Ternyata, berdasarkan data Riskesdas (Riset Kesehatan Dasar) 2018 Kementerian Kesehatan RI, 1 dari 3 anak Indonesia berusia di bawah 5 tahun, berisiko mengalami anemia (kurang darah) dimana 50-60%-nya disebabkan karena defisiensi (kekurangan) Zat Besi. Dan kekurangan Zat Besi ini akan semakin tinggi pada anak yang mengalami alergi susu sapi.Padahal, Zat Besi sangat diperlukan agar tumbuh kembang anak bisa maksimal. Zat Besi diperlukan dalam pembentukan sel darah merah yang bertugas menyalurkan oksigen ke seluruh tubuh. Jika oksigen tersalurkan dengan baik, maka sel-sel dan organ tubuh dapat bekerja secara optimal.

Seperti dikatakan Prof. DR. Dr. Saptawati Bardosono, MSc. pada acara webinar “Festival Soya Generasi Maju; Pentingnya Kombinasi Unik Zat Besi dan Vitamin C untuk Dukung si Kecil yang Tidak Cocok Susu Sapi Tumbuh Maksimal” yang digelar Sarihusada melalui brand SGM Eksplor Soya Pro-gress Maxx pada Rabu, 31 Maret 2021.“Kekurangan Zat Besi bisa menghambat pertumbuhan fisik anak, membuat gangguan permanen pada sistem motorik dan sensorik, anak menjadi mudah sakit, hingga prestasi akademik pun menurun. Itu dikarenakan Zat Besi merupakan salah satu nutrisi penting untuk mendukung pertumbuhan fisik dan perkembangan fungsi kognitif, termasuk anak dengan kondisi alergi (tidak cocok) susu sapi. Nah, dengan mencukupi kebutuhan Zat Besi pada anak, diharapkan dapat mendukung ia mencapai tumbuh kembang yang maksimal dan terhindar dari dampak buruk akibat kekurangan Zat Besi,” ujar Pakar Gizi Medik yang akrab disapa Prof. Tati.

Menurut Prof. DR. Budi Setiabudiawan, dr., SpA(K), M.Kes, alergi susu sapi merupakan kondisi dimana sistem imun tubuh memberikan respons yang berlebihan terhadap protein di dalam susu sapi. “Gejala yang muncul bisa berbeda pada setiap anak. Namun umumnya berupa ruam merah yang gatal, bengkak, bersin-bersin, pilek, batuk, mata berair, sakit perut, diare bahkan hingga muntah,” ucap Konsultan Alergi dan Imunologi Anak ini.

Untuk diketahui, anak yang alergi susu sapi tak hanya kekurangan Zat Besi, tapi juga berisiko kekurangan nutrisi lainnya seperti Kalsium, Vitamin D, Vitamin A, dan asupan lemak sehat yang juga sangat penting untuk tumbuh kembangnya. Ini dikarenakan anak yang alergi susu sapi biasanya harus menghindari semua makanan ataupun minuman yang mengandung susu sapi.

Kombinasi Zat Besi dan Vitamin C

Namun jangan khawatir, ada alternatif pengganti susu sapi yang bisa dikonsumsi, kok.  Salah satunya yaitu susu formula yang sudah diperkaya dengan Zat Besi dan Vitamin C. Mengapa perlu ada kombinasi Vitamin C? Karena Vitamin C bisa membantu penyerapan Zat Besi dari makanan.

“Vitamin C akan membantu penyerapan Zat Besi (Fe) dengan cara mengubah Fe3+ menjadi Fe2+ sehingga lebih mudah diserap tubuh. Kombinasi Vitamin C dan Zat Besi dengan rasio molar 2:1 terbukti meningkatkan ketersediaan Zat Besi dalam tubuh sebanyak 2 kali lipat. Pada formula berbasis soya (kedelai) kombinasi Vitamin C dan Zat Besi disarankan dengan rasio molar 4:1 untuk mengoptimalkan penyerapan Zat Besi,” papar Prof. Tati. “Sumber makanan yang mengandung Zat Besi dapat diperoleh misalnya pada daging merah, ayam, ikan, sayuran, dan bisa juga dilengkapi dengan susu berbasis Isolat Protein Soya yang mengandung Zat Besi dan Vitamin C agar anak alergi susu sapi bisa tetap tumbuh maksimal,” tambahnya.

Festival Soya Generasi Maju

Nah, berbicara mengenai alergi, dalam rangka memperingati Pekan Alergi Dunia, PT Sarihusada Generasi Mahardhika (Sarihusada) meluncurkan inovasi baru untuk bantu memenuhi kebutuhan Zat Besi, Vitamin C, dan nutrisi penting lainnya untuk si Kecil berusia di atas 1 tahun yang tidak cocok susu sapi. Selain itu, Sarihusada juga mengadakan rangkaian program edukasi hingga kampanye kesehatan.“Kami  hadirkan SGM Eksplor Soya Pro-gress Maxx yang memiliki kombinasi unik Zat Besi dan Vitamin C, IronC, serta Isolat Protein Soya berkualitas, serta menghadirkan rangkaian program edukasi ‘Festival Soya Generasi Maju’ dan menyempurnakan kampanye kesehatan ‘Gerakan 3K’ menjadi 3K+, yaitu: Kenali gejalanya, Konsultasikan ke dokter yang bisa dilakukan melalui telepon atau online agar si Kecil mendapat penanganan yang tepat, Kendalikan faktor penyebab tidak cocok susu sapi dengan alternatif nutrisi yang tepat, serta Kembangkan dan asah potensi prestasi si Kecil dengan stimulasi yang tepat agar ia tumbuh maksimal dan siap jadi Anak Generasi Maju. Edukasi ini bisa didapatkan secara lebih lengkap melalui website www.generasimaju.co.id/AlergiAnak,” jelas Ibu Anggi Morika Septie, Senior Brand Manager SGM Eksplor Soya Pro-gress Maxx.“Dalam kegiatan Festival Soya Generasi Maju yang berlangsung pada 23 Maret – 3 April 2021, para Bunda diajak untuk mengikuti berbagai kegiatan seperti sesi Tanya Dokter, dimana Bunda bisa mendapatkan informasi langsung dari para ahli seputar kondisi tidak cocok susu sapi si Kecil; Berbagi tips dan cerita bersama Celebrity Moms untuk dukung si Kecil yang tidak cocok susu sapi tetap tumbuh maksimal; Tips mengembangkan potensi prestasi dengan stimulasi yang tepat untuk si Kecil yang tidak cocok susu sapi dari Psikolog Anak dan Keluarga, serta sesi LIVE Cooking bersama Celebrity Chef untuk mengajak Bunda berkreasi dengan resep sehat berbahan dasar SGM Eksplor Soya Pro-gress Maxx yang juga mengandung Zat Besi serta aman untuk si Kecil yang tidak cocok susu sapi. Untuk melihat langsung keseruan rangkaian acara selama dua minggu tersebut, Bunda dapat mengakses link http://bit.ly/FestivalSoyaGenerasiMaju,” tambah Ibu Anggi.

Rangkaian program edukasi hingga kampanye kesehatan yang digelar Sarihusada, tentu sangat bermanfaat bagi para Bunda yang ingin anak-anaknya tumbuh kembang secara maksimal. Seperti yang diungkap oleh Bunda Natasha Rizky, Aktris yang memiliki anak alergi susu sapi. “Saat mengetahui tentang tingginya risiko kekurangan Zat Besi pada anak yang tidak cocok susu sapi, saya dan suami, Desta menjadi lebih berusaha untuk ekstra tanggap terhadap gejala yang muncul, rutin berkonsultasi dengan dokter, dan mengendalikan gejala tidak cocok susu sapi anak kami Miskha dengan konsumsi nutrisi alternatif yang tepat. Hadirnya alternatif solusi nutrisi berbasis Isolat Protein Soya yang diperkaya dengan kombinasi Zat Besi dan Vitamin C seperti pada SGM Eksplor Soya Pro-gress Maxx, tentunya dapat membantu saya sebagai orang tua dalam memenuhi kebutuhan nutrisi si Kecil yang tidak cocok minum susu sapi. Dengan terpenuhinya nutrisi anak saya Miskha, saya jadi bisa mengembangkan potensinya melalui berbagai stimulasi. Sekarang Miskha bisa belajar, bermain, dan melakukan aktivitas yang ia sukai dengan nyaman karena gejala tidak cocok susu sapinya tidak muncul lagi. Saya yakin dengan dukungan nutrisi dari SGM Eksplor Soya Pro-gress Maxx dan stimulasi yang tepat, Miskha bisa tumbuh maksimal seperti anak lainnya,” papar Bunda yang akrab disapa Acha.Hal yang sama juga dialami Aktris Revalina S. Temat. Untuk mengatasi anaknya yang juga mengalami alergi susu sapi, Bunda Reva pun memberikan beberapa tips. “Pertama, jangan cepat khawatir dan langsung panik. Kalem dulu, tenang dulu, lalu lakukan 3K plus. Berikan anak alternatif susu yang tepat. Sesuai anjuran dokter, saya pilih SGM Eksplor Soya Pro-gress Maxx dimana juga banyak direkomendasikan oleh teman-teman saya. Anak saya pun sekarang sudah makin jago main basket tanpa khawatir mengalami gejala tidak cocok susu sapi. Dulu suka bersin-bersin, ruam merah yang gatal, sekarang sudah tidak lagi,” kata Bunda Reva.

Sama seperti Bunda Acha dan Bunda Reva, begitu juga yang dialami Aktris Joanna Alexandra. “Selain ada IronC-nya,  SGM Eksplor Soya Pro-gress Maxx juga mengandung nutrisi penting lainnya seperti Isolat Protein Soya, Kalsium, Vitamin C, Omega 3 dan 6 juga lainnya. Anak saya sekarang sudah hampir Abege, terbukti sudah bebas dari gejala alergi susu sapi. Sekarang bisa jadi lebih aktif, tidak ruam merah dan bersin-bersin lagi. Sekarang saya sudah lebih tenang,” tandas Bunda Joanna.

Ya, dengan adanya SGM Eksplor Soya Pro-gress Maxx, Bunda yang punya anak alergi susu sapi, tentu tidak akan khawatir lagi. “Sejumlah penelitian membuktikan bahwa pola pertumbuhan, kesehatan tulang, dan fungsi metabolisme, penyerapan zat mineral tubuh, fungsi saraf, serta fungsi hormonal dari anak-anak yang mengonsumsi Isolat Protein Soya, tidak berbeda dengan anak-anak yang mengonsumsi susu sapi,” tutup Prof. Budi.

Foto: Novi, Ist

 

 

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *