Bubu si burung Hering pemakan bangkai, tinggal di sebuah pulau bernama Pulau Hering bersama burung-burung Hering lain. Pulau itu selalu tampak gelap dan menyeramkan, sehingga semua binatang takut.  Hal ini juga menjadikan mereka takut pada kawanan burung Hering.

Tapi musibah terjadi pada suatu hari. Es di kutub Utara mencair dan menenggelamkan pulau Hering tempat tinggal Bubu. Untung saja pada saat itu ada sebuah perahu kayu besar kosong yang terombang ambing di dekat pulau, sehingga Bubu dan burung-burung Hering bisa menyelamatkan diri.

Tak lama kemudian, kawanan ikan hiu datang. “Aku bisa menolong kalian, asal kalian mau berubah jadi hiu seperti kami,” kata seekor hiu.  “Aku burung Hering, dan bangga dengan kodratku,” tolak Bubu. Burung-burung Hering lain menyerah dan memilih berubah menjadi seekor ikan, melupakan kodrat yang sudah dikaruniakan pada mereka. “Kau bodoh, hidupmu akan susah!” ejek seekor hiu pada Bubu.

Maka Bubu mengembara, mencari pekerjaan supaya dia bisa bertahan hidup. Tapi usahanya menemui kesulitan karena dia adalah burung Hering. “Kau mengerikan,” kata mereka yang menolak Bubu. “Tapi aku bisa bekerja dengan hal-hal kotor, jadi kalian tak perlu khawatir mempekerjakanku,” jelas Bubu.

Tapi mereka tetap tak mau menerima Bubu. Bubu mulai ingat kata-kata ikan hiu. “Benarkah hidupku susah? Tapi aku tak mau menyerah!” kata Bubu.  Akhirnya, Bubu sampai di sebuah negara bernama Kusa. “Kau boleh bekerja di sini. Kami perlu seekor binatang untuk  membuang sampah dan kotoran,” kata Ratu Kusa. Dengan senang hati Bubu menerima pekerjaan itu.  Walaupun pekerjaan Bubu berat karena dia hanya sendiri, dia tetap semangat.

Suatu hari, Bubu mendengar kabar kalau teman-teman burung Heringnya tidak lagi menjadi ikan dan sekarang sangat menderita. Bubu ingin mengajak mereka tinggal di Kusa, tapi Ratu Kusa tidak mengizinkannya.

Tapi nasib baik berpihak pada Bubu. Suatu hari Kusa diserang oleh monster lumpur yang menjijikkan. Dan dia berhasil merebut tongkat kerajaan Ratu Kusa. “Kini aku menguasai negara Kusa!” serunya senang. Ratu dan penduduk Kusa lari mengungsi. Bubu mengundang teman-teman burung Heringnya untuk memusnahkan si monster. “Aku tidak bisa dimusnahkan! Senjata apapun tak akan mempan padaku!” tawa si monster. “Kau hanya kotoran dan akan kami makan, karena lambung kami asam dan kuat!” seru Bubu dan burung Hering lainnya. Dan si monster musnah!

Bubu mengembalikan tongkat kerajaan kepada Ratu Kusa. Ratu dan penduduk Kusa sangat berterima kasih pada Bubu dan teman-temannya. Mereka  diminta menetap di Kusa selamanya. Bubu dan teman-temannya  bekerja membersihkan sampah dan kotoran, tapi  kini mereka dihormati dan dihargai.

 

Cerita: Seruni     Ilustrasi: JFK

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *