“Anak-anak, jangan lupa, ya, besok tugas kalian adalah membawa satu macam makanan tradisional Indonesia,” kata Bu Rima menutup penjelasannya mengenai kebudayaan Indonesia. Murid-murid langsung ramai membicarakan apa yang hendak mereka bawa esok hari.

Dini pun kebingungan akan membawa apa untuk tugas tersebut. “Aku besok bawa onde-onde saja, ah. Onde-onde buatan Mamaku enak, lho,” kata Arin yang duduk di belakangnya.

Sepulang sekolah, Dini menceritakan tugas yang didapatnya pada sang Ibu. “Bu, aku dapat tugas dari Ibu Rima untuk bawa makanan tradisional Indonesia. Kira-kira, Dini bawa apa, ya, Bu?” tanya Dini pada Ibunya. “Hmm, makanan tradisional, ya? Kue atau hidangan berat, Din?” Ibu balik bertanya. “Hmm, kue saja kali, ya, Bu? Bagaimana?” Dini meminta pendapat Ibu.

“Bagaimana kalau kita bikin klepon saja?!” seru Ibu tiba-tiba. “Dulu Nenek pernah mengajarkan Ibu cara membuat klepon. Seingat Ibu, bahannya mudah didapat,” ucap Ibu mencoba mengingat bahan dan cara membuatnya. Kemudian, Ibu bergegas ke dapur melihat bahan apa yang ada di dapur. Disusul Dini yang mengikuti dari belakang.

Ibu mulai menuliskan apa saja yang dibutuhkan. “Tepung ketan, gula merah, kelapa parut, dan pasta pandan,” tulis Ibu dalam catatannya. Namun, yang ada hanyalah kelapa. “Wah, sepertinya kita harus ke supermarket untuk beli bahan-bahan yang kurang, Din,” kata Ibu. “Ya, sudah. Yuk, kita beli sekarang, mumpung masih siang, Bu,” usul Dini.

Karena letak supermarket yang tak jauh dari rumahnya, maka kurang dari 1 jam mereka telah mendapatkan bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat klepon. “Nah, sekarang tinggal kita olah bahan-bahannya, nih,” ujar Ibu sambil memakai celemek. Mulailah Ibu meracik semua bahan, dibantu Dini yang juga ingin tahu cara membuatnya.

Satu jam kemudian, Ibu telah selesai membuat bulatan-bulatan klepon berisi gula merah di dalamnya. Dini pun membantu memasukkannya ke dalam air yang direbus di atas kompor. Sambil menunggu kleponnya mengapung, Dini menyiapkan parutan kelapa untuk taburan ketika klepon sudah matang.

“Hmm, wanginya enak sekali, ya, Bu. Sepertinya sudah matang, tuh. Kleponnya sudah mengapung,” tandas Dini sambil melihat ke panci yang berisi klepon. Ibu dengan sigap mengambil klepon yang telah mengapung dan meletakkannya di atas parutan kelapa. Dini yang penasaran dengan rasanya segera mengambilnya. “Aduh!” seru Dini sambil meniup jarinya yang bermaksud menyolek klepon yang masih panas. Ibu hanya menggelengkan kepala melihat tingkah anaknya tersebut.

Setelah dingin, Dini mencicipi satu klepon yang telah dilumuri parutan kelapa. “Wah, enak, Bu! Coba, deh,” ujar Dini. Ibu pun ikut mencicipi. Kemudian, Ibu menyisihkan klepon yang masih mentah untuk direbus esok pagi sebelum Dini berangkat sekolah.

Esoknya, Dini membawa klepon yang telah dibuat Ibunya. Murid yang lain pun mengeluarkan makanannya masing-masing. Ada yang membawa onde-onde, kue lapis, dan aneka makanan khas Indonesia lainnya. Kemudian, Bu Rima menyuruh para siswa untuk mencari tahu asal makanan mereka. Dan, di akhir pelajaran, mereka bisa bertukar makanan.

 

Cerita: JFK    Ilustrasi: JFK

 

You may also like
Latest Posts from

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *