Koko si katak, tinggal di rawa-rawa. Tapi, pada suatu hari, rawa-rawa tempat Koko tinggal dijadikan perumahan, sehingga Koko dan teman-temannya terpaksa pergi mencari tempat tinggal baru.

Ternyata, sungguh sulit mencari rawa-rawa. “Teman-teman, bagaimana kalau kita tinggal di danau saja?” usul Koko. Teman-temannya setuju karena danau punya air yang tenang, tidak seperti sungai.

Setelah beberapa hari, akhirnya Koko dan teman-temannya menemukan sebuah danau. Koko sebagai yang tertua dari teman-temannya, meminta izin pada binatang-binatang danau. “Tentu saja kalian boleh tinggal di sini,” kata seekor ikan danau.

Koko dan teman-temannya sangat berterima kasih dan bahagia. Akhirnya mereka menemukan tempat tinggal. Tapi, keesokan harinya Koko dan teman-temannya dibangunkan oleh suara keras dan galak.

“Hei, pergi dari sini!” seru seekor kura-kura besar dan menakutkan. “Tapi, katanya kita diperbolehkan tinggal di sini,” kata Koko. “Maaf… kutarik kembali perkataanku,” kata si ikan yang waktu itu memperbolehkan Koko dan teman-temannya tinggal di danau.

Rupanya, si kura-kura adalah binatang tertua di danau itu, dan semua takut padanya. Koko dan teman-temannya terpaksa pergi dari danau.

Koko dan teman-temannya yang putus asa, tidak tahu apa yang harus mereka lakukan. Selama beberapa waktu, mereka tinggal di sebuah gubuk yang sudah lama ditinggalkan. Tapi kehidupan di sana sangat sulit.

Suatu hari, seekor burung memberitahukan Koko bahwa ada rawa yang sangat mirip dengan rawa tempat tinggal mereka. Mendengar ini, Koko dan teman-temannya mendapatkan harapan dan mereka kembali bersemangat.

Selama seminggu mereka berjalan, dan akhirnya tujuan mereka hampir dicapai. Di tengah jalan, mereka bertemu dengan seekor ular yang sepertinya sakit.

“Maukah kalian menolongku? Aku tinggal di dekat rawa yang kalian tuju…maukah kalian membawaku ke sana?” kata si ular. Teman-teman Koko tidak setuju. Mereka takut si ular berbohong.

“Koko, bagaimana kalau ular itu menjadikan kita makanan?” kata mereka. Tapi, Koko mempercayai ular itu. “Begini saja, aku akan membawa ular itu sendirian, jadi kalian aman,” kata Koko.

Koko memanggul si ular sendirian. Ketika sampai di tempat yang dikatakan si ular sebagai tempat tinggalnya, si ular berkata, “Maaf, bisakah kau membawaku sedikit lebih jauh lagi, ke rawa-rawa?”

Ternyata, si ular tinggal di rawa-rawa yang Koko dan teman-temannya tuju! Dan ular itu adalah binatang yang tertua dan dihormati di rawa itu. Koko sangat terkejut.

“Aku sedang mencari penghuni baru di rawaku. Tapi penghuni baru itu harus punya sifat-sifat baik. Jadi, aku memberikan ujian pada mereka. Aku tersentuh akan kebaikan dan pengorbananmu,” kata si ular pada Koko.

Begitulah, karena kebaikan hati Koko, si ular memperbolehkan Koko dan teman-temannya tinggal menetap di rawa itu.

 

 

 

Cerita: Seruni    Ilustrasi: Agung

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *