Warna urine (air seni) kita kadang berubah-ubah saat kita buang air kecil (BAK). Teman-teman mungkin kurang memperhatikannya. Sebenarnya, apa sih arti dari warna urine tersebut, dan kenapa bisa berbeda warna serta apa penyebabnya?

Tubuh manusia secara umum 70% terdiri dari air, semakin muda usia seseorang maka ketesediaan akan air di dalam tubuhnya semakin banyak. Keseimbangan air di dalam tubuh harus tetap dijaga supaya metabolisme tubuh kita berjalan normal dan tidak memicu timbulnya suatu penyakit.

Kebutuhan Air

Air yang keluar dari dalam tubuh seseorang setiap harinya dalam bentuk keringat, air seni, air mata, dan lain-lain harus seimbang dengan air yang masuk ke dalam tubuh. Teman-teman baru menyadari kalau dirinya membutuhkan air saat kehausan. Kondisi demikian merupakan kondisi dimana tubuh sudah mengalami dehidrasi dan ini tidak boleh terjadi berulang-ulang dalam jangka waktu yang lama karena akan menyebabkan ketidakseimbangan kebutuhan air di dalam tubuh manusia.

Warna Urine

Untuk mengetahui apakah dirimu kekurangan air dalam tubuh (dehidrasi) adalah dengan cara mengecek secara langsung warna urine-mu sendiri. Bagaimana caranya? Teman-teman bisa menampung urine dalam suatu wadah bening atau berkemih di kloset warna putih agar warna urine terlihat dengan jelas. Kemudian cocokan warna urine tersebut dengan Urinary Color Card (UCC) for kids yang telah dibuat oleh Professor Lawrence E. Amstrong dari The University of Connecticut’s Human Performance Laboratory.

Tabel UUC tersebut menerangkan apakah kamu terhidrasi dengan baik, kurang terhidrasi atau mengalami kondisi dehidrasi. Terhidrasi dengan baik maksudnya air yang masuk ke dalam tubuh dan air yang keluar seimbang dan tersalurkan pada seluruh organ tubuh kita. Kondisi kurang terhidrasi berarti tubuh kita masih kekurangan cairan yang masih bisa ditoleransi tetapi tidak boleh terlalu lama. Sedangkan kondisi dehidrasi adalah kondisi dimana tubuh kita kekurangan cairan dan air masuk ke dalam tubuh sangat minim menyebabkan urine berwarna keruh.

Bagaimana menghindari tubuh dari dehidrasi, disatu sisi mekanisme haus dari anak-anak belum terbentuk sempurna? Cara praktis menurut Dr. dr. Saptawati Bardosono, MSc, Ketua Indonesia Hydration Working Group, “Minumlah sebelum haus dan sering dalam jumlah wajar. Tidak dianjurkan minum dalam jumlah yang sangat banyak dalam satu waktu karena tubuh akan kaget menerima limpahan jumlah air yang sangat banyak dan ini akan mengacaukan metabolisme tubuh”.

Teman-teman dengan aktivitas yang banyak dianjurkan minum 30-60 menit sekali walaupun tidak merasa haus agar tubuhmu terhidrasi dengan baik. Yuk, periksa sendiri urine-mu untuk mengetahui tingkat hidrasi dan minumlah sebelum haus untuk menghindari dehidrasi.

Guna Air

Guna air dalam tubuh manusia sangat banyak, antara lain adalah untuk pembentukan cairan tubuh (darah, urine), membentuk stabilitas struktur sel, media transportasi bagi nutrisi, pengatur suhu, pelumas sendi, mengatur keseimbangan elektrolit, membantu pencernaan, dan banyak lagi fungsi lainnya. Semua kegunaan air tersebut bisa kita nikmati bila tubuh kita terhidrasi dengan baik.

Efek Kekurangan Cairan

Efek yang diakibatkan kekurangan cairan dalam jangka waktu pendek antara lain: Suhu tubuh meningkat, sembelit, gangguan mood, dan konsentrasi berkurang.

Efek yang diakibatkan kekurangan cairan dalam jangka waktu lama antara lain: timbulnya penyakit ginjal.

Kebutuhan Air Pada Anak Per hari

Usia Kebutuhan air per hari (dalam liter) Kebutuhan air per hari (takaran gelas)
1-3 tahun 1,1 liter 4 gelas
4-6 tahun 1,4 liter 5 gelas
7-9 tahun 1,6 liter 6 gelas
Anak laki-laki (10-12 tahun) 1,8 liter 7 gelas
Anak perempuan (10-12 tahun) 1,9 liter 8 gelas

Sumber: Indonesia Hydration Working Group

 

Foto: Istimewa

You may also like
Latest Posts from

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *