Gredu Luncurkan Fitur Baru Penunjang Pembelajaran Jarak Jauh

Sebentar lagi para siswa akan memasuki tahun ajaran baru 2020/2021, tepatnya pada 13 Juli 2020 mendatang. Namun, tampaknya pembelajaran tatap muka secara langsung di sekolah masih belum bisa dilaksanakan mengingat kondisi pandemi Covid-19 yang belum juga berakhir. Dan, Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) secara daring (online) masih tetap merupakan solusi pendidikan terbaik.

Walau begitu, kita nggak bisa menutup mata dengan segala tantangan selama PJJ. Misalnya saja, tak semua anak-anak/siswa memiliki handphone atau laptop, sehingga mesti bergantian dengan milik orangtua. Lalu, kendala keterbatasan akses internet maupun kuota yang cepat sekali habis dalam waktu sebulan. Belum lagi materi pembelajaran yang monoton, atau kejenuhan yang dirasakan oleh orangtua, siswa, dan guru karena merasa tugasnya terlalu banyak sejak sekolah dari rumah.

2 Fitur Baru

Padahal, kunci keberhasilan pendidikan adalah kolaborasi orangtua, guru dan siswa. Nah, untuk memberikan kemudahan para stakeholder (pemangku kepentingan) pendidikan yakni siswa, guru dan orangtua serta mempermudah pelaksanaan PJJ menjadi semakin optimal, maka Gredu, sebuah perusahaan teknologi di bidang pendidikan mulai dari SD hingga SMA/SMK, memperkenalkan solusi berupa fitur baru yakni Kelas Interaktif dan Tugas Online.

Peluncuran fitur Kelas Interaktif dan Tugas Online secara virtual, Rabu (01/07)

“Dengan frekuensi tatap muka yang jauh berkurang selama masa pandemi ini, siswa dituntut untuk lebih mandiri dan aktif sehingga materi yang sudah direncanakan selama satu tahun ajaran dapat terserap dengan baik dan mendapatkan hasil akademis yang sesuai harapan. Oleh karena itu, sebagai wujud komitmen kami terhadap kemajuan Pendidikan di Indonesia, kami memperkenalkan fitur Kelas Interaktif dan Tugas Online yang mengoptimalkan kerja sama antara ketiga pihak tersebut. Kedua fitur ini merupakan bagian dari pengembangan platform digitalisasi sekolah yang sudah kami kembangkan dan perkenalkan sebelumnya,” ujar Bapak  Mohammad Fachri, CTO Gredu pada acara konferensi pers virtual, Rabu (01/07).

Kedua fitur ini, katanya, akan diluncurkan secara resmi pada tanggal 15 Juli 2020 mendatang bertepatan dengan sudah dimulainya tahun ajaran baru. “Digitalisasi bukan untuk menghalangi, namun untuk menjembatani peran guru, orangtua dan siswa untuk menghasilkan pendidikan terbaik,” imbuh Bapak Ricky Putra, COO Gredu yang menambahkan terjadi peningkatan penggunaan Gredu sebesar 25 persen selama pandemi.

Lebih Efektif dan Efisien

Lebih lanjut, Bapak Ricky menjelaskan bahwa Kelas Interaktif berguna bagi guru untuk membimbing murid saling berdiskusi dan melakukan tanya-jawab secara real-time. Para guru dapat mendampingi siswanya melalui perangkat masing-masing sehingga pembelajaran bisa berlangsung lebih efektif dan efisien.  Di kelas online ini, para guru membuat materi lalu membagikannya ke siswa melalui aplikasi Gredu Teacher. Materi yang diterima para siswa melalui aplikasi Gredu Student bisa didiskusikan bersama di Kelas Interaktif sesuai materi pelajaran. Para siswa juga dapat mengemukakan pertanyaan melalui layanan chat yang sudah disediakan Gredu. Dengan fasilitas tanya-jawab antara guru dan siswa di Kelas Interaktif maka atmosfer pembelajaran bisa berlangsung dua arah seperti halnya pendidikan offline di sekolah.

Detail Kelas Interaktif – Teacher Web Version

“Di kelas interaktif ini, diskusi tak hanya berlangsung selama pelajaran di jam tertentu, misalnya pelajaran Matematika di jam 9 – 10 saja, namun di luar jam tertentu jika ada murid yang kurang paham, guru bisa membantu lagi menjelaskan. Kami juga berikan solusi berupa button (tombol) untuk murid bertanya. Kalau selama belajar tatap  muka di kelas, terkadang kan ada murid yang malu angkat tangan dan bertanya saat guru menjelaskan. Nah, kami beri solusinya. Murid bisa mengklik tombol untuk pilihan Ragu, Paham, Tidak Paham. Jadi, guru bisa menilai apakah materi yang diberikan jelas atau tidak, dan bisa memberikan masukan bagi murid-murid yang belum paham.  Di fitur kelas interaktif, guru bisa juga bisa melakukan attach document, dan bisa mengetahui mana saja murid yang sudah mendownload atau membaca materi pelajaran,” imbuh Bapak Ricky.

Sementara itu, fitur Tugas Online dibangun dengan basis Kurikulum 2013 (Kurtilas) yang merupakan pengembangan dari Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Kurikulum ini menitikberatkan pembelajaran agar berpusat kepada murid (student-centered learning), yang sejalan dengan solusi dari Gredu. Melalui Tugas Online, guru dapat mempersiapkan materi pembelajaran beserta tugas-tugas yang harus dikerjakan oleh siswa pada aplikasi Gredu Teacher. Selanjutnya, siswa mendapatkan notifikasi dari aplikasi Gredu Student. Siswa mengerjakan tugas dan mengumpulkan tugasnya melalui aplikasi yang sama. Kemudian guru akan mengoreksi tugas yang telah terkumpul dan memberikan penilaian.

Tugas Online – Student App (mobile version)

Tak hanya interaksi antara guru dan siswa, Gredu juga mengakomodasi kebutuhan orangtua. Para orangtua dapat memantau proses PJJ dari notifikasi aplikasi Gredu Parent. Jadi, seandainya orangtua sudah harus bekerja dari kantor atau berada di luar rumah, mereka tetap  dapat membantu anaknya mengklarifikasi tugas dengan guru atau memantau anak-anaknya selama mengerjakan tugas dari sekolah.

Hemat Kuota

Fitur Kelas Interaktif dan Tugas Online untuk ketiga aplikasi yakni Gredu Parent, Gredu Student dan Gredu Teacher dapat diakses oleh orangtua, siswa dan guru melalui perangkat mobile, tablet maupun laptop sehingga guru dan siswa dapat mengerjakan tugas mereka kapan saja.

Sejumlah kemudahan di atas, diharapkan dapat membuat siswa menjadi lebih aktif dan mandiri, guru semakin mudah merancang materi dan orangtua lebih memiliki banyak waktu untuk berkomunikasi dan berinteraksi dengan anak. “Kami harap Gredu bisa mendukung pendidikan di Indonesia dengan #kolaborasijarakjauh. Inilah yang membuat Gredu lebih dari sekadar kelas online,” ujar Bapak Fachry yang meng-klaim bahwa sistem PJJ yang diterapkan Gredu lebih hemat kuota.

“Kalau misalnya anak-anak melakukan video call dengan 4-5 pelajaran per hari, itu bisa habis kuotanya 1 Giga per hari. Belum lagi kalau kirim dokumen, foto, atau unduh gambar, bisa lebih daripada itu. Dalam sebulan, bisa habis berapa Giga? Nah, di Gredu, lebih hemat kuota karena sistem kelas interaktif dengan video conference, tidak sampai 10 Giga per bulan,” tutupnya.

(Foto: Efa, dok. Gredu)

 

 

 

 

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *