Lima tahun lalu tepatnya pada tahun 2017, Dr. Sophia Pujiastuti, SpM (K), MM, seorang Lasik Expert dan filantropis mendirikan sebuah klinik mata khusus layanan lasik bernama SILC Lasik Center® bersama sang suami, Iwan.

Bila Moms dan Dads penasaran dengan nama SILC yang disematkan, itu tak lain adalah singkatan dari gabungan nama keduanya. “S itu Sophia, I adalah Iwan dan LC-nya Lasic Center,” buka Dr. Sophia Pujiastuti, SpM (K), MM dalam acara media gathering yang digelar hari ini di SILC Lasik Center, Dipo Business Center, Jakarta Pusat.

Lima tahun bukanlah perjalanan singkat. Proses demi proses yang dilalui telah mengantarkan SILC Lasik Center® menjadi Klinik Utama Layanan Lasik dengan tingkat kepercayaan masyarakat Indonesia yang tinggi. Terbukti dari ulasan positif di Google Review, yang saat ini menjadi salah satu pusat rekomendasi masyarakat global. Tak tanggung-tanggung, hasil review tersebut mendapatkan bintang 5 dengan angka sempurna yakni 5,0. Ini menandakan tingkat kepuasan yang tinggi terhadap layanan SILC Laser Center. Wow!

Dr. Sophia Pujiastuti, SpM (K), MM, Founder SILC Lasik Center® 

Apa Itu Lasik?

Istilah ini sudah pasti tak asing lagi di telinga para generasi Z dan milenial seperti Moms dan Dads. Lasik atau kepanjangan dari Laser-Assisted In-Situ Keratomileusis merupakan sebuah prosedur bedah mata yang memiliki tujuan untuk memperbaiki atau mengoreksi gangguan refraksi seperti miopi (rabun jauh), hipermetropia (rabun dekat) dan astigmatisma (mata silinder). Dengan lasik, orang yang mengalami gangguan penglihatan seperti di atas bisa menghilangkan ketergantungannya pada alat bantu seperti kacamata atau lensa kontak.

“Lasik bukan sekadar untuk melepas ketergantungan dari kacamata, melainkan sebuah treatment untuk meningkatkan kualitas penglihatan,” imbuh Dr. Sophia.

Hadirkan Mesin Schwind Atos®

Atas dasar komitmen meningkatkan kualitas penglihatan masyarakat Indonesia ini pula, SILC Lasik Center® membuktikannya dengan menghadirkan teknologi terbaru dalam prosedur operasi lasik mata melalui Schwind Atos®. Ini adalah mesin terbaru dan satu-satunya di Indonesia yang melengkapi layanan Laser Vision Correction.

Schwind Atos, teknologi tercanggih untuk layanan SmartSight

Diungkapkan oleh Dr. Sophia, Schwind Atos® merupakan mesin tercanggih saat ini yang memiliki keunggulan Automatic Cyclotorsion Compensation and Centration dengan prosedur Minimally Invasive Lenticule Extraction.

“Kami dengan bangga menghadirkan mesin Schwind Atos® ini untuk pertama kalinya dan satu-satunya di Indonesia sekaligus Asia Tenggara. Karena saat ini cuma ada di Asia Timur seperti Jepang dan Korea, lalu Australia. Tapi kalau di Eropa sudah banyak sekali yang punya. Alhamdulillah SILC Lasik Center bisa menghadirkan mesin teknologi terbaru dan terkini untuk pertama kalinya di Indonesia,” urai Dr. Sophia.

Layanan SmartSight

Dengan line up terbaru tersebut, maka SILC Lasik Center® membuka layanan SmartSight yang menjadi pilihan masyarakat Indonesia untuk mengkoreksi kelainan refraksi serta menjadi jalan dalam mengoptimalkan kualitas penglihatan, terbebas dari kacamata dan lensa kontak.

Selain layanan terbaru tersebut, SILC Lasik Center® ditunjang dengan peralatan canggih lainnya yang dioperasikan ke dalam layanan pemeriksaan pra Lasik, pasca Lasik dan operasi katarak.

Sophi Phaco Device untuk operasi katarak

Hal ini menjadi salah satu bukti bahwa, SILC Lasik Center® menjadi LASIK CENTER pertama di Indonesia yang melayani Laser Vision Correction terlengkap dan tercanggih. SILC Lasik Center® memiliki layanan lainnya seperti Smartsurface, ZLasik, Lasik Xtra, PresbyMax Hybrid, RLE (Refractive Lens Exchange) dan Operasi Katarak. Layanan tersebut, disesuaikan dengan kebutuhan pasien sesuai dengan hasil pemeriksaan pra Lasik tanpa melupakan kemampuan ekonomi dari pasien.

Pentingnya Pemeriksaan Pra Lasik dan Pasca Perawatan

Ya, sebelum melakukan prosedur operasi lasik, Kombes (Pol) Dr. Henry Albar Wibowo, SpM (K) dari SILC Lasik Center®  menegaskan bahwa pasien harus melalui beberapa tahapan pemeriksaan yang disebut pra Lasik. “Dalam menentukan metode apa yang pas untuk pasien, tentunya kita melakukan tindakan pemeriksaan dahulu,” pungkasnya.

Dalam pemeriksaan pra Lasik, kondisi kesehatan mata akan dicek secara detail hingga bagian paling belakang (retina). Dari sini dokter akan menentukan apakah seseorang dapat menjalani Lasik atau tidak. Sebab, lasik hanya bisa dilakukan pada mata yang sehat. Jika pasien memiliki penyakit atau gangguan di matanya, maka harus diobati terlebih dahulu.

“Dalam pemeriksaan pra Lasik juga penting untuk ditanyakan pada pasien, dalam setahun berapa kali ganti kacamata. Sebab, jika dalam setahun misalnya 3 kali ganti kacamata itu bisa menandakan bahwa refraksi mata atau ukuran kacamata belum stabil. Nah, kalau ini terjadi kita harus tunda dulu,” imbuhnya.

Dalam menentukan metode layanan yang tepat, ditegaskan oleh Kombes (Pol) Dr. Henry Albar Wibowo, SpM (K), para dokter di SILC Lasik Center menyesuaikan dengan kebutuhan pasien, keamanan serta kenyamanan. Artinya, jika ternyata setelah tahapan pemeriksaan diketahui bahwa calon pasien tidak boleh melakukan tindakan lasik, maka hal itu juga akan disampaikan secara transparan dan tegas.

Harus Kuat Mental

Dr. Dini Hapsari, SpM menambahkan, umumnya operasi lasik dilakukan mulai usia 18 tahun ke atas. “Pada kisaran usia 18 sampai 21 tahun, umumnya status refraksi sudah stabil,” katanya.  Artinya, ketika refraksi sudah stabil, kemungkinan terjadinya regresi (pertambahan atau penurunan plus atau minus) setelah lasik, sangat kecil.

Tentunya, untuk memperoleh hasil yang optimal, pasien harus memiliki mental yang kuat saat prosedur lasik dilangsungkan, hingga pasca perawatan. Keduanya ini, sangat penting demi memperoleh hasil yang optimal.

(kiri – kanan) Dr. Sophia Pujiastuti, SpM (K), MM, Dr. Sophia Pujiastuti, SpM (K), MM dan Kombes (Pol) Dr. Henry Albar Wibowo, SpM (K) dalam acara konferensi pers hari ini (28/11/22)

“Kuat mental di sini dalam arti, pasien siap untuk tidak kedip saat laser ditembakkan ke mata agar tidak meleset dan akurat. Pasien juga bisa tahan untuk tidak bergerak atau kepalanya goyang-goyang ya, sebab jika pasien tidak kooperatif nanti dikhawatirkan tembakan laser bisa meleset dari yang kita harapkan,” imbuhnya.

Disiplin ini juga diharapkan berlaku pasca operasi. “Perawatan pasca operasi tak kalah penting. Pasien sebaiknya harus mematuhi apa yang disarankan  oleh dokter atau perawat, tetap melakukan kontrol ulang, mematuhi larangan yang tidak boleh dilakukan pasca perawatan, atau disiplin dalam menerapkan obat tetes mata yang dianjurkan sesudah operasi,” tambah Kombes (Pol) Dr. Henry Albar Wibowo, SpM (K) seraya menambahkan jika pasien disiplin maka tingkat keberhasilan operasi lasik mencapai 99,7 persen.

Sebelum dan Sesudah Operasi Lasik

Hal ini ditegaskan oleh Dr. Sophia Pujiastuti, SpM (K), MM. Ia mengatakan ada beberapa hal yang harus dipatuhi pasien sebelum dan sesudah operasi lasik. “Antara lain, sebelum operasi pastikan istirahat cukup, jangan begadang, masa mau lasik besoknya mata merah? Kalau pakai lensa kontak, lepas dulu selama 2 minggu. Saat operasi lasik, jangan pakai parfum atau wewangian apapun dan pastikan wajah bebas make up. Pasien juga diharapkan kooperatif saat tindakan,” anjurnya.

“Sesudah operasi, larangannya antara lain tidak boleh menggosok mata selama 2 minggu, mata tidak boleh kena air selama 7 hari. Hindari berenang dan berendam selama 4 minggu, dan sebagainya,” imbuh Dr. Sophia.

Durasi pengerjaan operasi lasik secara keseluruhan umumnya berlangsung sekitar 15 menit pada 1 mata, atau 30 menit pada 2 mata. “Namun ini juga bisa lebih cepat, tergantung dari kooperatif atau tidaknya pasien. Namun, untuk tembakan laser ke mata sendiri, ini berlangsung dalam hitungan detik,” katanya.

Moms dan Dads pasti penasaran bukan dengan biaya yang dikeluarkan untuk tindakan operasi lasik? Di SILC Laser Center, biaya tindakan mulai dari Rp 9,9 juta untuk hanya 1 mata  atau sekitar Rp. 19,8 juta untuk 2 mata.

Selain berbicara tentang layanan, SILC Lasik Center® didukung oleh Dokter Spesialis Mata yang berpengalaman di bidang lasik mata serta tenaga kesehatan yang terdidik dan terlatih.

Dalam operasionalnya, SILC Lasik Center® tidak hanya mengutamakan sisi bisnis atau keuntungan semata, melainkan juga sisi non-profit. Hal ini dibuktikan lewat kolaborasi dengan Yayasan Ladia Indonesia Peduli dalam kegiatan kemanusiaan, sosial, keagamaan dan lingkungan.

Contohnya, secara reguler mendistribusikan paket sembako untuk masyarakat tidak mampu, berbagi makanan setiap Jumat, dan penyelenggaraan secara rutin operasi katarak gratis bagi mereka yang membutuhkan, termasuk memberikan bantuan kemanusiaan saat bencana gempa bumi Cianjur yang baru-baru ini terjadi.

Foto: Efa, dok. SILC Laser Center

 

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *