Di Kerajaan Petro,  kentang adalah makanan pokok, dan Ratu Lusia, pemimpin Kerajaan Petro, juga suka makan kentang.  Tapi, untuk mendapatkan kentang di Kerajaan Petro sebetulnya sulit. Hasil panen kentang  selalu cepat membusuk.  Untung ada keluarga bangsawan Magno.

Bangsawan Magno punya tanah pertanian yang luas, dan kentang-kentang dari tanah pertanian bangsawan Magno tidak cepat busuk.  Karena inilah keluarga bangsawan Magno diberikan hak khusus dari kerajaan sebagai petani kentang, dan ini membuat mereka sangat kaya.

Suatu hari, Ratu Lusia menemukan  buku tua di perpustakaan kerajaan yang menggambarkan jenis-jenis tanaman yang tumbuh di Kerajaan Petro. Ada satu jenis tanaman yang tak pernah dilihatnya.  Ratu Lusia menemui Penasihat istana yang karena tua dan sakit-sakitan, mengasingkan diri di tempat jauh.

“Tanaman apa ini, Penasihat?” tanya Ratu Lusia. “Tanaman padi,” jawab si Penasihat. “Tanaman yang sudah lama punah dari Kerajaan Petro! Tanaman ini menghasilkan beras untuk dijadikan makanan pokok! Kudengar Rubah sihir yang membuat tanaman padi menghilang,” kata Ratu Lusia. “Itu betul,” kata si Penasihat dengan wajah pucat.

Keesokan harinya, terjadi hal mengerikan. Setelah makan kentang, rakyat Petro tertidur dan tak bangun lagi! Ratu Lusia selamat karena hari itu dia tak makan kentang. “Semua kentang yang dimakan, berasal dari pertanian bangsawan Magno. Mereka harus bertanggung jawab!” kata Ratu Lusia.

Ratu Lusia terkejut melihat kediaman bangsawan Magno diliputi awan hitam, dan seekor rubah berwajah bengis duduk di pintu rumah. “Rubah sihir! Jadi ini ulahmu!” seru Ratu Lusia. “Ya, ini ulahku, tapi semuanya bermula dari Penasihatmu!” kata Rubah sihir. “Apa?!” seru Ratu Lusia terkejut.

“Maaf!” seru si Penasihat  yang  muncul dari pintu rumahnya. “Sebelum jadi Penasihat, aku adalah putera bungsu keluarga Magno yang selalu diremehkan, karena itulah aku minta bantuan Rubah sihir untuk membuat keluargaku jadi kaya dan berkuasa,” jelas si Penasihat. “Kau minta Rubah sihir untuk menghilangkan tanaman padi, dan membuat tanah pertanianmu satu-satunya yang bisa menghasilkan kentang bagus,” lanjut Ratu Lusia. “Hukumlah Penasihatmu dengan sihirku,” bujuk Rubah sihir. “Tidak, aku memaafkan Penasihatku,” kata Ratu Luisa. Mendengar itu, si Rubah sihir terkejut dan menghilang. Sihir jahat si Rubah sudah berakhir.

Tanaman Padi kembali tumbuh di Kerajaan Petro. Kini, rakyat Petro bisa memilih kentang atau padi sebagai makanan pokok mereka. Ratu Lusia memerintah bersama Penasihat yang dimaafkannya.  Bebas dari rasa takut karena bersalah, si Penasihat jadi sehat.  Sebagai penyesalan dan terima kasihnya pada Ratu Lusia, dia bekerja keras memajukan Kerajaan Petro.

 

 

Cerita: Seruni    Ilustrasi: JFK

 

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *