Tantangan #SamaSamaNyaman Ajak Remaja Jadi Warga Digital yang Bijak

Tahukah kamu, tanggal 23 Juli 2020 nanti, kita akan merayakan Hari Anak Nasional. Itu merupakan hari istimewa bagi semua anak di Indonesia. Menurut pasal 1 butir 5 Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia, definisi anak adalah setiap manusia yang berusia di bawah 18 (delapan belas) tahun dan belum menikah, termasuk anak yang masih dalam kandungan.

Sebagai anak modern yang hidup di era digital, kalian pasti akrab sekali dengan internet. Bahkan, Data Digital Report 2020 oleh Hootsuite menunjukkan bahwa pengguna internet banyak didominasi oleh remaja, rata-rata menghabiskan 7 jam dan 59 menit per hari di internet. “Saat masa pandemi Covid-19, kita dapat melihat semakin banyak orang termasuk anak remaja menghabiskan banyak waktu di internet, bukan hanya untuk kegiatan belajar dari rumah, tetapi juga untuk tetap berkomunikasi dengan teman-teman dan keluarganya. Seperti halnya semua aplikasi yang mungkin digunakan oleh anak remaja kita, akan sangat membantu untuk mempelajari berbagai pilihan aplikasi untuk orangtua dan keluarga, serta mengetahui apa saja potensi resikonya,” ujar Ibu Samanta Ananta, M.Si, Psikolog Anak dan Keluarga.

Nah, dalam rangka merayakan Hari Anak Nasional, TikTok, aplikasi video singkat, meluncurkan tantangan tagar #SamaSamaNyaman untuk mendorong remaja seperti kamu dan Kakak untuk menjadi warga digital yang bijak.

Lewat tantangan ini, TikTok mengajak pengguna untuk lebih memperhatikan pentingnya remaja agar lebih bijak, terutama saat mengunggah konten berbahaya dengan tujuan hiburan ataupun menjadi viral. Untuk ikut serta dalam tantangan ini, pengguna dapat melakukan hal berikut:

– Rekam video dan gunakan stiker #SamaSamaNyaman lalu ikuti koreografinya.

– Unggah video bersamaan dengan tagar #SamaSamaNyaman, gunakan pengaturan Publik untuk videonya.

– Bagikan video ke platform media sosial yang lain, lalu ajak teman-teman yang lain untuk bergabung.

Lebih jauh lagi, Samanta memberikan beberapa tips agar anak remaja bisa aman berselancar di dunia maya. Berikut di antaranya:

  • Diskusikan kepada orangtuamu mengenai platform yang kalian akan gunakan dan cobalah bersama-sama untuk mempelajarinya. Mulailah dari yang paling mendasar, seperti diskusi apa yang terjadi di dalam aplikasi tersebut, fitur atau fungsi yang tersedia, dan yang paling penting, dengan siapa kalian boleh berkomunikasi di platform tersebut.
  • Jangan sungkan memulai obrolan. Gunakan aplikasi tersebut sebagai cara mempererat hubungan dan menghabiskan waktu bersama orangtuamu. Akan lebih bagus lagi jika kamu dan Moms atau Dads bisa mengobrol secara tulus dan bukan dibuat-buat tentang fitur yang paling kamu sukai. Dengan begitu, kamu akan mendatangi orangtuamu jika butuh bantuan, dan orangtuamu pun juga sudah paham dengan teknologi yang mereka gunakan.
  • Tetaplah menjaga komunikasi dengan orangtuamu secara terbuka. Kalian bisa membahas tentang pengaturan privasi, waktu yang dihabiskan di internet, dan jenis kegiatan atau tantangan tagar apa yang kalian ikuti. Komunikasi yang lancar dengan orangtua bisa membuat kalian lebih nyaman bicara dengan orangtua tentang apapun masalahmu, dan bukan mengumbar di media sosial atau platform lainnya. Bagaimanapun, orangtua adalah sumber curahan cerita yang paling dapat dipercaya, bukan dunia media sosial.
  • Bertanggung-jawablah atas segala tindakan-mu. Penting untuk kalian memahami dan belajar tentang keamanan online. Tanyakan hal yang kamu kurang paham kepada orangtuamu sehingga kamu menyadari risiko apa yang mungkin akan kamu hadapi jika tidak menjadi warga digital yang bijak.

Untuk upaya keamanan, TikTok sendiri telah bekerja sama dengan para pakar industri, organisasi non-pemerintah (LSM) dan asosiasi industri di seluruh dunia untuk membantu memastikan bahwa kebijakan, teknologi, dan kontrol privasi melindungi dari tantangan industri seputar penyalahgunaan platform. Di Indonesia, TikTok telah bekerjasama dengan Komunitas Sudah Dong untuk kampanye anti perundungan siber, serta Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Indonesia untuk mengedukasi pentingnya peran orangtua dalam menjaga keamanan internet anak remaja.

“TikTok berkomitmen untuk membina lingkungan yang positif dan inklusif dimana siapapun, dengan batas usia minimum 14 tahun, dapat mengekspresikan diri mereka dengan aman,” ujar Kak Donny Eryastha, Head of Public Policy, TikTok Indonesia, Malaysia, dan Filipina.

Nah, jika usiamu belum genap 14 tahun, sebaiknya kamu tidak memiliki akun TikTok sendiri, ya? Namun, boleh saja memanfaatkan aplikasi TikTok untuk kegiatan positif dan tentu saja di bawah pengawasan orangtuamu. Nah, sudah siap menjadi warga digital yang baik?

(Ilustrasi: Ist)

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *