Pelajar Indonesia menangkan penghargaan Cambridge International

Bagi kebanyakan pelajar, Matematika adalah momok. Mata pelajaran yang dianggap sulit dan menyebalkan, bikin pusing! Tapi tidak bagi 2 pelajar Indonesia ini, Louisa Ellen Guinadi dan Christophorus Gilbert. Matematika bisa, kok, dikuasai asal tidak gampang menyerah.

Louisa Ellen Guinadi dan Christophorus Gilbert adalah 2 dari 123 pelajar Indonesia yang mendapat penghargaan Outstanding Cambridge Learner Awards 2019 yang dipersembahkan oleh Cambridge Assessment International Education (Cambridge International). Ini adalah penghargaan untuk para pelajar tingkat SMA yang meraih prestasi tertinggi dalam ujian Cambridge pada bulan Juni dan November 2018 lalu.

Hampir Tak Lulus

Nah, Christophorus Gilbert, pelajar dari Sekolah Kristen Raffles Kelapa Gading, Jakarta, mendapatkan 3 penghargaan. Salah satunya adalah Top in the World dalam Matematika. Artinya, ia mendapatkan nilai tertinggi untuk mata pelajaran Matematika dari seluruh pelajar SMA dengan kurikulum Cambridge International di seluruh dunia. Wow!

Christophorus Gilbert, salah satu penerima penghargaan Outstanding Cambridge Learner Awards 2019 dari Raffles Christian School Kelapa Gading, Jakarta, membacakan pidato yang inspiratif di hadapan para peserta dan tamu undangan (27/2). Ia menerima 3 penghargaan, yakni ‘Top in Indonesia’, ‘Best Across Four Cambridge International AS Levels‘ dan Top in the World’ untuk Matematika

Tak disangka, di acara penganugerahan yang berlangsung di Hotel Sheraton Grand Jakarta Gandaria City, beberapa waktu lalu, ia mengaku bahwa dirinya bahkan hampir tidak lulus di mata pelajaran Matematika saat kelas 2. Tapi lihatlah, kerja keras memang tidak membohongi hasil.

Baca juga: 123 Pelajar Indonesia Raih Prestasi Akademik Kelas Dunia

“Saya nggak pernah membayangkan. Namun, sekarang saya berdiri di sini di depan Anda semua menerima penghargaan-penghargaan termasuk untuk Top in the World dalam Matematika untuk ujian A levels. Yang terpenting adalah pola pikir kita. Jujur, saya pikir sebagian besar dari kita lebih dari mampu untuk mencapai tujuan tertinggi kita. Perbedaannya terletak pada seberapa besar kita menginginkannya,” ujarnya dalam kata sambutan saat menerima penghargaan.

Imbangi dengan Olahraga

Seperti pelajar dan remaja kebanyakan, Christophorus tak melulu menghabiskan waktunya untuk belajar. Ia tak mau hanya berfokus pada hal-hal akademik saja, seberapa pun pentingnya hal itu. Keseimbangan dalam hidup, penting baginya. “Biasanya kalau mau ujian, saya belajar selama 5 jam. Namun, untuk hari-hari biasa, saya belajar mulai pukul 7 sampai 9 malam. Kalau saya merasa kewalahan, saya akan pergi menonton, bermain atau berolahraga bersama teman-teman. Saya mengambil kelas muay thai dan bulutangkis. Saya akan meluangkan waktu untuk melakukan hal-hal yang membuat saya bahagia,” ujar lelaki berkacamata yang berencana ingin masuk di universitas terkemuka di AS atau Inggris dalam bidang teknik kimia.

Jika Christophorus hampir tak pernah lulus Matematika, lain lagi dengan Louisa Ellen Guinadi. Remaja 15 tahun yang duduk di kelas 11 (2 SMA) dari Sekolah Bina Bangsa Kebon Jeruk, Jakarta, ini rupanya sudah menyukai Matematika sejak kecil. Ia pun sudah mengikuti les kumon di usia belia, mungkin ada pengaruh dari sang Mama yang seorang guru Matematika. Meski begitu, kecintaannya pada Matematika berlanjut hingga kini.

Matematika Adalah Permainan

 “Aku ngerasa happy banget bisa dapat penghargaan. Nggak pernah nyangka bisa menang walaupun ini juga merupakan goal (target) aku sejak kelas 9,” urai Louisa yang mengikuti kelas akselerasi saat SMP dan langsung loncat ke kelas 11.

Louisa Ellen Gunaidi, siswi asal Bina Bangsa School Kebon Jeruk, Jakarta, salah satu penerima penghargaan ‘Top in the World’ untuk mata pelajaran Matematika membagikan tips-tips dalam menghadapi ujian di dalam pidato nya pada acara penghargaan Outstanding Cambridge Learner Awards 2019 di Hotel Sheraton Grand Jakarta Gandaria City, Jakarta Selatan (27/2)

Peraih Top in The World dalam Matematika untuk Level IGCSE ini, punya tips agar teman-teman menyukai Matematika. “Jangan melihat Matematika sebagai suatu beban yang harus diselesaikan. Pola pikirnya diubah, anggap saja sebagai permainan (angka) yang perlu kita pecahkan. Matematika bagi aku itu menarik banget, beda dengan mata pelajaran lain yang butuh menghapal, Matematika lebih kepada logika. Kalau kita mengerti, maka kita akan bisa menyelesaikannya,” urai Louisa yang bercita-cita melanjutkan pendidikan di University of California (UC), Berkeley.

Tips Persiapkan Ujian

Tak lupa ia menyisipkan pesan kepada teman-teman saat mempersiapkan ujian di sekolah. “Dalam persiapan, kadang kita mengabaikan hal penting, misalnya istirahat yang cukup. Jadi, usahakan tidur cukup. Stres dan kebut semalam akan mengurangi kemampuan kita untuk menyelesaikan ujian semaksimal mungkin. Strategi kedua, jangan berpikir terlalu berlebihan. Daripada sibuk memikirkan bagaimana mengerjakan soal, anggaplah seperti akan memenangkan permainan, jadikan ujian sebagai sesuatu yang menyenangkan. Dan terakhir, kapan pun kehilangan motivasi untuk belajar, ingatkan diri sendiri akan tujuan yang lebih besar yang ingin kita capai,” tutupnya bijak.

Langkah kedua remaja ini, patut kita tiru, ya, Kids. Kalau kamu punya impian apapun, bekerja keras lah untuk mencapainya, dan jangan lupa imbangi dengan kegiatan lain yang kamu suka dan bermanfaat. (Foto: dok. Cambridge)

 

You may also like
Latest Posts from

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *