Dahulu kala di Timur Tengah, ada kerajaan bernama Wafur yang indah,  makmur, dan berlimpah kekayaannya. Rakyat bahagia dan sejahtera karena dipimpin oleh Raja Kabir yang baik hati.

Tapi, ada kekurangan Sang Raja yaitu kegemarannya yang berlebih terhadap makanan enak dan kebenciannya terhadap sayur dan buah. Raja Kabir mengangkat seorang menteri yang khusus menangani urusan makanan di istananya, menteri itu bernama Guda.

Tugas Guda cukup berat. Dia harus mengetahui jenis makanan apa saja yang disukai dan tidak disukai Raja Kabir. Lalu, Guda juga harus tahu, berasal darimana bahan-bahan mentah makanan Sang Raja. Dan yang terakhir, Guda harus melihat bagaimana cara memasak makanan-makanan yang disukai Raja. Guda melakukan semua pekerjaannya dengan baik sehingga Raja Kabir bahagia.

Tapi suatu hari, masalah besar menimpa Raja Kabir. “Aku sudah tak mau makan apapun, aku bosan,” keluh Raja. Raja menjadi tidak bersemangat dan lesu. Seluruh istana gempar dan rakyat ketakutan. Guda putus asa. “Ini semua kesalahanku!” seru Guda sedih. “Tenanglah Guda, kau sudah bekerja dengan baik, tidak mungkin ini kesalahanmu. Ayo, kita cari jalan keluarnya bersama,” kata sahabat Guda, Abu. Abu adalah seorang dokter.

Abu memeriksa Raja Kabir. “Entah apa yang terjadi denganku, aku tak bisa lagi makan makanan enak,” kata Sang Raja sedih. Abu tetap tenang karena dia tahu cara mengatasi masalah sang Raja. “Aku bisa menolong Raja, tapi ini butuh keberanian,” kata Abu pada Guda. “Kita harus mengambil cara apapun agar Raja tidak lesu lagi,” jawab Guda menyetujui rencana  Abu. “Kita minta Raja tidak makan, dengan kata lain berpuasa,” ungkap Abu.

Para penasihat kerajaan yang penakut,  marah ketika mengetahui Abu dan Guda bermaksud meminta Raja Kabir berpuasa. Untung saja Sang Raja bersedia melakukannya. “Aku percaya pada Abu dan Guda,” kata Raja Kabir. Maka Raja Kabir berpuasa. Dan hasilnya menakjubkan.

Setelah berpuasa, Raja Kabir jadi menghargai semua makanan, tidak hanya makanan yang menurutnya enak, tapi juga makanan yang tadinya tidak disukainya. “Setelah tidak makan, aku bisa menghargai semua makanan, aku sangat bersyukur!”  kata Raja Kabir gembira. Para penasihat Raja yang malu, minta maaf pada Abu dan Guda.

Kini pekerjaan Guda menjadi ringan karena Raja Kabir tidak lagi memilih-milih makanan. Sang Raja  juga memperhatikan kesehatannya dan menuruti apa yang dikatakan Abu. Guda dan Abu bekerja sama dengan gembira demi kesehatan Sang Raja, yang sangat penting bagi kelangsungan Kerajaan Wafur.

 

 

 

 

Cerita: Seruni    Ilustrasi: JFK

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *