Hansaplast Salurkan Dana Pendidikan dan Kesehatan untuk 10 Anak di Indonesia

Setelah sebelumnya meluncurkan Plester Hansaplast yang telah dilengkapi Bacteria Shield, Hansaplast kembali memberikan perlindungan optimum untuk seluruh keluarga Indonesia. Kali ini diwujudkan dalam aksi nyata berupa donasi pendidikan dan kesehatan untuk 10 anak di Indonesia.

Marketing Director Hansaplast, Dr. Christopher Vierhaus, mengatakan, “Hansaplast telah berkomitmen memberikan perlindungan luka seluruh keluarga Indonesia lebih dari 100 tahun. Terutama saat ini, dimana kami membawa perlindungan ke level yang lebih tinggi dengan peluncuran Bacteria Shield. Sebagai bentuk lebih lanjut komitmen pada perlindungan, kami memberikan aksi nyata untuk mendukung dan melindungi Anak-Anak Indonesia melalui donasi dana kesehatan dan pendidikan. Donasi ini dikumpulkan dengan mengajak seluruh konsumen berpartisipasi dalam kampaye digital “Bacteria Shield: Selalu Ada Melindungi Keluarga Anda”, dimana 1 partisipasi = 1 donasi untuk kesehatan dan pendidikan Anak Indonesia. Bertepatan dengan peluncuran Hansaplast Plester Bacteria Shield, Hansaplast menyalurkan dana bantuan untuk 10 Anak di Indonesia melalui 1000 Guru. Kami terus berusaha meningkatkan komitmen sosial ini dengan harapan semakin banyak lagi keluarga Indonesia yang terlindungi.”

Program pengumpulan donasi dilakukan Hansaplast selama 1 bulan melalui kampanye digital #SelaluAdaMelindungiKeluargaAnda. Hansaplast mengajak konsumen untuk berpartisipasi memberikan pesan mengenai perlindungan keluarga, dimana 1 partisipasi = 1 donasi untuk perlindungan kesehatan dan pendidikan Anak Indonesia. Untuk penyaluran donasi, Hansaplast bekerjasama dengan 1000 Guru untuk memastikan jangkauan donasi dapat diperlebar ke beberapa penjuru. Melalui program ini, Hansaplast telah menyalurkan donasi ke 10 Anak yang ada di Kupang, Jogja, Sumba, Sulawesi Selatan, Lampung, Bengkulu, Makassar, Banten, dan wilayah lainnya di Indonesia.

Ketua Yayasan 1000 Guru, Jemi Ngadiono, mengatakan “Hansaplast sebagai merek pertolongan pertama no. 1 di Indonesia telah menunjukkan komitmennya dalam melindungi keluarga Indonesia. Bentuk nyata perlindungan itu dapat dilihat dalam program donasi yang bekerjasama dengan 1000 Guru. Kami 1000 Guru membantu menyalurkan donasi berupa dana edukasi dan kesehatan untuk Anak-Anak yang tersebar di berbagai kota dan desa di Indonesia. Dengan adanya program ini, adik-adik kita dapat dijamin kebutuhannya, terutama kebutuhan sekolah sehingga Ia dapat terus termotivasi meraih cita-cita.”

Lebih lanjut mengenai donasi kepada anak Indonesia, Bapak Jemi menuturkan bahwa masih banyak anak Indonesia yang membutuhkan bantuan. Contohnya Chika, umur 11 tahun dari Sumba Timur yang menjadi salah satu penerima donasi Hansaplast. Chika adalah anak yang cerdas dan berprestasi, setiap hari Ia belajar untuk menggapai cita-cita menjadi Dokter. Namun untuk pergi ke sekolah, ia harus berjalan kaki menempuh jarak yang jauh dan medan berbukit.
“Kami menyalurkan bantuan dari Hansaplast untuk tabungan pendidikan Chika dan memberikan sepeda penunjang ia menuju ke sekolah. Saat ini, Chika dapat mengejar mimpinya dengan lebih baik dan tidak perlu berjalan kaki untuk pergi ke sekolah,” ungkap Bapak Jemi.

Berikut ini aspek-aspek utama yang menjadi fokus dana bantuan Hansaplast untuk Anak Indonesia melalui 1000 Guru:

Tabungan Pendidikan: Pendidikan merupakan aspek utama yang menjadi sasaran bantuan sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan taraf hidup Anak Indonesia.
Kesehatan: Sebagai merek pertolongan pertama No. 1 di Indonesia, Hansaplast ingin memberikan akses kesehatan yang lebih baik untuk Anak Indonesia dalam bentuk dana kesehatan atau penyaluran produk-produk Hansaplast Bacteria Shield.
Bantuan Sehari-Hari: Sebagian dana digunakan untuk mendukung kebutuhan pokok Anak dan keluarga sehari-hari.

“Kami berharap, Hansaplast dapat terus berkontribusi untuk keluarga Indonesia, tidak hanya dalam perawatan dan perlindungan luka, tapi juga dalam mendukung Anak Indonesia mendapatkan akses kesehatan dan pendidikan yang lebih baik, ” tutup Dr. Christopher Vierhaus.

Foto: Ist

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *