Bulan berputar mengelilingi bumi dalam orbitnya. Perputaran bulan tersebut menyebabkan bentuk bulan dari bumi terlihat berubah-ubah. Kok bisa, ya?

Bulan adalah satelit alami yang dimiliki bumi. Tahukah kalian kalau bulan tidak memiliki cahaya sendiri? Cahaya bulan yang terlihat pada malam hari, sebenarnya berasal dari cahaya matahari. Cahaya ini kemudian dipantulkan kembali oleh permukaan bulan.

Posisi Bulan
Selain berputar pada porosnya, bulan juga berputar mengeliling bumi yang membuat bentuknya terlihat berubah-ubah. Hal ini dikenal juga sebagai fase-fase bulan. Fase bulan dipengaruhi oleh posisi bulan terhadap bumi dan matahari.

Fase-fase Bulan
Fase bagaimana bentuk bulan terlihat dari bumi ada delapan. Pertama, bulan baru, yaitu bulan tidak menerima cahaya dari matahari dan tak terlihat dari bumi. Kedua, bulan sabit muda, kurang dari setengah bulan terlihat, seperti sabit.
Fase ketiga ditandai setengah dari bulan terlihat dan terus membesar. Pada fase keempat, bulan hampir purnama. Nah, pada fase kelima ini sisi bulan yang menghadap bumi terkena cahaya matahari hingga terlihat keseluruhannya.
Memasuki fase keenam, bagian bulan yang terlihat semakin mengecil. Pada fase ketujuh, bulan hanya terlihat setengah saja. Kemudian fase ke delapan, sama seperti fase kedua, bulan hanya terlihat seperti sabit. Lalu, kembali ke fase bulan baru lagi.

Teks: JFK     Ilustrasi: JFK

 

You may also like
Latest Posts from

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *