Kio adalah pohon ek yang selalu berusaha untuk menjadi pohon yang baik. Menjadi pohon yang baik berarti selalu mengikuti nasihat pohon-pohon ek yang lebih tua darinya.

Salah satu pohon ek yang paling dihormati Kio adalah Eku, yang usianya 900 tahun. Sejak kecil, Kio yang sebatang kara selalu diasuh oleh Eku, jadi Kio berjanji akan selalu menuruti nasihat Eku. Kio ingin jadi pohon ek yang dihormati seperti Eku.

Suatu hari, Eku mengunjungi Kio. “Eku, aku senang kau mengunjungiku!” kata Kio bahagia. “Aku juga senang mengunjungi anak angkatku yang baik,” kata Eku pada Kio, membuat Kio bangga. “Sebentar lagi musim jamur tumbuh. Seperti yang sudah kau ketahui, jamur adalah tumbuhan parasit yang tumbuh bersamaan dengan kita. Kau harus waspada dengan mereka, Kio. Jangan sampai kau kalah dengan jamur-jamur itu, mereka jahat dan berbahaya,” kata Eku menasihati Kio. “Jangan khawatir  Eku, aku akan menjaga jarak dengan mereka,” kata Kio. “Itu tidak cukup Kio, kau harus membenci mereka,” tambah Eku. Kio berjanji akan mengingat nasihat Eku.

Tak lama kemudian, sebuah jamur tumbuh di dekat Kio. Jamur itu adalah jamur boletus. “Namaku Botu, maukah kau jadi temanku?” kata si jamur pada Kio. “Kurasa tidak, karena kau adalah parasit yang menyerap makanan dari akar-ku,” jawab Kio ketus. Tapi anehnya, Botu tidak menunjukkan rasa takut dengan sikap Kio. Botu adalah jamur periang. Dia juga pintar bercerita dan menyanyi!

Lalu, ada kejadian yang membuat Kio tertegun. Suatu hari, ada burung pelatuk yang mencoba merusak kulit Kio. Tapi, dengan berani Botu mengusir burung itu, menyelamatkan Kio. Mau tidak mau, Kio jadi senang dengan kehadiran Botu. Kio juga jadi berpikir, apakah jamur boletus sebenarnya jahat? Kio bingung, tapi dia lalu teringat nasihat Eku. Eku berkata kalau jamur-jamur ini harus diwaspadai dan dibenci. Kio tidak ingin mengecewakan Eku.

Suatu hari, ada kejadian aneh yang membuat gempar hutan, terutama di kalangan pohon-pohon ek. “Ada penyakit aneh menyerang kita! Mengapa? Padahal kita pohon-pohon ek adalah pohon yang paling kuat!” Bahkan Eku pun ikut khawatir. Tapi dia punya jawaban. “Kurasa ini karena ulah jamur-jamur boletus parasit yang tumbuh di dekat kita. Kini mereka punya kemampuan yang lebih jahat dari sebelumnya!” kata Eku. Tapi Kio menyadari sesuatu.

“Eku, aku banyak bertukar kabar dengan hewan-hewan lain di hutan. Kata mereka, ada kesamaan di semua pohon ek yang sakit. Di sekitar mereka, tak ada jamur boletus yang tumbuh,” Kio mengutarakan penemuannya. Eku terkejut. “Jadi maksudmu jamur-jamur parasit ini menyelamatkan kita?” tanya pohon-pohon ek lain. Mulanya Kio ragu menjawab, tapi dia teringat Botu yang menyelamatkannya dari burung pelatuk. “Ya,” jawab Kio tanpa Ragu.

Jawaban Kio membuat Eku marah dan kecewa. Eku tak ingin bertemu lagi dengan Kio, dan hal ini membuat Kio sangat sedih. Botu melihat Kio yang murung, dan jamur itu menghiburnya dengan cerita dan nyanyian, hal ini membuat pohon ek itu bersemangat lagi. “Botu, kini aku tidak lagi menganggapmu parasit jahat. Kau adalah temanku. Maaf aku sudah bersikap menyebalkan padamu,” kata Kio. “Benarkah? Terima kasih, Kio!” kata Botu senang.

Kio yang ingin berbaikan lagi dengan Eku memutuskan untuk mengunjungi pohon itu. Alangkah terkejutnya ketika Kio melihat Eku. Pohon itu sakit! “Eku, apa yang terjadi?!” seru Kio kaget. “Aku mengusir jamur boletus yang tumbuh di dekatku, dan tak lama kemudian aku terkena penyakit. Kio, kau benar, jamur boletus adalah penyelamat kita. Penyakit ini akibat tanah tempat kita tumbuh yang sudah tercemar, dan jamur-jamur boletus membantu menyerap zat-zat kimia berbahaya dari tubuh kita. Aku terlalu angkuh untuk mengakui hal itu,” kata Eku sedih. “Kalau begitu, ayo kita berteman dengan jamur-jamur, Eku,” kata Kio. Eku mengganguk setuju. “Kau lebih bijak dariku Kio, kaulah yang lebih pantas dihormati,” kata Eku rendah hati.

Ternyata, sudah lama ada kepercayan yang salah di antara pohon ek, yaitu bahwa jamur-jamur boletus adalah parasit. Padahal mereka juga memberi keuntungan pada pohon ek, yaitu memberikan air dan mineral. Kio adalah pohon ek yang mengabarkan hal ini. Akibatnya, semua pohon ek kini berteman dengan jamur-jamur boletus. Para penghuni hutan senang karena kebencian di antara jamur boletus dan pohon ek sekarang sudah berakhir!

 

 

 

Cerita: Seruni     Ilustrasi: Agung

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *