Saat ini school from home merupakan salah satu alternatif pendidikan terbaik. Akan tetapi bukan sekolah saja yang dilakukan dari rumah di era New Normal ini; ada juga kegiatan work from home yang harus dijalani oleh orang tua seringkali dalam waktu bersamaan. Situasi ini memerlukan sejumlah siasat supaya orang tua maupun anak dapat sama-sama menjalankan kegiatan online tersebut dengan efektif dan tidak terbebani stress. Seperti apa kiatnya, dua psikolog cantik ini akan berbagi kepada Moms semua.

Menurut Ibu Jovita Maria Ferliana, M. Psi., Psi., Psikolog Anak, Remaja & Keluarga sekaligus Kepala Sekolah Little Shine yang ditemui dalam virtual talkshow bersama Smartfren Community mengatakan, “Diperlukan sinergi antara orang tua-anak dan komunikasi yang positif untuk mengelola beban yang timbul saat menjalani school from home. Ini bisa kita lakukan dengan membuat aturan bersama, mengajukan pertanyaan positif jika ada sesuatu yang ingin diketahui tentang aktivitas anak; apresiasi terhadap setiap hal baik yang sudah dilakukan anak; mengonfirmasi dan mengajak anak berdiskusi jika ada hal yang menurut orang tua perlu diperbaiki; menerapkan satu waktu untuk fokus berkumpul bersama hanya untuk keluarga tanpa melakukan hal lain; dan memajang hasil karya anak sebagai bentuk apresiasi.”

Selain itu Ibu Jovita juga menekankan pentingnya mengenali gaya belajar anak agar orang tua tidak mudah stress ketika menghadapi school from home. Cara mengenalinya antara lain dengan memperhatikan kebiasaan anak sehari-hari, memberikan tugas, berkomunikasi dengan guru dari sekolahnya, atau memperhatikan jenis gangguan yang memecah konsentrasi anak. Gaya belajar ini terbagi menjadi visual, jika memahami informasi dengan cara melihat grafik, diagram, gambar, atau warna; auditory, jika memahami informasi dengan cara mendengar; read/write, jika memahami informasi dengan cara menulis dan membaca; dan kinestetik, jika memahami informasi dengan mencoba langsung dan menerapkan dalam kesehariannya.

Selanjutnya, orang tua juga perlu memahami bahwa berbagai macam situasi yang terjadi di masa pandemi COVID-19 ini berpotensi menjadi stressor bagi anak. Misalnya kondisi yang ambigu karena anak melihat temannya bepergian sedangkan dirinya harus terus berada di rumah, over exposure terhadap informasi mengenai COVID-19, dan perubahan signifikan pada berbagai kegiatan anak. “Dalam situasi seperti ini orang tua perlu membangun komunikasi yang membuat anak merasa tenang. Tetap tenang dan proaktif; tetapkan rutinitas dan jika anak belum bisa membuat jadwal, maka bantu anak membuatnya; kemudian  berikan pengawasan yang sehat seperti melihat informasi apa saja yang dilihat anak. Lalu yang paling penting, orang tua jangan lupa untuk merawat diri sendiri. Karena orang tua yang bahagia, akan membuat anak jadi bahagia,” jelas Ibu Fadhilah Eryananda. M. Psi., Psi., Psikolog Klinis Dewasa.

Perlu Moms ketahui, Smartfren Community rutin menyelenggarakan talkshow maupun kelas online yang mengangkat berbagai tema menarik dan bisa diakses dengan bebas, lho. Siapa pun dapat mengikutinya secara live maupun dalam bentuk video on demand yang ditayangkan di akun YouTube, Instagram serta Facebook resmi Smartfren Community. Informasi mengenai talkshow dan kelas online terbaru bisa diperoleh melalui media sosial ya Moms.

(Foto : Ist)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *