Dahulu kala di sebuah kerajaan, tinggallah seorang pembuat alat musik bernama Ima. Suatu hari, putera mahkota memanggilnya. “Aku ingin kau membuat alat musik dari kerang!” titah putera mahkota.

Ima merasa galau dengan permintaan putera mahkota. “Aku belum pernah membuat alat musik dari kerang,” keluh Ima. Dia bekerja keras, memikirkan berbagai macam ide alat musik dengan kerang, tetapi tidak satu pun yang membuatnya puas.

Ima lalu menemui Duwa si orang bijak. “Tenangkan hatimu dan berdoalah pada Yang Kuasa, Dia pasti akan menunjukkan jalan,” begitulah nasehat Duwa.

Malam harinya, Ima bermimpi. Dia berdiri di pantai. Dari kejauhan terdengar suara nyanyian merdu. Ima pun terbangun. “Aku harus pergi ke pantai. Ini petunjuk dari Yang Kuasa,” kata Ima.

Ima menemukan lokasi pantai persis dalam mimpinya. Dia mendengar suara-suara kecil yang ketakutan. Ia terkejut melihat kerang-kerang kecil berlompatan menghindari kejaran burung pelikan. “Toloong! Kami mau dimakan!” teriak kerang-kerang kecil itu.

Ima segera menghalau burung pelikan jahat itu. “Terimakasih karena sudah menolong kami, wahai manusia baik hati. Kami bangsa terakhir dari suku kerang yang bisa menyanyi, tetapi si pelikan jahat tidak menyukai nyanyian dan memburu kami. Sebagai tanda terimakasih, kami akan mengabulkan permintaanmu!” kata kerang-kerang kecil itu.

Ima segera menceritakan permintaan sang putera mahkota. “Bawalah kami pada putera mahkota, dan kami akan menyanyi untuknya,” kata kerang-kerang itu.

Putera mahkota sangat bahagia karena Ima dapat menemukan kerang penyanyi yang menurut orang sudah punah. “Aku meminta alat musik dari kerang karena pernah mendengar tentang kerang penyanyi. Ima yang hebat, kau malah membawakan kerang penyanyi yang asli! Terimakasih,” ucap putera mahkota.

Kini, bangsa kerang penyanyi dapat menyanyi selamanya tanpa gangguan! Ima bersyukur pada Yang Kuasa karena berkah-Nya yang tidak terduga.

Usaha keras dapat menghasilkan hasil yang baik, tetapi usaha keras dan doa pada Yang Kuasa memberikan hasil yang sempurna!

 

 

Cerita: Seruni    Ilustrasi: JFK

 

 

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *