Zaman dahulu, burung Kasuari sama seperti burung Elang, bisa terbang dengan gagah. Kasuari dan Elang mempunyai ukuran tubuh yang sama. Namun, burung Kasuari yang berjambul,  membuat semua binatang kagum. Karena sering dipuji, burung Kasuari menjadi angkuh dan sombong. Mereka  merendahkan dan mengejek burung Elang.(Once upon a time, the Cassowary roams the skies alongside the Eagle. Both birds have equal body size. But, the casque on the Cassowary’s head amazes all of the animals. Constantly praised, the Cassowary became arrogant and bigheaded. Cassowaries undermine and taunt the Eagles.)

Burung Elang menjadi kesal pada burung Kasuari. Hingga mereka pun bermusuhan dan membagi wilayah. Apabila ada burung Kasuari yang masuk wilayah burung Elang, mereka akan dihukum. Begitu juga sebaliknya. (The Eagles are upset to the Cassowaries. They then became each other’s enemies and split their territories. If a Cassowary enters the Eagle’s territory, he will be punished. The same goes to the Eagles.)

Suatu hari, seekor burung Kasuari bernama Bou tertidur di pohon yang ada di wilayah burung Elang. Burung-burung Kasuari marah pada Bou. “Aku tidak sengaja,” aku Bou. “Bohong!” tuduh para Kasuari.(One day, a Cassowary named Bou fell asleep on a tree inside the Eagles’ territory. The Cassowaries are enraged to Bou. “I didn’t do it on purpose,” says Bou. “Liar!” accuse the Cassowaries.)

Bou diasingkan ke lembah merah, tempat Dewi Api tidur panjang. Di sana, para Kasuari mengolok-olok Bou. Suara keras mereka membuat Dewi Api terbangun dan marah. “Aku tidak suka dengan permusuhan burung Kasuari dan Elang. Akan kuhanguskan tempat tinggal mereka dengan apiku!” seru Dewi Api. (Bou is exiled to the red valley, where the Fire Goddess takes a long sleep. There, the Cassowaries mock Bou. Their loud noises made the Fire Goddess awaken, and angry. “I despise the feud between Cassowaries and Eagles. I will scorch their homes with my fire!” says the Fire Goddess.)

Bou pun meminta tolong pada Dewi Langit. Tiba-tiba, tubuh Bou berubah menjadi besar. Sepasang cakarnya menjadi kaki yang tinggi. “Kau tak akan bisa terbang lagi, tapi kedua kakimu sangat kuat,” jelas Dewi Langit. (Bou asks the Sky Goddess for help. Suddenly, Bou’s body turned big. His pair of claws became tall legs. “You will not be able to fly, but both your legs will be powerful,” explains the Sky Goddess.)

Para Kasuari dan Elang ketakutan melihat api sang Dewi Api. Bou pergi ke laut dan menendang ombak besar yang datang, dengan kedua kakinya. Air ombak itu berhasil memadamkan api yang akan membakar tempat tinggal Kasuari dan Elang. (The Cassowaries and Eagles are terrified of the Fire Goddess’ wrath. Bou rushes to the sea and kicks an incoming big wave with both his legs. The water from the wave extinguishes the fire burning the homes of the Cassowaries and Eagles.)

Melihat keberanian Bou, amarah Dewi Api hilang. Burung-burung Kasuari dan Elang berterima kasih pada Bou. Sejak saat itu, mereka berhenti bermusuhan. Burung-burung Kasuari meminta pada Dewi Langit agar mereka jadi seperti Bou si pemberani. Itulah mengapa burung Kasuari bertubuh besar dan tidak bisa terbang. (Seeing Bou’s bravery, the Fire Goddess’ rage subsides. The Cassowaries and Eagles thank Bou. Since then, they stopped their feud. The Cassowaries ask the Sky Goddess to turn their bodies just like Bou the brave. That is why Cassowaries have big bodies and can’t fly.)  (Cerita: Seruni/ Ilustrasi: Just For Kids/ Translator: Yos)

You may also like
Latest Posts from

1 Comment

  1. Thank you for the good writeup. It in fact waas a amusement
    account it. Look advanced to more added agreeable from you!
    By the way, how can we communicate? https://sdk.huoyugame.com/api/share_new/test.php?url=https://win88.today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *