Kela adalah kelelawar pemakan buah yang selalu menuruti nasihat keluarganya. “Kita adalah kelelawar pemakan buah, tapi jika suatu saat buah sulit didapat, kau harus  bisa bertahan dengan makanan lain, ingat itu. Jangan pernah menyerah dalam menjalani kehidupan,” pesan neneknya pada suatu hari ketika Kela sekeluarga mencari makan bersama-sama. Setelah dewasa, Kela sudah pandai mencari makan sendiri, dan dia tak perlu khawatir karena di hutan tempat tinggalnya, buah-buahan mudah didapat.

Suatu hari, datanglah kawanan kelelawar dari hutan lain, dan mereka adalah kelelawar pemakan buah, sama seperti Kela. Tapi sayang sekali, mereka bukan kawanan kelelawar yang baik. “Mulai sekarang, buah-buahan di hutan adalah milik kami, pergi kau!” seru seekor kelelawar pada Kela. “Tidak seperti kalian, aku bisa  makan makanan lain,” kata Kela teringat pesan neneknya.

“Mulai sekarang aku akan makan sari bunga!” kata Kela. Maka Kela mulai mencari bunga untuk makanan, dan dia menemukannya. Ketika sedang berusaha untuk menghisap sari bunga, Kela tiba-tiba disengat oleh seekor lebah yang marah. “Ini tempat mencari makan milikku, dan ini bungaku!” serunya. “Maaf, seharusnya aku minta izin dulu, maukah kau menolongku?” kata Kela lalu menceritakan kesulitannya. Tapi si lebah tak peduli dan mengusir Kela. “Aku tidak akan menyerah, akan kucari makanan lain!” kata Kela.

Kela memutuskan untuk makan ikan. Dia pergi ke sebuah sungai yang banyak ikannya. Dia pernah melihat kelelawar pemakan ikan berburu ikan dan mencoba berburu seperti mereka. Usaha pertama Kela gagal. Dia mencoba sampai kesepuluh kalinya….dan Hup! seekor ikan berhasil digigit Kela. Kela makan dengan lahapnya, dan perut kenyang membuatnya mengantuk. Tapi sebuah suara mengejutkannya. “Luar biasa! Kau kelelawar yang pantang menyerah!” kata seekor buaya muncul dari dalam sungai dan dengan langkah yang sangat lamban menghampiri Kela. “Maaf, kurasa sungai ini milikmu dan aku mencuri ikan, aku akan pergi,” kata Kela pada si buaya. “Tidak, aku tak mau mengusirmu. Coba lihat, kakiku ini sudah tidak berfungsi dengan baik lagi. Ini membuatku kesulitan dalam mencari makan. Aku ingin minta tolong padamu, maukah kau tinggal di sini dan membantuku mencari makan?” kata si buaya. “Tentu saja mau!” seru Kela senang.

Ternyata, si buaya bernama Bobu itu merupakan sosok yang dihormati di hutan karena pernah menjadi penasihat Singa si Raja Hutan. Berita bahwa Kela si kelelawar buah yang makan ikan dan membantu Bobu, tersebar ke seluruh hutan. Kela kini menjadi terkenal dan sama terhormatnya seperti Bobu. Bahkan Singa si Raja Hutan menawarkan pohon buah  dan taman bunga pribadi untuknya. Bobu juga menyarankan Kela agar menerima tawaran Raja. Tapi Kela dengan sopan menolaknya. “Maafkan aku, Paduka, aku akan terus tinggal bersama Bobu sebagai balas budi. Aku tidak ingin mengambil pohon buah dan taman bunga karena itu menghidupi banyak binatang, sedangkan aku hanya sendiri. Aku sudah puas dengan hidup pantang menyerah seperti pesan nenekku,” kata Kela. Raja Singa mengerti dan memberikannya penghargaan. “Selamat untuk Kela, si kelelawar buah yang karena sifat pantang menyerahnya, bisa melakukan hal yang mustahil, yaitu makan ikan!” seru Raja.

 

 

Cerita : Seruni    Ilustrasi: Agung

 

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *