Pekan ulangan akan segera dimulai minggu depan. Manda merasa khawatir dengan nilai matematika yang akan didapatkannya. Walaupun selalu masuk 3 besar di kelas, ia tak begitu menguasai pelajaran berhitung itu. “Duh, aku takut kalau nilai ulangan matematikaku jelek,” Manda mengutarakan kekhawatirannya pada Sekar. Sekar yang juga termasuk murid pandai, merasa tenang dengan nilai yang akan didapatnya.

“Man, mau aku kasih tahu rahasia nilai bagusku nggak?” bisik Sekar. “Hah, memang apa rahasianya?” tanya Manda penasaran. “Kamu tahu kan kolam di taman yang sering kita lewati kalau berangkat dan pulang sekolah?” kata Sekar. “Nah, kolam itu bisa mengabulkan harapan kita hanya dengan melemparkan koin ke dalamnya,” lanjutnya. “Ah, masa, sih? Itu kan cuma kolam ikan biasa. Lagian airnya juga keruh, mana bisa mengabulkan harapan? Ada-ada saja kamu,” kata Manda tak percaya. “Kalau kamu nggak percaya, nanti kita coba buktikan, deh. Kamu siapkan saja koin untuk dilemparkan ke kolam,” tutur Sekar meyakinkan Manda.

Esoknya, Sekar mengajak Manda untuk membuktikan perkataannya. “Man, kamu sudah menyiapkan koin?” tanya Sekar. Manda mengangguk sambil mengepalkan tangannya yang menggenggam uang logam pecahan seribu. “Nah, sekarang kamu pejamkan mata sambil mengharapkan sesuatu, setelah itu lempar koinnya ke kolam,” instruksi Sekar. Manda mengangguk mengerti, dan memejamkan matanya, kemudian melemparkan uangnya ke kolam. Setelah Sekar melakukan hal yang sama, mereka pulang ke rumah masing-masing.

Malamnya, seperti biasa Manda selalu mengulang pelajaran yang telah diajarkan di sekolah. Karena esok ada ulangan matematika, ia pun berlatih mengerjakan soal yang telah dipelajarinya. “Man, belajarnya sudah dulu. Sudah larut malam, besok kamu kesiangan,” nasihat Ibu. “Iya, Bu. Sebentar lagi, tanggung 5 soal lagi,” jawab Manda yang masih sibuk dengan soal matematikanya.

Paginya, Manda merasa lebih siap untuk menghadapi ulangan matematika. Ia berusaha mengerjakan setiap soal dengan teliti. Sekar menjadi yang pertama selesai mengerjakan soal, disusul Manda. Mereka pun keluar kelas duluan. “Duh, semoga saja ulanganku kali ini dapat nilai bagus,” kata Manda yang tak terlalu yakin dengan jawabannya. “Tenang saja, Man. Kita kan sudah melempar koin di kolam harapan,” jawab Sekar santai.

Beberapa hari kemudian, hasil ulangan dibagikan. “Amanda Putri Kirana,” sebut Pak Anton. Manda segera maju untuk melihat nilai ulangannya. Namun, ia sedikit kecewa karena hanya mendapat nilai 90. Kemudian Sekar menghampiri Manda, “Man, kok cemberut?” tanya Sekar. “Nilaiku cuma segini,” ucap Manda sambil menyodorkan kertas ulangannya. Kemudian Sekar menyocokkan dengan hasil ulangannya. “Man, nomor 7 disalahin, nih? Padahal jawabannya benar,” ujar Sekar.

Manda buru-buru melihat kertas ulangannya. “Lho, iya, kok aku disalahin, sih?” kata Manda. Ia pun langsung protes ke Pak Anton yang telah selesai membagikan seluruh hasil ulangan. Setelah dicek ulang, ternyata memang benar Pak Anton salah mengoreksi ulangan Manda, dan mengganti nilai Manda menjadi 100.

Sepulang sekolah, Manda memperlihatkan nilai sempurnanya kepada Ibu dan menceritakan tentang kolam pengabul harapan. Ibu hanya tersenyum mendengar cerita anaknya dan kemudian berkata, “Kamu ingat nggak, sebelum ulangan kamu belajar sampai malam? Nah, sebenarnya nilai bagus yang kamu dapatkan berkat usahamu sendiri, Man. Kolam harapan hanya kebetulan saja,” jelas Ibu memberikan pengertian pada Manda.

 

Cerita: JFK    Ilustrasi: JFK

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *