Isu stunting masih menjadi sorotan nasional. Studi Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) 2021 menunjukkan bahwa prevalensi stunting mencapai 24,4%. Intervensi program percepatan penurunan stunting membutuhkan gotong royong dari seluruh pihak, termasuk pihak pelaku industri pangan.

Apalagi permasalahan ini kian mengkhawatirkan di masa pandemi. Sebanyak 45% rumah tangga dengan anak merasa kesulitan untuk memenuhi makanan bergizi cukup bagi anak-anak mereka. Jika dibiarkan berlarut, UNICEF memprediksi jumlah anak stunting di Indonesia dapat meningkat hingga 31,8%, dan termasuk dalam kategori “very high”.

Peduli akan isu tersebut sekaligus memperingati Hari Gizi Nasional 2022 bertema “Aksi Bersama Cegah Stunting dan Obesitas”, Royco mengumumkan berbagai inisiatif dan kolaborasi untuk memperluas dampak dari program edukasi nutrisi “Royco Nutrimenu” yang terlaksana sejak 2019. Salah satunya melalui kerja sama dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) untuk semakin mempertajam komitmen bersama dalam mencegah dan menangani berbagai permasalahan nutrisi, termasuk stunting.

Prof. drh. M Rizal. M. Damanik, MRep.Sc, PhD

“Isu malnutrisi sangat penting. Di satu sisi masyarakat kita alami stunting yang tinggi, di sisi lain alami obesitas. Stunting merupakan gangguan pertumbuhan dan perkembangan akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama atau kronis. Yang terganggu pertumbuhannya adalah semua organ tubuh, namun secara kasat mata yang terlihat adalah terganggunya pertumbuhan sel tulang, dimana anak-anak yang alami stunting bertubuh pendek. Anak yang alami stunting adalah pendek, betul, tapi tidak semua anak yang bertubuh pendek alami stunting. Baik stunting maupun obesitas akan mengganggu terciptanya sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing,” ujar Prof. drh. M Rizal. M. Damanik, MRep.Sc, PhD – Deputi Bidang Pelatihan, Penelitian dan Pengembangan BKKBN dalam acara webinar yang digelar Unilever Indonesia, Selasa (25/01/22).

Untuk itu, bersama Unilever Indonesia, BKKBN akan berkolaborasi melakukan pendekatan edukatif pada keluarga yang memiliki risiko stunting sehingga kualitas gizi masyarakat dapat meningkat dan akhirnya mampu mempercepat upaya penurunan stunting.

Sejalan dengan komitmen atasi malnutrisi, Royco mengedepankan purpose Gerakan Pangan untuk Masa Depan untuk menginspirasi keluarga Indonesia mengonsumsi hidangan dari bahan makanan dari sumber yang berkelanjutan, dan sesuai dengan pedoman ‘Isi Piringku’ yang digalakkan Pemerintah.”

Ari Astuti, Head of Foods & Beverages PT Unilever Indonesia, Tbk

“Melihat adanya masalah triple burden malnutrition yang masih dihadapi masyarakat Indonesia, Royco terus menggencarkan edukasi melalui program ‘Royco Nutrimenu’. Setelah berhasil mengonversi 80 juta piring keluarga Indonesia menjadi lebih lezat bernutrisi pada 2021, tahun ini, dengan pesan #KebaikanIsiPiringku, program akan memperkuat dampaknya melalui berbagai aksi dan kolaborasi untuk mengatasi salah satu isu malnutrisi sedang diprioritaskan oleh Pemerintah, yaitu stunting,” imbuh Ari Astuti, Head of Foods & Beverages PT Unilever Indonesia, Tbk. Ia juga menargetkan, di tahun 2022, 100 juta piring lezat bernutrisi tersaji di meja makan keluarga Indonesia.

Duet DASHAT dan Nutrimenu

Kolaborasi BKKBN melalui program Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) dengan program Nutrimenu dari Royco akan dilakukan melalui kegiatan pemberdayaan masyarakat di tingkat desa/kelurahan sebagai upaya pemenuhan gizi seimbang bagi keluarga berisiko stunting. Nantinya, kader DAHSAT akan dibekali inspirasi resep Nutrimenu dan edukasi mengenai pentingnya memasak serta mengonsumsi makanan bergizi seimbang sesuai panduan “Isi Piringku”, sehingga dapat disebarluaskan kepada seluruh target program, termasuk ibu hamil/menyusui.

Chef Jerry Andrean juara pertama Master Chef Indonesia Season 7 mendemonstrasikan beberapa resep hidangan yang mudah, terjangkau, dan sesuai dengan Isi Piringku bersama Fitri Tropica

Cakupan target kolaborasi ini dirasa sangat tepat oleh dr. Diana F. Suganda, Sp.GK, M.Kes seorang Dokter Spesialis Gizi Klinik. Malnutrisi yang mengancam kualitas tumbuh kembang anak, menurut ia, salah satunya disebabkan oleh masih tingginya prevelansi malnutrisi pada ibu hamil. Mengingat masa emas pertumbuhan anak terhitung sejak 1.000 hari pertama, yaitu dari kandungan hingga berusia 2 tahun, ibu hamil harus teredukasi untuk mencukupi asupan makronutrien maupun mikronutrien, seperti iodium.

“Apalagi, asupan iodium seringkali masih dikesampingkan karena kebutuhan per harinya sangat kecil. Padahal, lebih dari sekadar mencegah penyakit gondok, iodium berperan besar bagi tumbuh kembang anak, termasuk dalam mencegah stunting,” jelasnya.

dr. Diana F. Suganda, Sp.GK, M.Kes

Edukasi Nutrisi Lewat Animasi

Kabar baiknya, seluruh produk Royco yang terbuat dari bahan-bahan berkualitas kini telah dibuat dengan garam beriodium. Royco juga melengkapi seluruh kemasannya dengan berbagai resep bergizi, sederhana, praktis dan terjangkau dengan memanfaatkan bahan “50 Pangan Masa Depan” untuk menginspirasi keluarga berkreasi di dapur. Selain itu, Royco juga memperluas edukasi nutrisi dengan cara yang menyenangkan melalui serial animasi ‘Riko the Series’ yang ditayangkan di YouTube.

Fitri Tropica, ibu satu anak yang kini tengah mengandung menyampaikan antusiasmenya, “Seneng banget bahwa dukungan Royco untuk keluarga yang sehat sekarang semakin komplit! Aku dan suami ingin menanamkan kebiasaan untuk mengonsumsi makanan bernutrisi pada anakku sejak dini, tapi seringkali agak kesulitan menemukan cara yang mudah dimengerti dan juga disukai oleh anak. Tayangan animasi ini akan sangat membantuku, karena kami bisa menikmati waktu kebersamaan yang menyenangkan sambil belajar bersama!”

“Dengan serangkaian program bersama berbagai pihak, Royco berharap mampu menginspirasi lebih banyak keluarga Indonesia untuk terhindar dari stunting ataupun permasalahan malnutrisi lainnya. Royco akan terus melanjutkan komitmen untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak dan kesehatan keluarga dimulai dari meja makan – tentunya dengan aneka hidangan lezat bernutrisi yang dimasak penuh cinta menggunakan resep Nutrimenu sesuai panduan ‘Isi Piringku’,” tutup Ibu Astuti.

Foto: Efa

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *