Bila kita menyebut wilayah Sulawesi Utara (Sulut), banyak orang mungkin hanya mengetahui tentang wisata laut yang indah di Bunaken. Atau bubur Manado, makanan khas yang sudah merambah ke seluruh wilayah Indonesia.

Tapi mungkin banyak orang yang lupa atau tidak memperhatikan lagi tentang alat musik khas Sulawesi Utara yakni Kolintang. Alat musik dari kayu lokal yang ringan namun kuat ini aslinya berasal dari Minahasa, Sulawesi Utara, dan sudah dikenal sejak puluhan tahun silam.

Sejarahnya

Permainan musik Kolintang bukanlah bersifat individual. Alat musik ini minimal harus dimainkan oleh enam orang dengan fungsi masing-masing. Misalnya memegang melodi, gitar, ukulele, banjo, dan bas.

Sejarahnya, alat musik ini ditemukan oleh seorang pria asal Minahasa yang bernama Lintang. Nama Kolintang berasal dari suara tong (nada rendah), ting (nada tinggi), dan tang (nada biasa).

Seiring waktu, ternyata Kolintang tidak hanya digemari di Sulut, tapi juga di daerah lain termasuk di Jawa. Sambutan publik terhadap kehadiran Kolintang yang diiringi gitar, ukulele, dan string bas ini ternyata luar biasa.

Luar Negeri

Selanjutnya, Kolintang terus berkembang. Dimana tidak sedikit kelompok musik yang sudah pentas melanglang buana ke berbagai negara di dunia. Sebut saja Singapura, Australia, Belanda dan sekitarnya hingga Jerman, Amerika Serikat, dan Inggris. Kolintang juga sempat tampil di Swiss, Denmark, Swedia, dan Norwegia. Kita patut berbangga hati dengan kekayaan musik tradisional dalam negeri, ya, Kids.

(JFK/ETG, Ilustrasi: Just For Kids)

 

 

You may also like
Latest Posts from

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *