Koalisi KSP, Relawan dan Aice Group Distribusikan 500 Ribu Masker Medis Lewat Gerakan “Pintu ke Pintu”

Berdasarkan data dari Satuan Tugas Penanganan Covid-19, jumlah kasus virus corona (Covid-19) di Indonesia terus bertambah dengan jumlah kasus positif Covid-19 lebih dari 4 juta kasus hingga saat ini. Lebih lanjut, penerapan penggunaan masker di kalangan masyarakat juga belum terlaksana 100% sehingga edukasi dan program penguatan menjadi sangat penting.

Melanjutkan misi kemanusiaan sebelumnya, dalam menyelamatkan masyarakat dari Covid-19, Aice Group mencanangkan misi besar dalam program Gerakan Dari Pintu Ke Pintu “WAJIB MASKER” bersama dengan Kantor Staf Presiden (KSP). Masker medis sejumlah 500.000 akan didistribusikan dari pintu ke pintu kepada masyarakat melalui relawan dan ibu-ibu PKK di 18 Kab/Kota se-Indonesia.

Deputi IV Kepala Staf Kepresidenan Bidang Informasi dan Komunikasi, Juri Ardiantoro menjelaskan bahwa resiko lebih tinggi penularan yang ditimbulkan oleh berbagai varian baru virus korona menyebabkan semua pihak perlu lebih mengutamakan langkah pencegahan di hulu. Sehingga distribusi masker medis berkualitas dengan melibatkan warga setempat lewat pendekatan door-to-door adalah bentuk gerakan multi pemangku kepentingan yang meringankan tetapi tetap aman dan tidak menambah resiko penularan di masyarakat bawah.

Juri Ardiantoro, Deputi IV Kepala Staf Kepresidenan Bidang Informasi dan Komunikasi

Menurutnya, kombinasi aktivasi masyarakat oleh Relawan Nasional Lawan COVID-19 (RNLC19) dan dukungan logistik masker medis yang diproduksi Aice Group adalah ikhtiar bersama anak bangsa dalam mengentaskan pandemi.

“Kita perlu meningkatkan koalisi multi stakeholder ini. Pemerintah, swasta, tokoh masyarakat dan media massa sudah bergerak bersama. KSP saat ini mengordinasikan gerakan ini di masyarakat dengan berfokus pada dua hal. Pertama, kami mengarahkan effort dan logistik ini ke masyarakat bawah yang paling membutuhkan. Kedua, yang sangat penting juga, mengonsolidasikan gerakan ini berjalan dalam pendekatan yang paling aman. Gerakan pintu ke pintu bagi masker medis ini sangat memenuhi kaidah Prokes,” jelas Juri.

Dalam distribusi 500 ribu masker medis dari pintu ke pintu yang dijalankan oleh koalisi triple helix pemerintah, swasta dan unsur masyarakat sipil ini, KSP mengapresiasi partisipasi aktif unsur swasta dan tokoh masyarakat di berbagai kota dan kabupaten. Juri menyampaikan hal tersebut dalam jumpa pers maya yang dilakukan bersamaan dengan distribusi 24 dari 500 ribu masker medis yang didonasikan oleh Aice Group di wilayah Koja, Jakarta Utara pada Kamis (5/8/2021) sore ini.

“Belum ada kata terlambat bagi kita membangun kedisiplinan dan kerjasama dalam melawan COVID-19. Meskipun rumah sakit sudah sedikit lebih lapang dan statistik penularan menggambarkan perbaikan, tapi kita tidak boleh lengah. Ikhtiar kita adalah bukan untuk menurunkan sementara angka pandemi. Tapi untuk benar-benar menekan pandemi ini hingga titik yang paling aman buat masyarakat Indonesia kembali beraktifitas,” kata Juri.

Dalam kesempatan tersebut, KSP juga memperkenalkan jaringan relawan distribusi masker dari beberapa daerah di luar Jabodetabek. Elisabeth Liu dan Ardi yang mengordinir distribusi masker di Semarang, Jawa Tengah dan Bekasi, Jawa Barat, menyampaikan optimisme atas sinergi banyak pihak yang dilakukan ini.

Sylvana, Juru Bicara sekaligus Brand Manager Aice Group

Dalam kesempatan yang sama, Juru Bicara sekaligus Brand Manager Aice Group Sylvana meyakini kerjasama adalah kunci bagi Indonesia dalam menyelesaikan pandemi COVID-19 saat ini. Dengan kondisi masyarakat yang majemuk dan tersebarnya masyarakat kurang mampu di seantero Nusantara, membuat pemerintah perlu melibatkan semua pemangku kepentingan dalam sinergi pencegahan penularan virus ini.

Tiga dari empat aspek penting penanganan kesehatan saat pandemi sangat dipengaruhi oleh kerekatan dan kerjasama sosial semua anak bangsa. Selain aspek kuratif, aspek lain promotif, preventif dan rehabilitatif memerlukan dukungan nyata semua pihak dalam menjalankan disiplin, kesepakatan tentang bahaya dan contoh nyata menjalankan Prokes COVID-19.

Sylvana memaparkan bahwa dalam kenyataan di lapangan, kondisi keterjangkitan virus di masyarakat sangat dipengaruhi oleh kesuksesan kebijakan pemerintah yang ditopang oleh kesepahaman dari berbagai unsur warga masyarakat.

“Dalam aktivitas distribusi puluhan juta masker medis Aice Group sejak akhir tahun lalu di puluhan kota dan kabupaten, ada hikmah tentang pentingnya kerjasama. Keberhasilan gerakan pentahelix membagi 5 juta masker bersama KSP dan GP Ansor ke masyarakat paling rentan, plus belasan juta lainnya lewat warung penjual es krim Aice, kami sangat didukung oleh para alim ulama, tokoh masyarakat, hingga petugas kebersihan dan pedagang pasar,” jelas Sylvana.

Menurutnya, COVID-19 ini memberikan pelajaran bahwa kerjasama yang dibangun bukanlah melulu di soal penanganan kurasi medik. Justru virus ini hanya bisa ditekan lewat kesepakatan sosial semua kalangan masyarakat. Melepas tanggungjawab dalam mencegah penularan sosial akan melahirkan krisis yang parah di sektor hilir. Rumah sakit akan penuh pasien dan memberi resiko dan kelelahan luar biasa bagi tenaga medis yang jumlahnya terbatas.

Selain komitmen kerjasama sosial banyak pihak yang intensif tersebut, Aice Group menyampaikan pula komitmen produksi masker medis yang intensif hingga pandemi ini usai. Seperti diketahui sebelumnya, Aice Group sudah memproduksi setidaknya sekitar 50 juta lembar masker medis SHIELD-Aice yang diproduksi di Pabrik Aice Mojokerto, Jawa Timur.

Sejak awal pandemi, Aice sudah membagikan sebanyak 50 juta masker medis untuk masyarakat Indonesia. “Selain produksi puluhan juta masker medis, Aice Group juga sudah mengirimkan setidaknya 10 juta es krim berkualitas untuk keperluan donasi ke tenaga kesehatan maupun masyarakat umum di masa pandemi ini,” tutup  Sylvana.

Foto: Efa, Ist

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *