Keren, deh, ketiga kakak-kakak kita ini! Ya, mereka berhasil menemukan obat kanker, Kids. Mereka adalah tiga orang siswa dari SMAN 2 Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Mereka bernama Kak Anggina Rafitri, Kak Yazid, dan Kak Aysa Aurealya Maharani. Berkat penemuan tersebut, mereka bertiga bisa meraih juara dunia. Hebat, ya!

Cerita bermula dari informasi Kak Yazid. Kak Yazid mengatakan bahwa ada keluarganya yang menderita kanker bahkan sudah parah (stadium 4) namun bisa sembuh berkat batang pohon tunggal atau dalam bahasa dayak disebut dengan bajakah. Tanaman tersebut ada di hutan di Kalimantan Tengah. Berdasarkan info itu, bersama kedua orang temannya yaitu Kak Anggina dan Kak Aysa, di bawah bimbingan guru biologi yaitu Ibu Helita, mereka mulai melakukan pembahasan dan penelitian.

Laboratorium Sekolah

Diawali dengan penelitian batang pohon bajakah di laboratorium sekolah. Dilanjutkan dengan uji sampel menggunakan dua ekor tikus betina kecil berwarna putih. Kedua tikus disuntik zat pertumbuhan sel tumor atau kanker. Sel kanker berkembang di tubuh tikus dengan ciri banyaknya benjolan di tubuh, mulai dari ekor hingga bagian kepala. Mereka lalu memberikan obat yang berbeda kepada dua tikus itu. Satu tikus diberi bawang dayak dalam bentuk cairan yang diminumkan, sementara tikus lain diberi air rebusan kayu bajakah.

Zat Antioksidan

Memasuki hari ke-50, tikus yang diberi cairan bawang dayak mati, sementara tikus yang diberi cairan kayu bajakah tetap sehat, bahkan bisa berkembang biak. Penelitian kemudian dilanjutkan dengan memeriksa kandungan apa saja yang ada dalam kayu bajakah, bekerja sama dengan laboratorium Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Dari hasil penelitian, ternyata kayu bajakah banyak mengandung zat antioksidan (zat yang dapat mencegah kerusakan sel) mulai dari fenolik, steroid, tannin, alkonoid, saponin, terpenoid, hingga alkonoid. Zat antioksidan yang dikandung kayu bajakah ini banyak sekali, Kids. Mencapai ribuan kali lipat dari zat antioksidan jenis tumbuhan lain yang pernah ditemukan, khususnya untuk penyembuhan kanker.

Dua Kali Medali Emas

Agar mudah dikonsumsi, kayu bajakah kemudian diolah menjadi serbuk teh siap seduh dan dibawa ke ajang kompetisi. Pertama adalah kompetisi  Youth National Science Fair 2019 (YNSF) yang digelar di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung. Di ajang ini, mereka meraih medali emas dan mendapat predikat terbaik se-Indonesia serta mewakili ke tingkat internasional dalam ajang World Invention Olympic (WICO) di Seoul, Korea Selatan. Tak disangka, mereka kembali meraih juara, memperoleh medali emas mengalahkan 22 negara lainnya. Wow, keren!

Semoga bisa menjadi inspirasi buat kalian, ya, Kids…

Foto: Istimewa

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *