan teknologi yang ada.”

Libatkan Dompet Digital DANA

Donasi untuk NTT diselenggarakan sejak Juni lalu dan dilakukan secara daring dengan memanfaatkan pembayaran nontunai. Oleh karena itu, Habitat bekerja sama dengan DANA sebagai mitra pembayaran digital guna membuka kesempatan lebih luas bagi siapapun untuk berdonasi.

Keterlibatan DANA juga diungkapkan oleh Agustina Samara, Chief People & Corporate Strategy Officer DANA sebagai bentuk kepedulian DANA untuk membantu sesama. “Bergerak di industri teknologi finansial tidak menghentikan kami untuk berkontribusi dalam memulihkan kondisi teman-teman di NTT. Sebaliknya, kami sadar betul bahwa donasi yang dikumpulkan akan lebih optimal apabila digarap secara daring. Dengan teknologi dan jangkauan yang dimiliki, DANA dapat membantu mempercepat dan memudahkan metode pengumpulan donasi secara digital, yang terintegrasi langsung dengan Kitabisa.com, dan mengomunikasikannya melalui berbagai aset komunikasi yang kami miliki. Besar harapan kami, donasi yang terkumpul ini dapat membangkitkan kembali NTT sekarang dan di masa yang akan datang,” katanya.

Kesempatan masyarakat untuk mengulurkan bantuannya dengan cara berdonasi daring masih terbuka lebar melalui dompet digital DANA. Caranya, pengguna dapat membuka aplikasi DANA dan menuju bagian Charity untuk kemudian mengakses DANA Donasi. Pengguna dapat mencari informasi berupa banner NTT Bangkit dan melakukan donasi sesuai nominal yang diinginkan.

Foto: Efa, Ist

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *