Koko adalah sebuah kapal kecil yang ingin jadi kapal besar karena sering diejek dan diganggu oleh kapal-kapal besar. Koko tidak pernah melupakan ejekan dan perlakuan mereka. “Lihat kapal kecil itu, lucu sekali,” ejek kapal-kapal besar. Lalu sebuah kapal besar datang dan lewat di dekat Koko. Byuuur! Ombak tinggi terbentuk dari lintasan si kapal. “Aduh!” seru Koko sambil terombang-ambing terbawa ombak. Kapal-kapal besar itu menertawakan Koko.

Pada suatu hari, Koko bertemu dengan Nela si peri pembuat kapal. “Koko, wajahmu muram sekali, ada apa?” tanya Nela. “Aku ingin jadi besar dan membalas perlakuan kapal-kapal besar padaku. Tolong buat aku jadi seperti mereka,” pinta Koko. “Baik, tapi terus terang saja, aku lebih suka dengan bentukmu yang sekarang ini, Koko,” ungkap peri Nela.

Peri Nela mengayunkan tongkatnya dan dalam sekejap  bentuk Koko berubah jadi besar. “Terima kasih, Peri Nela!” seru Koko bahagia. Koko pun berlayar dengan bangga. “Aku akan mencari kapal-kapal besar yang dulu sering menggangguku dan menunjukkan diriku yang sekarang,” katanya.

Koko pun pergi ke lautan luas mencari kapal-kapal besar itu. Tapi, pencariannya sia-sia. Hingga akhirnya, ia sampai di pulau burung. “Oh, ini tempat tinggal temanku, Pipi si burung kecil,” gumam Koko senang. “Pipi!” panggil Koko. Ia mendekat ke pulau dengan hati-hati agar tidak menabrak  karang. “Koko? Kau jadi besar!” seru Pipi terkejut. “Ya, aku berniat membalas perlakuan jahat kapal-kapal besar padaku,” cerita Koko. “Tapi, dengan begitu kau jadi jahat, sama seperti mereka. Mengapa tidak melakukan perbuatan baik saja? Aku lebih suka kau yang dulu, kecil dan baik,” ungkap Pipi.

Koko yang tersadar akan kesalahannya, meminta Peri Nela untuk menjadikannya kecil lagi. Peri Nela sangat senang atas keputusan Koko dan mengubahnya menjadi kecil lagi. Tiba-tiba, Pipi datang, “Koko, gawat! Ada kapal besar yang menabrak karang di pulauku!”

Sesampainya di pulau burung, Koko kaget melihat kapal besar itu ternyata salah satu kapal yang pernah mengejeknya. “Tolong! Aku tidak punya sekoci penyelamat untuk menurunkan penumpangku!” seru si kapal besar panik.Badan kapal besar itu mulai miring ke salah satu sisi karena bocor. “Aku akan menolong mereka!” seru Koko. Oleh karena bentuknya yang kecil, Koko bisa dengan gesit berbelok melewati karang-karang yang tajam. Ia lalu mendekat dan membiarkan para penumpang si kapal besar naik ke atasnya.

“Terima kasih, Koko. Maafkan aku dan teman-temanku karena telah meremehkan dan jahat padamu,” ujar si kapal besar. “Tak apa, kapal besar. Kejahatan tidak boleh dibalas dengan kejahatan. Pipi menyadarkanku agar membalas kejahatan dengan kebaikan,” pesan Koko. Peri Nela dan Pipi mengangguk setuju. Sejak saat itu, Koko menjadi akrab dengan kapal-kapal besar. Bersama, mereka terus belajar tentang kebaikan dan kerendahan hati. (Teks: Seruni/ Ilustrasi: Fika)

You may also like
Latest Posts from

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *