Salah satu kendala yang kerap dihadapi ibu baru setelah memiliki bayi adalah kesulitan tidur. Bagaimana tidak, umumnya bayi akan sering terbangun di malam hari. Seperti yang diungkapkan oleh dr. Meirdhania Andina, SpA, MKes dari Brawijaya Hospital Saharjo. “Pada 3 bulan pertama, umumnya Ibu akan sering begadang karena bayi biasanya akan sering bangun pas malam hari,” katanya.

Padahal, paska melahirkan terutama ibu menyusui, harus banyak istirahat agar kondisi tetap prima dan bisa memproduksi ASI yang berkualitas. Untuk mensiasati kekurangan tidur ini, ia menganjurkan agar si ibu ikut tidur saat bayi tidur. Namun, hal ini akan sulit tercapai jika si bayi sendiri tidak nyenyak tidurnya yang membuat ia kerap terbangun di malam hari dalam hitungan menit. Otomatis, baik ibu maupun bayi akhirnya tak memiliki tidur berkualitas.

Cara Membedong Bayi

Nah, salah satu cara atau tradisi yang sering dilakukan banyak orangtua di Indonesia untuk membuat bayi nyenyak tidur adalah membedong. Membedong bayi, bila dilakukan dengan  baik dan benar akan membuat bayi merasa seperti di dalam rahim ibunya, hangat dan nyaman. “Bayi baru lahir cenderung tidur lebih lama sekitar 14 – 18 jam per harinya dan lebih sering tidur di siang hari dan lebih aktif di malam hari, atau lebih sering terbangun pada malam hari. Pada saat inilah sang buah hati perlu dibedong agar tidurnya lebih berkualitas,” ungkap dr. Andina, demikian ia biasa disapa.

(kiri – kanan) Rheina (Host), Stephanie Hertanto (Mom Influencer yang sudah menggunakan produk Love to Dream), Stefani Irwan (Sr. Marketing Manager Mothercare Indonesia), dr. Meirdhania Andina, SpA, MKes (Dokter Spesialias Anak Brawijaya Hospital Saharjo), dan Hana Krawchuck (Founder of Love to Dream) pada acara webinar Mothercare x Love to Dream

Namun, sayangnya, banyak orangtua yang masih melakukan hal keliru saat membedong bayi. Oleh karena itu, dr. Andina memberikan tips teknik memakaikan bedong yang baik dan benar, yakni:

  1. Perhatikan jenis bahan bedong. Pilihlah kain berbahan lembut, nyaman dan mudah menyerap keringat. Khusus di daerah tropis, pilih kain yang tidak terlalu tebal.
  2. Bagian leher ke atas tidak boleh tertutup, hanya bagian pundak ke bawah yang ditutup oleh bedong.
  3. Letakkan bayi dalam posisi telentang dan kedua tangan dimasukkan ke dalam bedong. Jangan lilitkan bayi terlalu ketat namun juga tidak terlalu longgar
  4. Ketika membedong bayi, bagian kaki jangan diluruskan, biarkan posisi natural normal bayi yaitu frog position yang seperti kodok. Karena jika kaki diluruskan dapat menimbulkan cedera pada pinggul atau hip dysplasia
  5. Penggunaan bedong pada bayi hanya dilakukan pada saat bayi tidur agar kualitas tidur mereka lebih baik, lebih pulas dan lebih lama.

Bedong Inovatif Love to Dream

Ada banyak sekali varian bedong di pasaran.Untuk itu, Moms sangat perlu untuk lebih selektif dalam memberikan bedong yang aman untuk sang buah hati. Salah satunya adalah bedong inovatif asal Australia yang membuat tidur bayi dan balita lebih aman, nyaman, dan lama, yakni Love to Dream™.

Adalah Hana Krawchuk, seorang ibu yang berhasil menciptakan bedong modern ini. Berbekal dari pengalaman mendapati anaknya tidak dapat tidur dengan nyenyak selama 18 bulan, Hana berhasil menciptakan bedong yang menyesuaikan dengan postur tubuh bayi.

Love to Dream – Staeg 1 Blue Original

Awalnya, Hana membedong bayinya dengan bedongan tradisional. Bayinya menyukainya, namun saat malam hari, si kecil akan menggeliat berusaha untuk melepaskan diri dari bedongan sampai longgar, dan akhirnya wajahnya akan terkena bedongan. “Itu membuat anak saya terbangun dan pada akhirnya otomatis membangunkan saya. Jadi, tak ada satupun dari kami yang dapat tidur,” ujar Founder Love To Dream tersebut.

Lebih lanjut, Hana memperhatikan bahwa anaknya sangat suka tidur dengan tangan terangkat ke atas. “Sehingga ini membawa saya untuk melihat riset penelitian tentang membedong dan mode ARMS UP. Riset medis menunjukkan bahwa bayi tidur lebih pulas ketika mereka dibedong. Tapi jika Anda bisa memberi akses bagi tangan mereka untuk mengusap pipi atau mengisap tangan, mereka akan tidur lebih nyenyak. Jadi, itulah yang saya lakukan. Saya mengombinasikan membedong dan posisi ARMS UP. Dengan menggunakan bedong Love to Dream memungkinkan bayi tidur dalam posisi yang lebih alami yaitu dengan tangan terangkat, sehingga mereka lebih merasa tenang dan tidur lebih lama. Untuk di Indonesia, kami menghadirkan 2 varian produk yaitu 1.0 TOG yang cocok untuk semua cuaca. Lalu untuk cuaca tropis dan panas seperti di Indonesia sangat cocok menggunakan 0.2 TOG yang sangat ringan,” imbuh Hana.

Love to Dream – Transition Suit

Bedong Love To Dream 0.2 TOG untuk suhu yang lebih hangat memiliki desain tanpa lengan.Untuk ventilasi terbaik dibuat dari kain 100% Nuzzlin ultra ringan yang sangat lembut dan breathable. Sementara Bedong Love To Dream™ 1.0 TOG untuk suhu sedang dilengkapi selimut berlapis LUX KNOT dengan 100% katun dan lapisan alami yang lembut. Kedua bedong Love To Dream™ 1.0 TOG dan 0.2 TOG memungkinkan mobilitas dan kebebasan yang tidak dimiliki oleh bedong tradisional, menjadikannya ideal untuk bayi dan balita yang aktif. Tersedia untuk bayi baru lahir hingga anak usia 4 tahun.

Diterangkan oleh Stefani Irwan, Senior Manager Marketing Communications Mothercare Indonesia, setelah melakukan survei kepada pelanggan Mothercare Indonesia, mereka mendapati bahwa banyak sekali ibu yang menginginkan dan menyukai produk ini. “Kalau sebelumnya produk ini hanya bisa didapatkan di Australia, United Kingdom (UK), ataupun Amerika Serikat, kini para ibu bisa mendapatkan Love to Dream di Indonesia hanya melalui Mothercare Indonesia.  Harganya berkisar antara Rp. 495.000 hingga Rp. 795.000,” tutupnya.

Bagi Moms yang ingin membeli, sekarang saat yang tepat untuk segera mendapatkan produk ini karena Mothercare sedang menggelar Seasonal Savers, ada potongan harga hingga 50%. Promo ini berlaku di seluruh gerai Mothercare yang ada di pusat perbelanjaan, official website www.Mothercare.co.id atau official Mothercare Store di beberapa marketplace terkemuka mulai 25 Maret – 18 April 2021.

Foto: Ist

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *